
Di pemakaman Tuan Sahid, Amir menarik lengan Alex dan membawanya menjauh dari area pemakaman.
"Katakan padaku, apa yang kau lakukan di luar sana sampai membuat Ayah Aliya terbunuh?" tuduh Amir yang mencengkeram kerah Alex.
Alex menepis cengkeraman tersebut.
"Aku tak tau apapun," sahut Alex.
"Jangan bohong! pihak keamanan rumah sakit bilang kau meminta rekaman cctv kan dan memang ada seorang misterius yang keluar dari kamar Tuan Sahid. Kenapa kau ingin tahu, apa yang ingin kau sembunyikan atau kau coba tutupi?" hardik Amir.
"Aku tetap tak mengerti apa yang kau tuduhkan, aku hanya curiga dengan kesaksian Suster Amanda, dan kecurigaanku benar, Tuan Sahid dibunuh, bukan mati karena sakitnya," ucap Alex.
Amir terdiam mendengar pengakuan Alex. Biar bagaimanapun juga dia tak ada bukti untuk menyeret nama Alex.
"Harusnya itu tugasmu menyelidiki siapa pembunuh Tuan Sahid," ucap Alex.
"Apa Aliya tau mengenai pembunuhan ayahnya ini?" tanya Amir.
"Dia tak tahu, sebaiknya jangan beri tahu, dia pasti akan gegabah segera mencari tahu apapun yang berhubungan dengan pembunuhan ayahnya dan karena dia ceroboh, dia pasti bisa mati konyol karena itu," ucap Alex.
"Iya aku tahu sifatnya. Oleh karena itu, berikan Aliya padaku, biarkan aku yang menjaganya, Tuan Sahid kan ingin aku menikahi Aliya dan bekerja sama dengan ayahku menyelamatkan perusahaanya." Amir menantang Alex dengan tatapannya.
"Cih, apa kau tak berpikir sebelumnya, kalau kau bisa membantu menyelamatkan perusahaannya kenapa bisa kau biarkan Tuan Sahid berjudi dan membuat perusahaan itu jatuh ke tangan Nona Marie?"
Amir terdiam, ia memang tak punya jawaban akan pertanyaan Alex itu.
Alex menatap Amir dengan sinis, wajah smirk terpampang di wajah Alex seraya melangkah menuju pemakaman kembali. Namun, ia menghentikan langkahnya seketika karena teringat sesuatu hal.
"Apa kau tau Bapak Polisi Amir yang terhormat..."
Amir menoleh pada Alex dan menyimak raut wajah sinis milik Alex itu.
"Sebelum Tuan Sahid meninggal, ia titipkan Aliya padaku, dan aku berjanji akan menjaganya."
Alex lalu melangkahkan kakinya menjauh dari Amir dengan wajah penuh senyum kemenangan. Tangan kanannya masuk ke dalam saku celana. Ia berjalan penuh pesona layaknya seorang model pria yang berjalan dengan kerennya di atas catwalk.
Sementara di tempat tadi berpijak, Amir meninju batang pohon di sampingnya dengan kesal seraya berucap, "Kurang ajar kau, Alex!"
__ADS_1
***
Setelah pemakaman usai, Aliya dan Alex kembali ke apartemen. Gadis itu masih terlihat termenung dan tak mau makan sama sekali. Sesekali gadis itu menangis mengingat kenangan masa kecilnya bersama ayahnya dan ibunya.
Alex menatap Aliya di tepi jendela apartemen itu. Pria itu bersedekap di hadapan gadis itu.
"Kenapa kau tak makan nasi goreng itu?" tunjuk Alex.
"Aku tak lapar," sahut Aliya.
Gadis itu malah mendekatkan wajahnya ke kaca jendela. Ia bermain dengan embusan napasnya di kaca tersebut sambil membuat lukisan yang hanya ia mengerti.
