
"Oh ini ya, itu untuk bayar pajak kendaraan," kata Nia yang tak ingin menambah pertanyaan.
Dia hanya bisa tersenyum, nyatanya Nia memang memiliki uang yang banyak, tapi tanpa di ketahui siapapun.
Dia itu kekurangan kasih sayang,buat apa banyak uang Tapi nyatanya dia terus menerus tak di perhatikan seperti ini.
Bahkan untuk urusan ranjang saja, dia bisa di sebut kurang dan merasa sangat hambar.
Tapi dia tetap berusaha untuk bersyukur dengan semuanya, tapi apa mau di kata.
Dia tak bisa mengatakan apapun sekarang, di tambah lagi kehidupannya yang sudah semrawut.
"Apa kamu sedang ada masalah?" tanya Nina yang melihat sosok Nia yang terlihat pendiam Dati biasanya.
"tidak kok mbak aku tak apa-apa, hanya sedikit merasa lelah," jawab wanita itu.
Akhirnya mereka kembali bekerja, dan saat sore hari, Nia dan kelima temannya melanjutkan dengan ngopi sambil ngobrol santai di sebuah pasar malam.
karena ini Sabtu malam minggu terlihat suasana cukup ramai, dari kejauhan Nia sempat melihat sosok yang dia kenal.
Beruntung mereka sudah cukup lama datang jadi dia memutuskan untuk pulang ke rumah.
"Semuanya aku duluan ya," kata Nia pamit.
"baiklah, tapi hati-hati oh ya jangan lupa bawa sesuatu," kata Lusi.
"buat apa, lebih baik uangnya buat aku beli coklat," kata Nia tertawa senang.
Dia mulai berjalan dengan santai dan beberapa kali berhenti, dia sadar jika di ikuti.
Itulah kenapa dia merasa sedikit ketakutan, akhirnya Nia berbalik dan melihat Dimas di belakang tubuhnya.
"mas Dimas, kenapa disini dan terus mengikuti diriku,. ku kira kamu orang gila,"kesal Nia yang ingin memeluk Dimas.
Tapi dengan sekali pegang Nia di rangkul dan di ajak ke tempat yang cukup sepi untuk mengajak wanita itu bicara.
"Maaf membuat mu kaget, aku hanya ingin berbincang dengan mu, oh ya kamu tak merindukan mu?" tanya Nia
"Mas ini ngomong apa, kalau aku merindukan mu, bukankah itu aneh, karena aku seorang wanita bersuami, tak baik jika aku merindukan seorang pria lain,"
__ADS_1
"Ya kamu benar, tapi aku tak bisa aku terus ingin melihat dan menemui mu, aku tak mengerti kenapa dengan ku," kata Dimas yang membuat Nia terdiam.
"Mas ayolah move on," kata Nia yang berusaha meyakinkan saudara jauhnya itu.
"Tapi apa ini Nia, aku tak sengaja menemukannya, apa kamu mengenal wanita ini," tanya Dimas menunjukkan foto seorang wanita yang sedang di rangkul oleh suaminya.
Bagaimana bisa, Aida dan Benny bermesraan seperti ini dan dengan tanpa malu wanita itu mengunggah foto itu di beranda Facebook miliknya.
meski pria itu di tutupi wajahnya, Nia bisa mengenali dari jam tangan dan juga ada bekas luka di lengan suaminya.
Nia hanya bisa terdiam, Dimas pun tau jika sekarang Nia tak baik-baik saja.
"Kamu lupa, aku berjanji menjaga mu, kamu bisa curhat dengan ku dek, jangan di simpan sendiri, jika kamu begitu, kamu bisa melukai dirimu," kata Dimas.
"Aku harus apa... aku sudah lelah..."tangis Nia tiba-tiba.
melihat itu, dengan segera Dimas memeluk dan menenangkan Nia, pria itu tampak begitu melindungi saudaranya itu.
"Aku capek mas, aku capek... aku terus di hina, ibu mertua ku selalu mengatakan hal buruk padaku, apa salahku jika tuhan belum mempercayakan seorang anak padaku, dan kenapa semua saudara dari suamiku seakan ingin menumpang hidup pada suamiku, belum lagi mas Benny yang akhir-akhir ini terlihat aneh...." lirih Nia.
