
Nia tau siapa pria yang cocok untuk di tanya tentang masalah pembelian ruko, tentu saja itu Dimas.
akhirnya karena hari itu pulang agak sore, Nia menghubungi Dimas dan berjanji temu di ruko yang akan Nia beli dengan uang belanja dari suaminya.
tentu saja itu bukan uang belanja bulanan untuk rumah, pria itu sudah datang terlebih dahulu ternyata.
"kamu telat dek,"
"maaf aku tadi masih ada yang harus di antar, apa mas sudah melihat semua yang ada di dalam sana?" tanya Nia yang memang selalu percaya pada pria itu.
"sudah, semuanya baik dan aman, oh ya kalau kamu beli Tiko ini jangan di buat toko Frozen dek, tapi di buat kafe dengan konsep yang modern, terlebih kamu juga pintar memasak," kata Dimas.
"tidak usah deh mas, aku butuh usaha yang tak terlalu membutuhkan kedatangan ku, karena aku tak mau membuat suamiku curiga," kata Nia.
"tapi kenapa kamu ingin melakukan ini, bukankah kamu selalu percaya dan tidak ada pikiran yang aneh-aneh pada suamimu?"
"tentu saja mas, tapi aku ingin jadi wanita mandiri," jawab Nia.
akhirnya mereka pergi dari ruko itu, dan akhirnya Nia memutuskan untuk membelinya tapi hanya akan menyewakannya.
karena dia tak mau ribet sesuai usulan dari Dimas, dan nanti pria itu yang menyatukan penyewa ruko.
sekarang keduanya sedang duduk di sebuah kafe untuk ngopi dan membahas semuanya.
Dimas memesan semua kesukaan Nia, bahkan sampai jenis kopi saja pros itu tau.
Nia tak menyangka jika Dimas ini sampai segitunya dalam membuatnya menjadi tuan putri.
sedang di rumah, Benny baru sadar dan terkejut dengan apa yang telah dia lalui.
__ADS_1
dia kaget melihat ada sesosok wanita yang terbaring di sampingnya tapi itu bukan Nia.
"Aida ... apa yang telah kamu lakukan?" tanya Benny syok.
"kenapa kamu tanya begitu, jakunyang menyeret ku dan memaksa ku untuk melayani mu, dan sekarang kamu mengatakan hal aneh apa?" tanya Aida.
Benny pun ingat jika dia tadi menerima tamu yaitu sifat, dan mereka duduk dan membicarakan tentang kasus kemarin.
tapi tiba-tiba Benny tak bisa mengontrol dirinya, dia pun hanya bisa bangkit dengan gugup dan mencari baju mereka.
"cepat pulang, istriku bisa pulang sewaktu-waktu, jangan membuatku dalam masalah," marah Benny yang melalui itu tanpa sadar.
"apa... kamu membuatku jadi orang gila, kamu yang membuatku seperti ini, tapi kenapa kamu tak ingin mengakui jika kamu masih mencintai ku," kata Aida yang menarik lengan Benny.
"lepaskan dan pulang lah, aku tak mau istriku melihat mu di sini dengan kondisi seperti ini, pergi kita bahas besok aku akan menghubungimu," kata Benny.
dan akan sesegera mungkin bisa mendepak Nia dari sisi pria itu, pasalnya Benny itu orang yang paling tak bisa melanggar janjinya.
jadilah dia punya kesempatan,Aida pun segera pulang dan bersikap tak ada apa-apa.
sedang Benny panik segera mengganti sprei kamar dengan yang baru, dia tak mau konyol dengan meninggalkan jejak.
karena Nia ini sangat teliti akan sesuatu hal, dan nanti dia bisa berbohong atas sprei yang harus di ganti.
Nia merasa jika sudah cukup sore, "mas aku pamit pulang ya, sudah jam enam, aku takut nanti mas Benny mencariku, oh ya terima kasih atas semua bantuannya,"
"tentu dek, apapun untuk mu, oh ya tadi aku pesan donat sebentar," kata Dimas yang mengambil semua pesanannya.
Nia kaget saat melihat Dimas membawa donat dan hadiah, "selamat ulang tahun dek, semoga apapun yang kamu inginkan, bisa tercapai ya," kata Dimas
__ADS_1
Nia pun tak menyangka akan mendengar ini dari seseorang, pasalnya dari pagi belum ada satu pun yang mengucapkan selamat hari jadi padanya.
"teriak kasih," kata Nia yang langsung meniup lilin.
Dimas tersenyum dan memberikan hadiahnya dan setelah itu mereka berpisah.
Nia menuju ke rumah, ternyata Benny sudah menunggunya dengan wajah dingin.
"dari mana saja kamu, ini sudah malam dan kamu keluyuran di luaran sana, kamu mau cari manuk baru hah!!" bentak Benny yang gugup karena takut sesuatu.
"kamu kenapa mas, aku tadi sempat makan di luar dengan teman ku, apa salah," kata Nia yang ingin masuk kedalam rumah.
"Nia kamu berani melakukan itu tanpa izinku, Nia kamu itu jangan jadi wanita tak tau diri Nia, ingat aku itu suamimu dan aku berhak atas dirimu!!"
"cukup mas!! apa kamu tau jika aku makan di luar karena merayakan ulang tahun ku, sedang kamu saja tak ingat itu, jangan kan ulang tahun ku, mas bahkan tak bisa menyebutkan namaku secara utuh bukan!" marah Nia yang tak suka dengan sikap Benny yang tiba-tiba marah tanpa alasan begini.
Benny diam, "apa maksudnya dengan aku tak bisa menyebutkan nama mu?" tanya Benny.
"menurut mu, sekarang buktikan siapa nama lengkap ku?" tanya Nia yang membuat Benny diam lagi.
"lihatlah, kamu itu suami mas, bahkan nama istrimu yang tiga tahun setengah menemanimu pun aku tak ingat sedikit pun," kata Nia yang tersenyum kecewa.
dia langsung masuk kedalam rumah, dan bnny baru saja menambah kekecewaan Nia padanya.
dia masuk kedalam kamar, dan langsung mandi setelah selesai tanpa sengaja kaki Nia menginjak sebuah Bros bunga.
dia heran melihat Bros bunga itu, karena dia sendiri tak pernah memakai Bros saat mengenakan jilbab.
"ini milik siapa, aku tak pernah memiliki Bros seperti ini," gumam Nia.
__ADS_1