Diantara Dua Pria

Diantara Dua Pria
hanya seorang


__ADS_3

Nia sudah sampai di pabrik di antarkan oleh Benny, ya mau bagaimana pun tak semudah itu untuknya bisa libur atau cuti.


"Mas, aku masuk dulu ya," pamit Nia pada suaminya itu.


"Iya dek," jawab Benny yang langsung putar balik untuk pulang ke rumah.


Sedang Nia masuk kedalam pabrik tempatnya bekerja, dan Benny memutuskan untuk pulang saja.


Dia benar-benar tak ingin pergi kemana pun, sesampainya di rumah, ternyata ibunya sudah pulang.


Bu Sumini tampak tak senang, dan Benny memilih santai menikmati rokoknya, "ayolah Bu, tolong jangan memperlakukan Nia seperti kemarin, ibu tau benar jika dia adalah orang yang mau menerima ku,"


"Memang apa kurangnya dirimu, seharusnya dia yang bersyukur punya dirimu di sisinya, karena jika bukan karena kamu dia itu cuma gadis biasa," ketus Bu Sumini.


Benny sekarang tau apa yang di maksud teman-temannya,jika bisa jangan pernah satukan menantu dan mertua.


Karena sekarang Benny benar mengalaminya, karena ibunya yang terus memperlakukan istrinya dengan tak baik.


"Ibu cukup, apa ini ingin melihat ku jadi duda lagi, jika ingin pertahan kan sikap ibu, karena bagiku Nia adalah wanita sempurna, dia tak pernah mengatakan apapun padaku, cukup dulu aku di tinggalkan karena hal yang bodoh, dan asal ibu tau orang yang harusnya jadi suami Nia itu bahkan dari kejauhan saja sudah terlihat lebih segalanya dariku," kata Benny yang merasa frustasi.


Bu Sumini yang mendengar pun terdiam, "baiklah, ibu akan berusaha untuk bersikap baik pada istrimu,"


"Terima kasih ya Bu,"


Di pabrik, Nia melupakan semua yang dia alami di rumah, karena ini kesukaannya.


Jadi sebisa mungkin dia tak ingin berhenti dari pekerjaan ini, dan ternyata hari ini dia harus lembur.


Saat istirahat makan siang, Nia duduk bersama Lusi dan Nina, kedua orang ini memang teman terdekat Nia.


Meski yang lain juga teman, tapi tidak seperti kedua wanita ini, "boleh gabung tidak?" tanya Feby.


"Sini, bagaimana pekerjaannya tadi, enak kan?" tanya Nia pada anak produksi yang baru gabung itu


"Enak, riweh non, tapi di syukuri saja, ngomong-ngomong tadi aku melihat mbak di antar suaminya ya," tanya Feby penasaran.


"Ah iya, aku di antar Suamiku, kebetulan dia sedang libur," jawab Nia.

__ADS_1


"Wah jadi semalam usah belah semangka lagi dong, bagaimana jamunya manjur kan, suamiku habis minum jamu itu tak bisa tenang dan minta-minta terus," kata Lusi.


"Alah... kayak punya suami sendiri, aku juga punya pengalaman non, dan itu hebat, suamiku memang menjadi lebih kuat," kata Nina.


Mendengar itu Nia hanya diam, apa ada yang salah dengan dirinya yang membuatkan jamu udek itu.


"Jadi bagaimana?" tanya Lusi penasaran.


"Biasa saja tuh," jawab Nia jujur.


"Sepertinya ada yang salah dek, apa suamimu minum-minum dan perokok parah," tanya Nina yang takutnya jika suami Nia itu mengalami banyak masalah.


"Iya mbak, dia minum miras, dan perokok aktif sehari dua bungkus bahkan bisa lebih," kata Nia.


"Wes tinggal nunggu mati," kata Lusi dengan mulutnya yang tak punya filter.


"Lambe mu Cok," kesal Nina


"Habis buat apa minum sana ngerokok kayak gitu, aku yakin tuh suami Nia pasti ejakulasi dini, ya kali itu jamu yang di racik oleh tabib China loh, kan agak lain ya kasusnya," kata Lusi.


