Diantara Dua Pria

Diantara Dua Pria
berangkat pergi


__ADS_3

Nia sudah memakai bajunya lagi, dan Dimas juga sudah siap, saat Nia sedang melihat laptop dinas.


tiba-tiba adik Dimas yang perempuan masuk begitu saja karena mencari Nia dan dimas yang tak ada di rumah


"ya tuhan ku kira kalian hilang atau di makan hantu karena tidak kelihatan sama sekali, memang kalian ini sedang apa?" tanya Ella dengan suara kesal.


"aku sedang melihat beberapa model cafe kekinian, karena mau jual rumah ku dan mau bikin cafe, berhubung mas Dimas itu orangnya teliti dalam kerja jadi aku minta saran, memang ada apa? apa bude mencariku?" tanya Nia.


"ya gak juga sih, oh ya mas, noh di cariin bapak, katanya mau di ajak cari kue," kata Ella.


"Hem.." jawab Dimas yang dari tadi fokus bermain ponsel di ranjangnya.


Ella benar-benar tak curiga toh keduanya juga dulu biasa main di kamar, terlebih kamar Dimas ini satu-satunya yang punya AC.


Dimas pun mengusap rambut Nia dan kemudian pergi keluar, Ella bahkan cemburu karena Nia selalu saja bisa sedekat itu dengan kakaknya.


"kamu kenapa melihat ku begitu, apa ada yang aneh ya?" tanya Nia.


"gak juga sih,aku cuma heran kalian ini kadang kayak musuh,kadang kayak orang tak kenal dan kadang seperti pasangan kekasih, jamu tau mbak Nia, saat mbak nikah, seminggu mas Dimas itu kayak orang gila, malam nangis, pagi teriak-teriak gak jelas," kata Ella.

__ADS_1


"tutup mulut mu dek, sudah pergi sana atau aku akan bilang pada Eko untuk membatalkan pernikahan mu, dan Nia ayo ikut aku ambil kue di tempat langganan ibu," kata Dimas.


"tuh kan, kalau gini saja gak bisa lepas, ingat tuh mbak Nia mafih istri orang," kesal gadis cantik adik Dimas.


"sudah dalam proses kok, cerewet," kata Dimas.


dia pun mengandeng Nia dan mengajaknya berangkat mengunakan mobil miliknya.


ya Dimas itu sebenarnya tidak kalah mapan,atau bisa di bilang lebih mapan, karena pria itu bekerja di perusahaan milik negara.


tapi dia sering tidak pulang cukup lama saat kerja itu yang menjadi nilai minusnya.


karena acara lamaran yang terjadi akan sangat mewah, sebenarnya acara itu dulu di peruntukan untuk dinas.


tapi semuanya gagal hingga Ella lulus sekolah menengah atas pun dia malah di langkahi adik-adiknya.


"mas gak kepikiran mau nikah?" tanya Nia tiba-tiba.


"kenapa bertanya seperti itu, kamu tau jika aku akan menikah, aku akan menikah dengan mu, itu saja," kata Dimas dengan sepenuh hati.

__ADS_1


"tapi aku janda bekas orang mas,"


"jangan katakan itu, kamu juga tak menjalani kehidupan yang baik, yakinlah aku hanya bisa hidup dengan ku, terlebih akan sulit jika ada wanita yang mencoba memaksa masuk karena aku sangat membencinya,"


"baiklah jika mas mengatakan itu, tapi aku harus menunggu mengurus semuanya, apa mas bisa," tanya Nia.


"tentu saja, setelah sore acara dari Ella, aku akan pergi setidaknya tiga tahun sebelum penempatan, dan aku harap perasaan mu bisa menerima ku, karena aku akan menunggu sampai kapan pun," kata Dimas.


Nia mengangguk, dan malam hari kedua kakak dari Nia juga datang menghadiri acara lamaran itu


mereka juga baru tau apa yang terjadi, tapi mereka mendukung semua keputusan Nia.


setelah acara meriah itu selesai, Dimas mengalungkan sebuah kalung berliontin hati yang tertulis namanya pada Nia.


"tolong tetap.pakai ini, jadi sewaktu aku pulang dan melihat mu, aku akan yakin jika kamu menungguku, dan aku akan melamar mu," kata Dimas


"baiklah, tapi jika kamu terlalu lama, mungkin aku akan di ambil orang," kata kita cuek.


"kalau begitu aku akan menunggu mu sampai maut menjemput ku jika bokeh," kata Dimas yang memang tak bisa menerima orang lain selain Nia.

__ADS_1


__ADS_2