Diculik Cinta

Diculik Cinta
Chapter 24 - Karena Whisky


__ADS_3

Alex tiba di sebuah tempat hiburan malam dengan alunan musik yang dibawakan oleh DJ (disc jockey) agar pengunjung bisa berjoget atau berdansa sesuai dengan alunan lagu. Di dalamnya terdapat lantai dansa dengan ukuran besar di bagian tengahnya. Ruangan itu juga bernuansa gelap yang hanya bermodalkan lampu sorot yang berputar-putar dan lampu hias lainnya.


Seorang perempuan yang usianya sudah seperti Ibunya Alex menghampirinya.


"Ini bayaranmu Lady Jasmine," ucap Alex menyerahkan amplop coklat berisi sejumlah uang pada wanita itu.


"Hmmm... sepadan dengan pengorbananku merawat anak itu selama tiga hari. Tapi dia benar-benar menyusahkan. Jangan pernah bawa anak gemuk lagi ke tempatku, pusing dan lelah aku melayani anak yang kemarin itu, nafsu makannya sangat besar," keluh Lady Jasmine dengan suara lantang.


Musik di dalam bar tersebut makin lama makin keras terdengar memekakkan telinga dengan dentuman bas yang terasa berdegup di detakan jantung. Alex hanya tertawa mendengar penuturan wanita itu.


"Ada pekerjaan lagi dari Tuan Egan, apa kau masih mau menampungnya?" tanya Alex dengan meninggikan volume suaranya juga.


"Aku akan pergi ke luar negeri, jadi tak bisa ikut andil kali ini aku carilah orang lain!" serunya.


"Okay!"


Seorang pria bertubuh tegap yang hanya mengenakan celana dalam itu menghampiri Alex dan mengusap punggung Alex sambil menari erotis.


"Hai, Alex! kau mau berdansa denganku?" tantangnya.


"Hei... June! pergilah...! Kau makin membuat orang berprasangka buruk padaku," ucap Alex memukul bokong June dengan keras membuatnya berteriak.


"Alex, kau nakal!"


June melangkahkan kakinya sambil menari menuju arena dansa.


"Apa yang kau lihat?" tanya Alex pada Lady Jasmine.


"Aku hanya teringat dengan gosip itu kalau kau..."


"Sudahlah, nanti akan ku buktikan, kalau aku pria normal," ucap Alex dengan tegas lalu menenggak segelas whisky di tangannya.


***


Setibanya di apartemen miliknya, Alex memandang Aliya yang terbaring di atas ranjangnya. Celana hot pants yang gadis itu kenakan cukup membuat dada Alex berdebar sangat kencang. Terlebih Aliya hanya menggunakan atasan kaus putih milik Alex yang bergambar tengkorak.


"Apa-apaan gadis itu, seenaknya saja memakai kaus milikku tanpa izin," gumam Alex.

__ADS_1


Botol whisky yang pria itu genggam lalu di bukanya. Ia tuangkan ke dalam gelas kristal dan ia teruskan kembali meminumnya sambil menyusun strategi penculikan anak pengusaha tambang emas yang diinginkan Tuan Egan.


Tiba-tiba Aliya terbangun dengan mata yang masih terpejam. Rasa haus mendorongnya untuk mencari segelas air, namun yang ia temukan malah botol whisky milik Alex. Tanpa sadar Aliya langsung menenggaknya sampai rasa pahit , manis dan rasa buah yang aneh di mulutnya itu menyadarkannya dan membuat ia menyemburkan whisky tersebut ke wajah Alex.


"Fuuaah minuman macam apa ini?" pekik Aliya.


Wajah pria di hadapannya itu sudah menunjukkan kekesalannya. Geram dan marah menghinggapi Alex yang terdengar mendengus kesal menatap Aliya.


"Kenapa wajahmu basah seperti itu?" tanya Aliya dengan polosnya tanpa sadar kalau ialah penyebab basahnya wajah Alex.


"Kau benar-benar idiot atau memang tak punya otak, sih?"


