Diantara Dua Pria

Diantara Dua Pria
aku bisa


__ADS_3

Nia pun menghadapi kehamilan cukup baik, meski semua orang mengira jika ini adalah anak Benny.


tapi hanya Nia yang tau siapa ayah dari anaknya itu, terlebih dia tau benar jika tak mudah menghadapi tantangan jika sampai keluarganya tau siapa ayah bayi itu.


seperti hari ini, Nia yang memang perutnya mulai nampak sedang menunggu jemputan.


ya pak Amir yang sekarang mengantar dan menjemput putri tercintanya itu.


"jadi mau langsung pulang atau mau pergi dulu?" tanya pak Amir pada putrinya itu.


"kita beli bakso dulu yuk pak, aku tiba-tiba mau makan bakso dan martabak manis," kata Nia yang di acungi jempol oleh ayahnya itu.


keduanya pun bergegas pergi menuju ke langganan bakso dan martabak.


setelah membungkusnya, sesampainya di rumah Nia langsung makan.


beruntung meski Nia sedang hamil muda tapi nafsu makannya sangat baik, tapi berbeda dengan Nia.


Dimas malah seperti orang ngidam dan hanya beberapa makanan yang bisa masuk kedalam perutnya.

__ADS_1


dan itu membuatnya sangat kesulitan, pasalnya sudah seminggu ini Dimas hanya bisa makan minum goreng dan ayam goreng tanpa bumbu.


karena jika dia mencium aroma bawang maka akan langsung muntah.


sedang perlahan kabar jika Nia hamil mulai tersebar luas dan akhirnya sampai ke telinga Benny.


mendengar istrinya yang hamil sesuai dengan tanggal perceraiannya,Benny merasa senang karena menganggap jika Nia hamil dengannya.


dan itu membuat Aida tak senang, "mas kakuntak boleh kesana, karena kamu janji akan menikahiku, tapi kenapa sekarang malah mau mengunjungi wanita itu,"


"apa kamu tak tau dia sedang hamil anak ku,sedang kamu tak bisa hamil dan lagi aku harus menikah dengannya lagi, karena aku harus memiliki anak ku," kata Benny dengan egois.


"cukup sofa, jangan lupa yang naik ke ranjang ku pertama kali itu jamu, kamu yang mengancam ku untuk menikahimu, dan asal kamu tau bagaimana pun aku masih mencintai Nia yang sudah menemaniku selama ini, lagi pula aku merasa jika rezeki ku bersama Nia itu lebih lancar dan aman, di banding dirimu, sudah boros taunya hanya menghabiskan uang, kenapa kau tak menjual dirimu saja untuk menghidupi kedua anak mu yang parasit itu," marah Benny.


"mas jangan keterlaluan, mereka itu anak yatim, dan kamu jahat!!"


"mereka sudah besar, sudah delapan belas tahun dan tujuh belas tahun, dan putra terkecil mu juga di bawa keluarga jauh mu, dan yang jahat itu aku atau kamu, sudah mulai detik ini aku Benny Hartono, menjatuhkan talak pada mu Aida Sulastri, dan aku mengharamkan diri ku menyentuh mu, jadi sekarang kamu pergi dari sini," usir Benny yang tak mau berurusan dengan wanita itu lagi.


sedang di sisi lain, Nia benar-benar menikmati hidupnya sebagai calon ibu yang bekerja.

__ADS_1


meski kadang juga terasa lelah, tapi mengingat ada bayi yang begitu dia impikan dia jadi semangat.


hari ini Dimas pulang karena sedang libur dari perusahaan, dia ingin menemui Nia.


jadi dia meminta izin pada pak Amir untuk menjemput Nia, dan tentu saja pak Amir mengizinkan karena dia juga ada keperluan bersama Bu Sholihah.


Dimas membawa mobil dan di dalam mobil itu banyak kotak-kotak asam Jawa.


ya itu satu-satunya camilan yang bisa masuk ke mulut Dimas saat ini, terlihat rombongan dari para pegawai sudah keluar.


Dimas turun dan langsung bergegas pergi menuju ke arah Nia, dan saat sudah berpapasan, Dimas kaget melihat sosok Nia dengan perut yang cukup besar.


"dek kamu..." lirih Dimas yang tak percaya.


"sudah lima bulan," jawab Nia mengusap perutnya.


Dimas seperti orang bodoh mulai menghitung saat mereka melakukannya dan semua kecebong Dimas berakhir di rahim Nia.


"itu..." kata dimas tak percaya.

__ADS_1


Nia mengangguk seraya mengusap perutnya dan tersenyum, "Nia aku datang menjemput mu, istri dan calon anak ku," kata Benny yang membuat Dimas dan Nia menoleh dengan tatapan marah.


__ADS_2