"Kalau kau tak makan, lalu sakit, nanti kau mati, kau mau?" tanya Alex.
"Hmmm... biasanya kau mengancam akan membunuhku, tapi ini malah menyuruhku agar makan supaya tak mati," lirih Aliya.
"Ayolah, aku kan sudah berjanji pada ayahmu untuk menjagamu, dia pasti tak ingin kau mati, jadi aku harus menjagamu agar jangan mati."
Aliya menoleh pada Alex.
"Ya terpaksa, aku akan menjagamu," sahut Alex tak berani menatap gadis itu.
"Huh, hanya terpaksa, kupikir kau akan benar menjagaku dan... menikahiku..."
"Apa, kau bilang apa barusan?" Alex mencoba menegaskan kembali pendengarannya.
"Hmmm... sayangnya ayahku pikir kita sudah menikah. Tapi kan itu tidak benar. Coba kau bayangkan Ayah pasti akan sedih karena hal itu. Apalagi nanti saat aku benar-benar menikah tak akan ada Ayah yang akan mengiringi pernikahanku, huaaaaaa...."
Tangisan Aliya makin meledak. Bahkan ia mencurahkan semua tangisannya di dada Alex tanpa sengaja. Kaus putih yang dikenakan pria itu basah karena air mata dan cairan lendir dari hidung Aliya, karena beberapa kali Aliya menyisihkan cairan hidungnya keluar menggunakan kaus yang dikenakan Alex.
Tadinya Alex mau marah dan merasa kesal, namun reflek kedua tangannya tak sejalan dengan perintah otaknya. Bukannya memarahi Aliya dan menghempas gadis itu, kedua tangan Alex malah memeluk gadis itu seraya menepuk-nepuk pelan punggungnya.
Awan mendung nan kelabu terlihat di langit. Lama kelamaan menghasilkan rintik hujan yang sedikit-sedikit menerpa kaca jendela itu, dan tak lama kemudian makin deras menerpa.
***
Keesokan harinya, sesuai perjanjian dengan Nona Marie, hari itu Alex akan melakukan pemotretan di sebuah kolam renang apartemen mewah.
__ADS_1
"Aku mau ikut," pinta Aliya.
"Kau yakin? sebaiknya di rumah saja," pinta Alex.
"Tak mau, aku mau ikut!"
Mobil Alex melaju menuju apartemen mewah di Kota Sukahati. Aliya juga ikut menemani. Alex tak bisa membantah apapun lagi dari gadis itu. Dan Aliya juga akhirnya menurut untuk meminum sekotak susu cokelat dan sepotong roti keju di tangannya.
Mereka sampai di sebuah apartemen The Mighty, apartemen mewah garapan dia perusahan konstruksi terkenal ini memiliki total luas area 55.000 meter persegi. Apartemen tersebut berupa menara serviced residence premium setinggi 24 lantai, dan juga terdapat gedung perkantoran 20 lantai di sebelahnya.
Kalia asisten Nona Marie langsung menyambut Alex dan memberikannya kotak berisi pakaian yang mau di pakai untuk pemotretan iklan tersebut.
"Mana pakaiannya? Aku hanya melihat celana dalam di sini," ucap Alex.
"Memang itu pakaian kamu hari ini, produk celana dalam label baru milik perusahaan Nona Marie."
Bibir Aliya langsung menganga mendengar pernyataan Kalia barusan. Air liur yang Alex telan langsung terasa berat. Rasanya ingin ia tembak kepala Kalia dengan pistol dari dalam mobilnya saat itu juga. Bahkan kalau perlu ia gantung si pria gemulai itu di menara gedung apartemen.
Nona Marie memandangi Alex dari kejauhan. Wanita itu sedang berjemur dengan bikini hitam mahalnya mempertontonkan tubuh aduhai nan menggoda itu. Aliya melirik ke arah Nona Marie dengan tatapan iri.
*******
To be continue...
Mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
Vie Love You All...
__ADS_1