
"ALIYA... ALIYA...! BUKA PINTUNYA!"
"Itu suaranya Alex," lirih Aliya yang masih mencoba mendorong tubuh Amir tapi tak bisa. Darahnya terasa mengalir panas karena pengaruh obat Blue Wizard itu.
Alex terus menggedor pintu suite room itu meskipun dua penjaga mencoba menahan Alex. Pertarungan Alex dengan dua penjaga itu tak bisa ia hindari lagi. Salah satu penjaga terlempar menghantam kaca jendela sampai pecah lalu jatuh menimpa mobil yang sedang terparkir.
Salah satu penjaga masih bertarung sengit dengan Alex dan berakhir dengan hantaman patung seorang dewi yang dipajang di pintu masuk. Pria penjaga itu tak sadarkan diri. Alex yang mendapatkan pistol dari si penjaga menembakkan peluru itu merusak kunci ruangan tersebut lalu mendobrak pintu tersebut.
Dor!
Alex menembak ke arah sofa mengejutkan Amir yang sudah membuka pakaiannya itu. Amir yang terkejut karena tembakan di sofa itu langsung bergerak menghindar.
"Gue masih bisa tahan tembakan pertama yang kedua nanti tuh peluru sampai ke otak Lo!" ancam Alex.
"Hai, Sayang..." ucap Aliya yang masih setengah sadar merangkak memeluk Alex. Gadis itu hanya mengenakan pakaian dalam.
"Kurang ajar Lo, Mir!"
"Gue tau Aliya itu bukan istri Elu, ya kan? Kalian cuma berbohong!" Amir berteriak menunjuk Alex.
"Bukan urusan Lo, tapi gue bakalan tetep jagain Aliya dan jadiin dia istri gue!" seru Alex.
"Aliya milik gue, dia calon istri gue! Ayo kita bertarung tanpa senjata!"
Alex melempar pistol di tangannya dan bersiap meladeni pertarungan melawan Amir. Pukulan demi pukulan tercipta. Wajah keduanya penuh luka dan lebam. Tendangan juga bersahutan dari keduanya. Sampai Amir memukul Alex dengan vas bunga dan membuatnya jatuh ke lantai. Darah mengalir dari kepala Alex yang terluka.
Dengan segenap kekuatannya, Alex mendorong tubuh Amir sampai menghantam kaca jendela itu dan membuat pria itu jatuh menimpa meja tamu di lantai bawah. Teriakan para wanita terdengar seiring dengan beberapa tamu yang berhamburan menghindar.
"Apa yang terjadi?" tanya Nona Marie dengan nada geram.
"Seseorang jatuh dari kamar suite room, Non."
__ADS_1
"Segera periksa dan amankan daerah itu!" perintah Nona Marie.
Alex meraih dress Aliya dan membantu gadis itu memakai pakaiannya. Namun, saat Alex membantu gadis itu berpakaian terdengar desahan Aliya yang bahkan melayangkan kecupan bibirnya di leher Alex. Gadis itu melingkarkan kedua tangannya di leher Alex.
"Aliya, hentikan!" pinta Alex.
"Aku milikmu, kau milikku," bisik Aliya dengan desahan yang menggoda.
Alex segera memanggul tubuh Aliya di bahunya dan membawanya pergi segera menuju parkiran. Nona Marie melihat kejadian itu.
"Alex, apa yang kau lakukan?" tanya Nona Marie dengan nada geram dan bertolak pinggang.
"Maaf, aku harus membawanya pergi," ucap Alex yang mengancam para penjaga Nona Marie dengan todongan pistol di tangannya.
"ALEX...!!!"
Teriakan Nona Marie tak didengarkan oleh Alex yang berlalu begitu saja meninggalkan bar tersebut. Pria itu segera membawa Aliya ke dalam mobilnya lalu melaju pergi.
"Aliya sadar, kamu tuh ya," pekik Alex.
Aliya hanya tertawa, pandangannya kabur menatap Alex seraya menyentuh dirinya sendiri sambil mendesah.
Alex menepi menghentikan laju mobilnya.
"Kamu dikasih apa sama Amir?" tanya Alex mencoba menepuk-nepuk pelan pipi gadis itu.
"Minum jus jeruk, hehehe... panas banget nih gerah, sentuh aku Alex, monster tampanku!" ucapnya meracau.
"Gila, pasti Amir kasih kamu obat perangsang nih."
"Lex, sentuh aku!" pinta Aliya seraya menarik kedua tangan Alex sampai menyentuh ke area sensitif miliknya.
__ADS_1
"Aliya, sadarlah, kamu itu..."
"Minta disentuh, ya kan?" Aliya makin menggoda Alex bahkan ia mulai duduk di pangkuan Alex lalu menyerang wajah dan leher Alex dengan bibirnya.
"Aduh, ini udah kelewatan, adek gue bangun," gumam Alex.
"Aliya!" bentak Alex.
Alex membanting tubuh Aliya kembali ke kursi samping kembali. Aliya masih tak tahan juga dengan hasrat yang sudah memuncak itu. Aliya mencoba menyerang Alex kembali, tapi tangan kiri Alex menahan dahi gadis itu agar tak bergerak maju. Sementara tangan kanan pria itu meraih ponselnya dan mencari sebuah tempat di mesin pencarian berbasis internet di layar ponselnya.
"Ketemu," ucap Alex lalu mengikat tubuh Aliya dengan sabuk pengaman sementara ia fokus menyetir melajukan mobil itu menuju ke tempat tujuannya.
Alex berkali-kali mencoba menepis tangan Aliya yang selalu berusaha menjamah tubuhnya.
*******
To be continue...
Mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Anta's Diary
__ADS_1
Vie Love You All...