
akhirnya Nia menyimpannya, karena percuma jika dia tanya ada suaminya pun tak mungkin mengakui atau akan ngeles nantinya.
Nia merasa jika akhir-akhir ini dia dan suaminya sering bertengkar tanpa sebab yang jelas.
Nia pun sadar akan sprei ranjang yang sudah berubah warna, padahal dia baru saja menggantikannya tadi pagi.
"sudahlah... mungkin mas yang mengotorinya," gumam Nia yang tak mau ambil pusing
dia keluar kamar, dan melihat suaminya itu sedang duduk diam sambil melamun.
"mas maafkan aku, tadi aku mengatakan hal aneh, aku tadi sedang kesal karena sesuatu mas," kata Nia yang memutuskan untuk meminta maaf duluan.
"apa, seharusnya aku yang minta maaf karena tak ingat ini hari ulang tahun mu, dan aku malah marah tak jelas seperti tadi, aku hanya takut kamu terluka itu saja," kata Benny.
"iya mas," jawab Nia yang memeluk suaminya itu.
tapi dia melihat leher Benny ada sebuah bekas merah mirip sesuatu, "mas leher mas kenapa merah-merah begini, apa mas di gigit serangga atau nyamuk," tanyanya.
"ah iya,aku tadi tidur siang tapi malah di gigit nyamuk, dan sprei tadi juga basah karena keringat ku, maklum aku lupa tak menyalakan AC," kata Benny.
"iya mas gak papa, tapi tadi aku menemukan Bros bunga kecil di lantai, apa itu milik Lia keponakan mu?"
"iya tadi dia datang mau pinjam baju putih milik mu, tapi dia sibuk berdandan saat melihat meja rias, ya maklum lah sayang, sekarang kita makan di luar yuk?" ajak Benny yang benar-benar tak bisa bernafas rasanya, bagaimana tidak dia seperti baru saja menggali kuburan untuk dirinya.
tapi untunglah Nia tak sadar sesuatu, tapi Benny lupa jika insting wanita itu tajam.
Nia tentu saja tak percaya begitu saja, karena ini terlalu mendadak dan macam ada yang tak benar.
keduanya keluar untuk makan di sebuah warung sate langganan keduanya.
jika biasanya di sana, Benny akan memesan sate daging kambing setengah malam, tapi kali ini tidak.
Benny membeli sate kambing biasa, begitupun dengan Nia yang memilih sate daging sapi saja.
saat keduanya menikmati waktu berdua, tiba-tiba ponsel Benny terus berdering.
tapi anehnya Benny tidak menjawab panggilan itu dan memilih untuk tidak menggubrisnya.
"angkat saja mas, mungkin itu telpon penting," kata Nia.
__ADS_1
"tidak usah dek, ini cuma anak-anak, sudah kita nikmati waktu kita ya," kata Benny.
setelah makan, keduanya kini berkendara keliling saja, ternyata ada pasar malam di alun-alun kota.
mereka pun memutuskan untuk berhenti dan menikmati waktu bersama, tanpa di duga seorang wanita datang menyapa.
itu membuat Benny super kaget, pasalnya dengan tanpa rasa bersalah wanita itu nampak begitu tenang.
"assalamualaikum mas Benny, tumben kalian main ke tempat seperti ini, padahal belum punya anak loh," tegur Aida.
"wa'alaikumussalam... memang yang boleh datang ke pasar malam ini hanya orang yang punya anak, terus yang belum punya tidak bisa," kata Nia ketus
"sudah sayang tak usah di balas,wanita aneh ini memang seperti itu," kata Benny yang tak ingin Nia menanggapi wanita seperti Aida.
"kenapa kamu sensitif, toh aku mengatakan kebenaran, aneh bukan jika kalian menikah hampir empat tahun tapi belum punya anak, memang kurang apa suamimu, seandainya dulu mas Benny mau menikah dengan ku, pasti sekarang anaknya sudah banyak," kata Aida yang memancing amarah Nia.
"dan satu lagi kamu lupa bilang, Benny juga bisa mati muda karena punya istri penghabis harta seperti mu," kata Nia yang berhasil membungkam wanita parasit itu.
Nia langsung menarik suaminya itu pergi menjauh, dan kini mereka telah pergi meninggalkan tempat itu.
Nia tak menyangka hari ulang tahunnya malah akan jadi seburuk ini karena harus bertemu wanita gila seperti Aida.
akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, sesampainya di rumah Nia memilih untuk beristirahat karena besok dia harus kerja lagi.
esok paginya, keduanya sudah siap berangkat ke tempat masing-masing untuk bekerja.
