Diculik Cinta

Diculik Cinta
chapter 32 - Fly High


__ADS_3

Alex dan Amir lalu menyusul langkah kedua pria gemulai tadi menuju ke dalam bar Fly High juga. Sampai di dalam sana Alex memberi perintah pada Amir agar membayar tiket masuk.


"Harus aku, ya?" gumam Amir dan Alex menganggukkan kepalanya mengiyakan.


Alex menepuk bahu polisi itu dan merangkulnya saat masuk ke dalam. Mereka memilih tempat duduk yang di lantai dua sehingga bisa mengamati gerak - gerik Yang terjadi di lantai bawah bahkan lantai dansa.


Bangunan Bar Fly High itu sangat luas memiliki lima lantai. Di sana terdapat beberapa area dansa yang terdapat sebuah sangkar besar yang berisi satu atau dua orang yang menari dengan pakaian minim menggoda para pria. Di lantai tengahnya terdapat panggung tempat para wanita dan pria lainnya berlenggak-lenggok memperagakan busana renang terbaru karya Nona Marie.


Di bagian sudut-sudut ruangan ada meja bar yang menyediakan aneka minuman keras bagi pelanggan yang datang. Di dalam gedung itu juga terdapat kamar yang disediakan layaknya hotel lengkap dengan fasilitas pria atau wanita pekerja se*s komersil. Ada juga tiga ruang karaoke yang berada di lantai dua.


Sedangkan di lantai tiga dan empat dijadikan tempat penginapan. Dan lantai paling atas digunakan sebagai tempat utama atau kantor Tuan Abraham dan Nona Marie pastinya. Alex sendiri sudah memegang denah dari gedung tersebut dari kawannya yang pernah bekerja di sana.


Dua orang perempuan berpakaian minim datang menghampiri Alex dan Amir. Mereka menggoda keduanya. Tapi Alex bertahan tak menggubris wanita-wanita tersebut. Sementara Amir malah tergoda dan ikut turun berdansa. Alasan Amir melakukan itu agar ia bisa lebih dekat dengan kawanan anak buah yang diduga anak buah Tuan Abraham. Amir mantap mengikuti irama jedag jedug yang tercipta di dalam bar besar tersebut.


Tiba-tiba pandangan Alex tertuju pada seorang wanita bergaun warna hitam dengan belahan dada yang rendah dan berada di atas lutut. Wanita itu merotasikan kedua matanya berkeliling. Ia sibakkan sebagian rambutnya dan diselipkan ke belakang telinga.


"Astaga, itu kan Marie," ucap Alex yang melihat Nona Marie masuk ke dalam bar bersama para ajudannya.


Di belakang wanita itu muncul ayahnya Tuan Abraham yang bersanding dengan dua wanita di kanan dan kirinya. Laki-laki yang bernama Tuan Abraham itu bertubuh tegak dengan cambang da janggut yang menyatu lebat. Ia menggunakan kaca mata hitam. Ketika ia duduk, ia menghisap cerutu di tangannya.


Alex berusaha menyembunyikan wajahnya tapi sayangnya Nona Marie sudah menangkap wajah Alex saat menatap ke lantai atas. Wanita itu tersenyum melihat Alex. Nona Marie lalu memerintahkan Kalia agar membawa Alex ke hadapannya. Tak butuh waktu lama, Kalia langsung mengiyakan perintah Nona Marie. Laki-laki gemulai itu menaiki anak tangga menuju Alex yang sudah tak bisa berkutik tak bisa kemana-mana lagi.

__ADS_1


"Hai, Alex. Aku baru ini melihatmu di sini. Ayo ikut aku, Nona ingin kau bersamanya," ucap Laila tersenyum genit pada Alex.


"Hadeh... kenapa bisa pas lagi ketemu sama ini orang," gumam Alex.


Alex terpaksa turun mengikuti Kalia dan keberadaannya langsung disambut oleh Nona Marie. Wanita itu memeluk Alex dan memberi hadiah kecupan di pipi kanan dan kiri Alex. Ia memperkenalkan Alex pada ayahnya, Tuan Abraham seraya melingkarkan lengannya di lengan Alex. Sebenarnya laki-laki itu sangat risih, namun ia mencoba bertahan untuk mencari informasi mengenai pembunuhan Tuan Sahid.


Amir terpana dan menyimak pertemuan Alex dan Nona Marie tersebut. Ia lalu mengeluarkan ponselnya untuk menangkap gambar secara diam-diam.


Alex duduk di samping Nona Marie, sesekali wanita itu meraba paha Alex dengan tersenyum menggoda. Berkali-kali juga Alex menahan napas dan menghela napas panjang karena terlalu risih.


"Jadi, darimana asal mu dan siapa orang tuamu?" tanya Tuan Abraham.


"Saya hanya anak yatim piatu yang ditemukan Tuan Edi, jadi saya tidak tahu siapa orang tua saya," sahut Alex.


"Kelihatannya kau sangat menyukai pemuda ini," ucap Tuan Abraham seraya tertawa.


"Tentu saja, kau juga menyukai aku kan, Alex?" Marie Abraham menoleh pada Alex dan mengharap jawaban iya dari pria itu.


Cairan saliva di dalam tenggorokan Alex terasa sangat berat untuk ditelan, seolah ada buah kedondong yang berada di sana untuk dia telan secara utuh. Kegalauan langsung melanda Alex, dia sangat bingung kenapa Nona Marie bisa sangat agresif seperti ini.


"Alex... Kau juga menyukai aku, kan?" tanya Nona Marie.

__ADS_1


Lalu, setelah hening cukup lama akhirnya pria yang sedang berada di bawah tekanan dan keringat dingin itu menjawab.


"Iya," jawabnya, akan tetapi saat menjawab iya kepala Alex malah menggeleng yang sontak saja membuat siapapun yang melihatnya langsung menatap tajam dan keheranan pada Alex.


"Apa maksudnya, Alex?" tanya Nona Marie.


*******


To be continue...


Mampir juga ke Novelku lainnya.


- Pocong Tampan


- With Ghost


- 9 Lives


- Kakakku Cinta Pertamaku


- Forced To Love

__ADS_1


- Anta's Diary


Vie Love You All...


__ADS_2