
"Apa ini?" tanya Alex.
"Daftar belanja, ya bukanlah... itu alamat rumah si Amir!" ketus Aliya.
"Iya, aku tau, aku tak buta, yang aku tanyakan kenapa ini kau berikan kepadaku?"
Alex mulai terlihat gusar.
"Kita ke alamat ini, aku akan menemui ayahku, aku sangat ingin tau apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa ia sampai bangkrut seperti itu," ucap Aliya.
"Aarrgghh... ingin rasanya aku membunuhmu sekarang ini," keluh Alex.
"Ya sudah, bunuhlah aku!" Aliya menggumam seraya memilin ujung kausnya dan menundukkan kepalanya.
Alex hanya terdiam dan melajukan mobilnya.
Kurasa, Alex tak akan membawaku menemui ayahku, apa aku nanti menghubungi Amir saja, ya....
Batin Aliya seraya memandangi langit cerah dari kaca jendela mobil milik Alex. Barisan kendaraan terlihat berjalan mundur dari mobil yang di kendarainya. Alex memang melajukan mobilnya lebih cepat dari biasanya.
Rasa kantuk melanda gadis itu. Kedua matanya ia usahakan bertahan melawan beratnya mengangkat kelopak matanya yang selalu ingin turun. Sampai akhirnya ia menyerah dan terpejam. Mulai terdengar dengkuran dari bibirnya karena efek lelah mengurus rumah Alex.
Alex menghentikan laju mobilnya di sebuah rumah besar bernuansa gaya rumah eropa.
Terlihat sebuah kendaraan sedan hitam yang sporty keluaran terbaru baru sampai dan masuk ke dalam rumah tersebut. Alex melihat Amir kala ia membuka jendela mobilnya dan menyapa si penjaga.
"Hmmm... besar juga ya rumahnya," gumam Alex lalu ia perhatikan wajah Aliya dengan seksama.
Sesekali ia tertawa mendengar dengkuran gadis itu. Alex mengeluarkan ponselnya lalu ia mulai merekam wajah Aliya yang tertidur pulas sambil mendengkur.
"Hahahaha... lucu sekali," lirihnya.
__ADS_1
Tanpa sadar mulut Aliya mulai terbuka sedikit demi sedikit menganga. Mengalirlah air liur yang menetes di ujung bibirnya menuju ke bahunya dan mendarat di sana meninggalkan bekas air liurnya.
"Ya, ampun... dia ngiler, hahahaha..." Alex makin tertawa saat merekam video Aliya yang sedang tertidur.
"Jangan, jangan monster bodoh, jangan kau bunuh aku!"
Aliya mengigau di sela tidurnya sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Aliya membayangkan seorang Alex akan menembaknya dengan pistol besar.
"Astaga dia mimpi mau dibunuh monster, hahahaha... ini menggelikan."
Alex memegangi perutnya yang sakit karena tak henti-hentinya ia menertawakan kelakuan Aliya saat tidur.
"Tidak, jangan kau bunuh aku monster Alex, aku akan lakukan apa saja untukmu, kumohon jangan bunuh aku."
Aliya makin meracau tak jelas. Ia naikkan kedua kakinya ke atas jok mobil sambil meringkuk. Alex makin tertawa melihat kelakuan Aliya, sampai ia tersadar akan sesuatu.
"Dia bilang apa barusan, monster Alex... astaga dia membayangkan aku yang jadi monsternya!" pekik Alex lalu memukul pipi Aliya untuk membangunkannya.
"Ya ampun, iyuh ini bau sekali." Alex sempat mencium bau dari punggung tangannya lalu ia bersihkan dengan tisu di atas dashboard mobil.
"Hoam... ada apa sih, ribut banget," ucap Aliya seraya merenggangkan tubuhnya ke atas.
"Dasar jorok! udah tidurnya ngorok eh taunya ngiler juga, untung aja... cantik," ucap Alex dengan merendahkan suara saat ia mengatakan cantik dan tak menoleh ke arah Aliya.
"Masa sih aku ngorok? masa iya aku juga ngiler, pasti kamu bohong?" Aliya masih tak menyangka dan tak percaya dengan pernyataan pria di sampingnya itu barusan.
Alex lalu menunjukkan layar ponselnya ke hadapan wajah gadis itu.
"Astaga... itu benar-benar aku ya, hehehe." Wajah Aliya langsung merona karena malu.
"Cium aja nih bahu kamu!" ucap Alex menunjuk bahu kanan Aliya.
__ADS_1
"Emang kenapa sih, orang gak... hehehe... Iya, ya bau, berarti aku ngiler ya?"
"Perlu dijawab, hah?!" bentak Alex.
"Begitu aja marah, eh ngomong-ngomong ini di mana? kok bagus sih, bersih elite gitu gak kaya rumah kamu jorok," ejek Aliya.
"Besok pergi ya dari rumahku!"
"Begitu aja ngambek, gak pantes tau gak!" seru gadis itu.
"Ini rumah siapa jadinya?" tanya Aliya.
"Tadi kamu mau minta di bawa kemana?"
"Rumah Amir." jawabnya.
"Ya, ini rumahnya."
"Huaaaaa gede banget rumahnya, bagus banget ckkckckckc..." Aliya berdecak kagum.
******
To be continue...
See you next chapter.
Jangan lupa like, komen dan rate bintang 5...
Bantu promote ke semua teman-teman kalian semua ya ajak mampir...
Thank you sayang-sayangnya Vie...
__ADS_1
Love you all 😘😘😘