"mas hati-hati ya, dan jangan berani nakal, ingat sebagian besar harta mu itu milik ku, jadi sekali mas bakal, aku akan membuat mu keluar dengan kaos oblong saja," kata Nia yang membuat Benny kaget karena sepertinya Nia tau apa yang sudah dia lakukan
"tentu saja tidak, aku tak akan jadi bodoh karena ulah ku sendiri," jawab Benny meyakinkan istrinya itu.
tak butuh waktu lama, mereka sudah berpisah, Narto yang kembali ikut menjadi kernet Benny.
tentu saja Benny mengganti nomor ponselnya, dia berdoa agar wanita itu tak bisa mengganggu dirinya.
tak hanya itu mereka berdua akan pergi setidaknya selama sebulan penuh.
tapi Benny tak menyangka jika truk miliknya akan di berhentikan mendadak oleh sosok Aida.
Narto kaget tapi dia makin kaget saat wanita itu di ajak naik ke atas truk oleh Benny.
__ADS_1
"loh bos, ada apa ini?" tanya Narto yang takut terseret dalam mass alah besar.
"sudah mulai sekarang tutup mulutmu, dan kamu juga Aida, karena aku tak mau lari hanya saja ada pekerjaan penting," kata Benny yang tetap saja gagal.
Narto tak menyangka akan menyaksikan ini, bagaimana bisa seorang Benny yang begitu menghormati istrinya.
kini malah bersama dengan mantan kekasih lamanya, dan itu terjadi di belakang Nia.
saat di perusahaan, Nia beberapa kali mendapat kecelakaan ringan, untunglah semuanya bukan masalah berat.
"kamu kenapa Nia, dari pagi aku perhatiin kamu benar-benar tak fokus," kata Nina saat mereka bertujuh sedang istirahat
"entahlah,aku memang merasa tak tenang, terlebih sudahlah mbak... ayo makan lagi yuk," kata Nia yang mengurungkan ingin membicarakan tentang ke khawatiran yang dia alami.
Nia hari ini merasa memang waktu berjalan sangat lambat, entahlah berapa lama lagi dia juga bingung karena tak ada satu pun yang berjalan baik sekarang.
---------
waktu berjalan begitu cepat menurut Nia, tak terasa sudah berjalan lima tahun pernikahan mereka.
hari ini dia pulang sore, dia ingin memberikan kejutan pada Benny,ya pria itu sedang libur setelah dua Minggu lalu dia habis mengantar barang ke Bali.
dia sampai di rumah tanpa ada yang tau, toh hanya Benny saja yang ada di sana.
saat dia sampai dengan membawa kue, betapa terkejutnya dia melihat di rumahnya banyak orang yang sedang berkerumun.
di sana ada Benny dan Aida yang sedang menjelaskan bahkan terlihat warga sangat marah.
"maaf... permisi ada apa ini?" suara Nia membuat semua orang diam dan Benny tak percaya melihat istrinya itu pulang sore
"sayang..." lirihnya.
tanpa terduga, Aida lari ke dan bersujud ke kaki Nia, "Nia.. aku sudah menikah secara agama dengan suamimu selama satu setengah tahun, dan mereka tak percaya.. tolong kami mau di arak keliling kampung," tangis Aida.
Nia tanpa bicara dia berjalan ke depan Benny, "di saat hari ulang tahun pernikahan kita, kamu melakukan hal ini mas, kenapa tidak bilang jika kamu bisa dengan ku," kata Nia melempar kue itu ke tanah .
"sayang aku bisa jelaskan, awalnya aku memang melakukannya karena tak sadar, dia terus meminta pertanggung jawaban dariku, akhirnya aku menikahinya," kata Benny.
"kenapa mas melakukan itu, kurang semua pengorbanan ku?"
__ADS_1
"karena kamu tak ada waktu untukku, kamu sibuk bekerja dan sekarang aku lebih nyaman dengannya," kata Benny mengakui segalanya.
"kalau begitu silahkan pergi, karena kamu lupa jika sekarang delapan puluh persen harta mu sudah menjadi milikku, jadi untuk mu dan pasangan selingkuhan mu, ah maaf... janda yang kamu nikahi secara agama ini, silahkan bersenang-senang, dan lima dari delapan truk milik mu itu adalah milikku, jadi sekarang kita pisah dan aku akan mengurus segalanya di pengadilan, toh untuk apa aku mempertahankan rumah tangga yang di dalamnya aku tak di cintai lagi," kata Nia yang bersiap pergi.