Diantara Dua Pria

Diantara Dua Pria
kemarahan Benny


__ADS_3

Benny sangat marah saat mengetahui Nia tetap tak ingin kembali padanya.


dia merasa sangat bodoh sekarang, "ada apa Benny?" tanya Bu Sumini pada putranya itu


"ini Bu, aku baru tau jika Nia sedang hamil anakku, dan dia menyembunyikannya dariku,aku ingin mengajaknya rujuk tapi dia terus menolak dengan berbagai alasan yang tak jelas," jawab Benny.


"apa? beraninya dia menyembunyikan hal itu, padahal anak itu milik mu, tidak boleh kamu harus merebutnya,karena ibu tak mau jika cucu ibu berada di tempat wanita seperti Nia itu, kita harus berjuang Benny," kata Bu Sumini.


"ya Allah... kenapa kalian begitu tak tau malu, kenapa kalian tak sadar diri, siapa yang dulu membuat mbak Nia memilih pergi dari rumah ini, dan sekarang saat dia hamil tua, kalian ingin membuatnya tersiksa dengan ingin mengambil anaknya,"


"ya itu bukan urusan mu,kenapa kamu begitu ikut campur," tegur Bu Sumini pada menantunya itu


"sudahlah Bu,jika memang mas Benny normal kenapa tidak menyuruhnya menikah dan punya anak lain, kenapa harus mengusik mantan kakak ipar yang sudah bahagia dengan kehidupannya," kata Deni yang tak suka dengan tingkah Keduanya.


"kamu itu tak usah ikut campur, kenapa kamu tidak pernah bisa mengerti," marah Benny

__ADS_1


Deni dan istrinya memilih pergi karena mereka benar-benar tak bisa menerima ide gila dari kedua orang itu.


sedang di sisi lain, ada Dimas yang sangat senang dan terus melihat hasil USG putranya yang ada di perut Nia.


Bu Ningsih pun masuk ke kamar Dimas dan kemudian menguncinya dari dalam.


"ada apa Bu?"


"le ibu mau tanya, apa Nia itu hamil anak mu?" tanya Bu Ningsih.


"kenapa ibu langsung berkata begitu, apa ibu sudah tau sesuatu?" tanya Dimas yang memang tak pernah bisa membohongi ibu yang melahirkannya.


Dimas menghela nafas, dia memberikan hasil USG pada ibunya, "kami khilaf melakukannya,saat itu aku yang meniduri Nia karena kondisi yang hujan petir dan rumah yang sepi, dan kedua kalinya saat di sini, maaf Bu tapi itu anak Dimas, karena saat dia keluar dari rumah suaminya, dia sedang mentruasi," jawab Dimas yang langsung dapat tamparan dari ibunya.


tapi kemudian wanita itu menangis memeluk putranya itu, "ibu sudah yakin ada yang di sembunyikan Nia, karena sekarang dia sangat menyukai hal yang kamu sukai,di tambah dia terus menerus menolak ajakan rujuk mantan suaminya."

__ADS_1


"karena dia sudah lelah terluka, dan menurutku mantan suami dari Nia ini mandul tapi dia terus menyalahkan Nia, sekarang terbukti kami melakukannya beberapa kali langsung jadi," kata Dimas sombong.


mendengar itu Bu Ningsih kesal langsung menjewer kuping putranya itu, "ya bukan begitu caranya untuk membuktikan," kata wanita itu.


sekarang dia tak perlu lagi menghawatirkan putranya, yang terpenting mereka harus mulai bekerjasama untuk memuluskan keinginan mereka menjadikan Nia bagian dari keluarga mereka.


di rumah Nia, gadis itu merasa tidak enak melakukan apapun,dan apa yang dia makan pasti muntah.


tanpa di duga Bu Ningsih dan Dimas datang membawa lintingan pindang kesukaan Dimas.


"assalamualaikum... aduh kenapa kok di cantik ini diam sendirian?"


"wa'alaikumussalam Bu, saya lagi malas makan dan mau ngapa-ngapain tak enak, tapi ibu bawa apa?"


"ini tadi habis panen nangka, mau nganter kesini mana bapak mu, oh ya ini ibu bawa brengkes pindang mau makan tidak," kata Bu Ningsih menunjukkan kresek yang dia bawa.

__ADS_1


"boleh Bu, tapi suapi ya, habis aku lapar tapi tak mau makan sendirian," jawab Nia


"iya nanti ibu suapi ya," kata wanita itu yang dengan senang hati, dia juga mengelus perut Nia yang memang sudah besar.


__ADS_2