Bahkan Nia memukul dada bidang milik saudaranya itu untuk melepaskan kesedihannya.
"Kapan itu?"
"Sabar saja," kata Dimas lagi.
Nia terus menangis hingga merasa tenang, setelah itu Dimas pun mengajak Nia pulang, tentu Dimas mengikuti Nia agar aman sampai rumah.
Sedangkan Dimas mendapatkan kiriman video yang cukup berani, bahkan ini sudah sangat keterlaluan.
"Lakukan rencananya," pesan Dimas pada pengirim video.
Nia sampai di rumah dan melihat rumah sepi, dia tak peduli dan memilih masuk kamar membawa makanan yang tadi di pelukan Dimas.
Dia mandi dan setelah itu memilih menonton tv dengan santai, hingga sebuah pesan masuk kedalam ponselnya.
Itu adalah nomor baru, dia tak tau siapa itu, tapi itu ada sebuah video yang membuatnya penasaran.
Nia pun meng-klik video itu dan kemudian menontonnya, dia terperanjat saat melihat bagaimana bisa suaminya yang terlihat mabuk berciuman dengan mantan kekasihnya.
__ADS_1
Bahkan mereka tanpa malu-malu menunjukkan kemesraan itu di depan semua orang.
Dan anehnya semua teman suaminya malah hanya bersorak menyemangati.
Nia langsung buru-buru menelpon Narto yang sekarang sedang pergi kirim dengan suaminya.
tak butuh waktu lama, akhirnya panggilan telpon dari Nia pun di jawab oleh kernet suaminya.
"iya Bu bos, ada apa?" tanya Narto
"kemana suamiku, kenapa aku menelpon ponselnya tapi dia tak menjawabnya, bukankah kamu tau karena kalian kirim barang bersama," tanya Nia langsung.
"Maaf Bu bos, pak bos memang kirim barang, tapi sekarang dia sedang menghadiri pesta pernikahan dari temannya, apa Bu bos tak tau," tanya Narto
"ya tuhan Narto, kenapa kamu biarkan suamiku sendirian, tolong cari dia dan bawa pulang, aku tak mau di bantah," suara Nia yang mulai meninggi.
"iya Bu bos,"jawab pria itu sedikit bingung.
Narto pun terpaksa masuk kedalam area pesta resepsi itu, dan ternyata, betapa terkejutnya dia saat melihat Benny.
Pasalnya pria itu sedang bermesraan dengan janda baru di tinggal mati suaminya yang baru empat puluh hari.
tapi sudah gatel mau merebut suami orang, dia pun buru-buru menarik Benny karena bisa hancur dunia ini saat Nia tau kelakuan suaminya.
"Apa sih kamu mau membawa mas Benny kemana!!" teriak Aida yang tak suka melihat Narto menarik Benny pergi.
"Lepas Narto, aku ingin minum lagi," kata Benny yang sudah terlanjur mabuk berat
"maaf jamu ini bukannya cuma kernet Benny ya," kata pemilik pesta.
"ya saya memang hanya kernet, tapi saya di pasrahkan tanggung jawab untuk menjaga bos Benny, kalian membuatnya mabuk, dan kamu dasar janda gatel ya, suamimu baru mati empat puluh hari dan kamu berani menggoda bos Benny,ingat dia itu sudah beristri, murahan!!" kata Narto dengan keras sambil membopong tubuh Benny yang lemas.
Semua orang yang berada di pesta terdiam, mereka mengira jika Benny sudah bercerai karena datang sendiri
Itulah kenapa mereka menjodohkan Benny dan Aida Agi dalam permainan tadi.
"Apa... Benny masih punya istri," tanya salah satu tamu.
"Memang kau kira apa, dia masih beristri dan sekarang istrinya sangat khawatir, dan jika ada apa-apa dengan rumah tangga mereka, aku bersumpah kalian juga akan mengalaminya, dan untuk mu Aida, seharusnya kamu punya harga diri, sebagai seorang ibu bukan menjaga martabat, kamu malah seperti wanita yang tak punya harga diri, ingin menjadi duri di pernikahan seseorang, cih... men-ji-jik-kan," kata Narto yang membawa Benny pulang.
__ADS_1
Aida terdiam dan sangat malu di buatnya, bagaimana tidak... ucapan Narti membuatnya dapat tatapan penuh arti dari semua teman lamanya.