
Narto sudah membawa Benny ke rumah, pria itu tampak masih tak berdaya.
Bahkan masih meracau tak jelas, bahkan aroma tubuh pria itu cukup menyengat bau minuman keras.
Nia membukakan pintu dan mempersilahkan Narto menidurkan Benny di kasur lantai di depan tv.
"Bu bos, saya pamit ya,"
"Terima kasih ya," kata Nia yang terdengarlah marah.
Pria itu mengangguk dan kemudian bergegas pergi karena dia tak ingin bermasalah karna Benny.
Tanpa di duga Bu sumini melihat hal itu memikirkan hal aneh untuk menantunya itu, "owh sekarang kamu sudah berani bermain api dengan bawahan suamimu," kata wanita itu yang kaget melihat Nia sedang menyeka Benny.
"Kenapa dengan putra ku?" tanya Bu Sumini yang terkejut.
"Putra anda mabuk dan hati ini dia menunjukkan pada semua orang jika dia punya hubungan spesial dengan mantan kekasihnya, sepertinya mereka punya kisah yang belum usai," kata Nia yang menjawab Bu Sumini dengan hati remuk redam.
"Apa maksud mu itu, dia itu suamimu, kenapa kamu mengatakan hal memalukan seperti itu?" marah wanita sepuh itu.
"Suamiku tapi nyatanya dia berani bermain api seperti ini, lihat saja sendiri, bagaimana sikap putra ku ini," kata Nia yang menujukkan foto dan video yang di kirimkan ke ponselnya.
Bu Sumini terkejut, bagaimana bisa Benny melakukan hal seburuk ini, itupun di depan semua orang.
Meski Bu Sumini bersikap tak baik pada Nia, tapi dia juga tau rasanya melihat suami yang bermain api seperti ini.
"Kenapa dia Bu, inilah putra mu, maaf jika aku melakukan kesalahan, aku tak menyangka dia akan memperlakukan aku begitu buruk," kata Nia yang mengambil ponselnya dan langsung masuk kedalam kamar.
dia memilih tidur sendiri makan ini, sedang Benny di biarkan tidur di ruang tengah.
keesokan harinya, saat Nia sudah bangun dan tengah memasak, Benny terbangun dengan kepala pusing.
__ADS_1
dia melihat ke sekeliling ternyata dia di rumah, dia masih sempoyongan karena pengaruh miras yang semalam.
"sayang.. bisa buatkan-" kata Benny terputus karena Nia sudah memberikan sebuah air jeruk madu pada Benny.
setelah itu Nia langsung kembali ke dapur tanpa mengatakan apapun, dia tak ingin membicarakan apapun dengan suaminya saat ini.
"dek... kemarin siapa yang mengantarkan aku pulang," tanya Benny.
"kenapa tanya padaku, kenapa tidak tanya pada wanita yang kamu ajak bermesraan saja," kata Nia yang selesai memasak.
"kamu ini ngomong apa sih?" tanya Benny yang masih belum ingat apapun.
Nia memilih makana di halaman belakang, dia menikmati waktunya dengan santai.
bagaimana tidak, dia tak ingin ada yang mengganggunya saat ini, setelah dia selesai makan.
dia langsung mencuci piring dan masuk kedalam kamar, Benny masuk dan mandi.
dan disaat itulah Benny mengingat Semuanya, bagaimana dia di tantang untuk minum bersama teman-temannya.
dan wanita yang berada di sampingnya adalah Aida, otomatis dia tau jika istrinya itu sedang marah.
dia segera selesai mandi, saat dia keluar dia melihat sosok istrinya itu sedang menonton film di ponselnya.
"sayang... aku.kabuk semalam dan itu tak seperti yang kamu bayangkan," kata Benny panik.
"memang apa yang aku bayangkan, baiklah begini saja, jika aku memaafkan mu, apa bisa mas membungkam semua mulut tetangga yang julid itu, bahkan tadi saja aku dan ibu di hina di tempat sayur karena ulah mu dan mantan mu yang janda itu!!" teriak Nia marah.
"tapi aku hanya merangkulnya," kata Benny yang ingat hanya sebatas itu
"kamu ingat begitu, tapi dia memamerkan aksi panas kalian, lihatlah betapa menikmatinya kalian berdua, apa setipis dan selemah itu cinta mu mas, sekarang kamu tau kenapa aku tak suka kamu yang seorang pemabuk," kata Nia yang menaruh ponsel suaminya itu ke dada Benny.
__ADS_1
dia pun melihat isi ponsel itu dan betapa terkejutnya dia melihat hal itu, dia bercumbu mesra dengan Aida tanpa tau malu.
itu pun di saksikan semua orang di pesta resepsi pernikahan temannya, sedang di sisi lain.
Aida juga tak kalah menjadi hujatan karena wanita itu melakukan hal memalukan seperti itu bersama suami orang.
"lihatlah janda satu ini, cih... tak tau malu, suaminya mati muda karena ngenes di peras habis olehnya, sekarang dia menggoda Benny karena sudah kaya, bahkan tanpa dosa melakukan hal mengelikan," kata seorang wanita.
"iya tuh Bu, dasar janda gatel, sudahlah hati-hati saja dengannya," kata ibu yang lain.
Aida seperti tak peduli dengan hal itu, karena baginya apa yang dia inginkan harus terwujud tak peduli dia harus mengikuti siapapun.
sedang Nia memilih beristirahat saja di rumah, dan membiarkan Henny melakukan apapun yang dia inginkan.
di sisi lain kakak dari Nia yang bernama Anas ini melihat postingan di Facebook milik Aida yang memamerkan kemesraannya bersama Adik iparnya.
karena bagaimanapun Anas, dia tak mau adiknya itu terluka, jadi dia segera menghubungi kakaknya untuk membahas itu.
dan keputusan yang paling jelas adalah kebanyakan langsung pada Benny selaku orang yang ada di video.
karena itu sangat menganggu, terlebih keluarga mereka baru saja damai karena kondisi ini mereka yang tiba-tiba menurun.
Benny mencari Narto dan meminta penjelasan apa yang terjadi, Benny kaget bukan main saat tau semua dari cerita kernetnya.
dia pun segera mengajak pria itu mencari sosok yang membuatnya harus di diamkan oleh Nia istrinya.
Benny dan Narto sampai di rumah Aida yang bersebelahan dengan rumah orang tuanya.
wanita itu bahkan menyambut kedatanganku Benny dengan senyum meriah, dia tak tau apa yang akan terjadi.
"aku minta padamu, hapus sekarang juga atau aku akan membuat mu menyesal karena sudah menyebar luaskan video yang di ambil saat aku tak sadar itu," kata Benny
__ADS_1
"kenapa, karena aku sangat menyukai hasil dari video yang ku ambil itu," kata Aida.
"jangan gila Aida!!" teriak kakak wanita itu yang membela Benny, bahkan sebuah tamparan di layangkan untuk menyadarkan adiknya itu.