Diculik Cinta

Diculik Cinta
Chapter 39 - Di Rumah Tuan Abraham


__ADS_3

Tiba-tiba Alex menekan pedal rem secara mendadak. Sebuah mobil sedan rolls royce menghadang mereka di pertengahan jalan raya tersebut.


"Apa lagi ini," gumam Alex.


Seorang wanita turun dari dalam mobil tersebut dengan memegang senapan laras panjang di tangannya. Wanita itu mengarahkan pada kaca jendela mobil Alex. Ia mengincar kepala Aliya untuk dijadikan sasaran tembakannya.


"Itu kan Nona Marie," ucap Aliya.


"Serahkan dirimu atau wanita ini mati," ancam Nona Marie.


Alex menoleh pada Aliya, lalu ia tersenyum sebelum ke luar dari mobilnya. Pria itu mengangkat kedua tangannya dan ke luar dari mobil.


"Tunggulah di sini," ucap Alex pada Aliya.


"Tapi, Lex..."


"Tenanglah, semua akan baik-baik saja, aku akan selalu menjagamu, kau tau itu, kan?"


Aliya mengangguk lemah dan mengamati Alex dari dalam mobil itu.


Dua orang anak buah Nona Marie menyergap Alex membuat pria itu berlutut. Satu orang berkepala botak itu menghantam punggung Alex dan membuat pria itu tersungkur ke tanah tak sadarkan diri.


"ALEX...!" pekik Aliya yang mencoba menghampiri Alex dan ingin menolongnya tapi Nona Marie langsung melayangkan runtutan tembakan ke aspal jalan samping Aliya menghentikan langkahnya.


"Diam di sana, atau aku akan menghabisimu!" ancam Nona Marie.


"Habis aku, aku tak perduli!" teriak Aliya yang masih mencoba menghampiri Alex.


Dor!


Kesabaran Nona Marie mulai habis dan menumpahkan kekesalannya pada Aliya dengan menebak ke arah badan wanita itu. Aliya jatuh bersimbah darah dan ditinggalkan begitu saja di tepi jalan raya yang masih sepi itu.

__ADS_1


Dua anak buah Nona Marie lalu mengangkat tubuh Alex masuk ke dalam mobil si wanita itu, lalu mobil mewah itu melaju menuju rumah besar Tuan Abraham.


***


Di dalam kamar yang bergaya klasik tapi penuh barang mahal itu, Alex terbangun di sebuah ranjang berwarna biru tanpa motif karena pantulan sinar matahari pagi yang menerpa wajahnya. Nona Marie berdiri di dekat jendela itu karena dia yang telah membuka tirainya.


"Di mana aku?" tanya Alex dengan suara lirih ia mencoba bangkit dari tidurnya.


"Di rumah ayahku, kau bersamaku sekarang. Kan sudah kubilang kau itu milikku, jadi tak ada siapapun yang boleh bersamamu, lagipula aku sudah menyingkirkannya," ucap Nona Marie dengan tersenyum sinis menjawab pertanyaan Alex.


Sedari tadi wanita itu sudah berdiri memandangi Alex dan memperhatikan setiap bentuk tubuh Alex dengan penuh kekaguman.Pakaian mini dress yang ia pakai jelas memperlihatkan lekuk tubuhnya itu. Wanita itu sengaja ingin memamerkan tubuhnya pada Alex. Wanita itu mendekat dan duduk di samping Alex dengan posisi menggoda memperlihatkan kedua pahanya yang mulai tanpa noda.


"Apa maksudmu dengan kata menyingkirkannya?" tanya Alex dengan kedua mata memicing menatap tajam ke arah Nona Marie.


"Aliya, wanita itu, aku telah... bamm... terpaksa ku layangkan peluru itu menghantam tubuhnya," ucap Nona Marie yang membuat gerakan tangan sedang menembak ke arah Alex seraya tersenyum senang.


"Apa, kau telah —"


"Kau membunuh Aliya-ku?" tanya Alex dengan cengkeraman makin kuat di leher wanita itu.


"Aaarrkk lepas, aaarrkk..."


Kedua tangan Nona Marie mencoba melepaskan tangan Alex dari lehernya. Namun, tenaga pria itu sangat kuat sampai ia tak bisa lagi menahan tekanan kedua tangan Alex di lehernya.


"Marie apa kau di sini?"


Tuan Abraham yang hendak mengajak Nona Marie untuk sarapan, masuk ke kamar tersebut dan mendapati putrinya sedang di cekik oleh Alex.


Ia segera menembakkan pistol di pinggangnya menembak punggung Alex.


"Ayah, jangan! Hentikan!" pinta Nona Marie saat melihat Alex tersungkur dengan luka tembak di punggung.

__ADS_1


"Biarkan Ayah menghabisi pria ini," ucap Tuan Abraham dengan gusar.


"Ayah, aku sangat menyukai pria ini, bahkan mungkin aku sudah sangat mencintainya," ucap Nona Marie.


"Setelah apa yang dia lakukan kepadamu kau masih membelanya, sadarlah Marie!" teriak Tuan Abraham.


"Ayah aku mohon, aku bisa membuatnya luluh kepadaku dan juga bisa membuatnya mengabdi pada Ayah, percayalah..." rengek Nona Marie.


"Kau ini benar-benar keras kepala sama seperti mendiang ibumu, tapi jika suatu saat aku melihatnya menyakitimu lagi, maka aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri," ucap Tuan Abraham lalu pergi meninggalkan Nona Marie.


Wanita itu segera memanggil para asisten rumah tangga untuk menghubungi dokter keluarga berikut peralatan medis yang sesuai untuk penyembuhan Alex. Nona Marie memilih untuk merawat Alex di rumah ketimbang harus pergi ke rumah sakit.


*****


To be continue....


Follow IG ku @vie_junaeni


Mampir juga ke Novelku lainnya.


- Pocong Tampan


- With Ghost


- 9 Lives


- Kakakku Cinta Pertamaku


- Forced To Love


- Anta's Diary

__ADS_1


Vie Love You All...


__ADS_2