"Sudahlah mbak, aku tak mengerti yang Asti libur besok aku akan mengajaknya ke dokter untuk cek kesuburan," jawab Nia.


Mereka menyelesaikan makan siang, setelah itu kembali bekerja dan tak lupa Nia mengirimkan pesan jika dia lembur.


Dimas sedang berada di rumah, dia tau jika pernikahan sepupunya itu tak baik-baik saja.


Dia tak akan meninggalkan Nia meski dia di minta atau di usir, karen dia sudah pernah berjanji untuk terus menjaga gadis itu sampai wanita itu bahagia.


"Kamu ini sedang memikirkan apa sih le, kok diam begitu, jangan boalng kamu sedang memikirkan cara untuk membuat Jia dan suaminya bercerai ya," kata Bu Ningsih pada putranya itu.


"Jika bisa aku akan melakukannya, tapi aku tak akan membuatnya sedih, sampai dia memilih jalan yang baik untuknya," kata Dimas tersenyum pada ibunya.


"baiklah terserah dirimu nak, tapi ibu berharap jangan melakukan hal yang salah ya, karena ibu tak ingin kamu melakukan kesalahan," kata Bu Ningsih.


Di desa Benny, tiba-tiba ada pengumuman tentang orang yang meninggal dunia.


Benny yang sedang santai menonton tv langsung kaget,saat mendengar pengumuman itu

__ADS_1


Pasalnya yang meninggal dunia adalah suami Aida yang juga teman lamanya.


Dia tak percaya jika pria itu mati secepat ini, padahal tadi dia pasang saat pulang setelah mengantar Nia ke tempat kerjanya.


Benny bergegas keluar bertemu dengan para warga yang lain, "bagaimana bisa meninggal pak, tadi saya sempat papasan dengan Hilmi loh," kata Benny pada pak RT yang akan berangkat melayat


"Saya dengar beliau mengalami kecelakaan , dan beruntungnya anaknya tak apa-apa padahal, dia yang di bonceng tak mengalami luka parah," kata pria itu.


"Baiklah pak, mari kita ke sana," kata Benny.


Para bapak-bapak itu pun berbondong-bondong berangkat, tapi ternyata jenazah masih di rumah sakit.


Mereka semua hanya bisa mempersiapkan semua yang di butuhkan untuk pemakaman.


Tapi yang aneh, sosok Aida yang kehilangan suaminya malah terlihat biasa saja.


Benny juga baru tau jika, ternyata selama ini Aida mengalami kekerasan dalam rumah tangga.


Itulah yang membuat wanita itu tak telihat sedih sedikitpun, terlebih keluarga dari suaminya itu juga tampak tak menyukai sosok Aida.


Benny yang merasa kasihan pun membantu sebisanya, bahkan tanpa sadar itu membuat Aida percaya jika mantan kekasihnya itu.


Sebenarnya masih memiliki perasaan padanya, itulah kenapa pria itu tampak begitu peduli padanya.


Benny tak tau jika bantuan yang berlebihan akan membuatnya dalam masalah besar.


Bagaimana tidak, dia sibuk dari sore hingga malam hari, hingga melupakan untuk menjemput istrinya.


Pukul tujuh malam Nia sudah pulang bersama semua pegawai, tapi wanita itu masih menunggu di pos satpam karena suaminya belum datang.


Dan yang membuat Nia kesal adalah ponsel suaminya itu tak bisa di hubungi.


"Mas tolong angkat telpon mu, atau aku harus jalan kaki pulang, ya tuhan... semua orang sudah pulang," gumamnya dengan suara bergetar hampir menangis.


Pasalnya kondisinya juga sedang tak baik-baik saja, karena tadi sore dia mendapatkan mentruasi dan sekarang perutnya sangat sakit.


Saat dia menunggu, tiba-tiba sebuah motor berhenti di depan pos satpam yang ada di depan pabrik itu.

__ADS_1


"Nok, mau pulang atau tidak!" panggil Dimas yang sebenarnya menunggu wanita itu dari tadi.


Nia langsung lari dan naik ke atas motor sepupu jauhnya itu, "tolong antar aku pulang ke rumah orang tua ku mas, karena perutku sangat sakit," lirih Nia memeluk Dimas


__ADS_2