Alex mengubah posisi duduknya menjadi berdiri, lalu melangkah mendekat ke arah Aliya.


"Kenapa kau jadi bau seperti ini sih?" tanya Aliya yang mencium bau whisky dari mulut dan wajah Alex.


Tak ada jawaban dari Alex. Ia hanya menatap tajam ke arah gadis tersebut. Kedua bola matanya bagaikan ingin keluar dari sarangnya menatap Aliya.


"Hah, hah, hah, kok mulut aku juga bau ya?" Aliya mencium embusan nafasnya sendiri di telapak tangannya.


"Wah hebat! Kenapa kau bisa membelah diri seperti itu?" tanya Aliya menunjuk Alex.


Kepalanya mulai terasa pusing dan tubuhnya mulai goyah. Aliya tak pernah minum whisky sebelumnya. Jadi, meskipun ia baru meminum sedikit, ia sudah merasa mabuk dan tak bisa mengendalikan dirinya sendiri.


"Kenapa kau?" tanya Alex.


Botol whisky yang Aliya genggam terjatuh dan sisa air di dalamnya tercecer ke lantai. Aliya yang sempoyongan seraya memegang kepalanya tak sengaja terpeleset dan jatuh menimpa Alex.


"Hehehe... kenapa ya, aku sering sekali jatuh menimpamu," ucap Aliya sambil tertawa.


"Hmmm... dasar gadis idiot, baru minum sedikit saja sudah mabuk," gumam Alex.


"Aku mabuk? hahaha yang benar saja, masa iya aku mabuk," sahut Aliya.


Alex berusaha mengangkat tubuh gadis di atas tubuhnya itu.


"Aaahhh sudahlah, biarkan seperti ini, aku menyukai dada bidang ini," ucap Aliya seraya memainkan put*ng dada milik Alex.

__ADS_1


"Hei! apa yang kau lakukan?" Alex menepis tangan Aliya lalu berusaha lagi mengangkat tubuh gadis itu, namun tetap saja Aliya tak mau beranjak.


"Tunggu dulu, kau harus merasakan pembalasanku."


Aliya menghampiri leher Alex lalu menggigitnya dengan kencang sampai Alex berteriak. Kedua tangan Alex meremas bahu Aliya dengan cengkeraman kuat. Namun saat Aliya beralih ke sisi leher satunya untuk menjilatnya, ia terdiam begitu saja.


Gadis itu kemudian menghisap leher pria tersebut dan meninggalkan bekas kepemilikan ke tempat yang berbeda sampai ke bagian dada bidang milik Alex. Untuk sesaat Alex menikmati sensasi menggairahkan yang Aliya ciptakan malam itu.


Gadis yang mabuk itu tak menyadari telah membangunkan harimau yang sudah tertidur terlalu lama itu.


Hasrat seorang pria yang sudah lama ia pendam itu sebenarnya sangat menginginkan kegiatan liar itu berlangsung lebih lama dan makin intim, namun pikiran Alex mendadak melarangnya.


"Kau mabuk Aliya, aku tak ingin mengambil kesempatan mencumbu seorang gadis yang mabuk," ucapnya menguatkan diri untuk menepis Aliya, lalu membopong gadis itu dan membanting tubuhnya ke atas ranjang.


"Kau... kau benar-benar menyebalkan...! apa aku terlalu buruk sampai kau tak menyukaiku, hah?" Aliya meracau tak jelas seraya menunjuk ke arah Alex, bahkan ia melempari pria tersebut dengan bantal.


Alex berusaha untuk tak perduli dan masuk ke dalam kamar mandi mengunci dirinya.


"Kau terlalu berharga untukku, Aliya..." lirih pria itu.


*******


To be continue...


Mampir juga ke Novelku lainnya.


- Pocong Tampan


- With Ghost


- 9 Lives


- Kakakku Cinta Pertamaku


- Gue Bukan Player.


Vie Love You All...

__ADS_1


__ADS_2