
Alex sampai di tempat yang ia tuju. Kantor Urusan Agama di kota itu. Seorang penjaga menghadang Alex.
"Pak, ada penghulu di dalam sini?" tanya Alex.
"Udah malam, Mas, ya adanya besok lah," sahut penjaga itu.
Alex meraih pistol dari pinggangnya dan menodongkan ke kepala si penjaga.
"Di mana penghulu terdekat yang bisa nikahin saya sekarang?" tanya Alex.
"Ma-Mas, bisa singkirkan ini dulu gak," pintanya dengan tubuh gemetar.
"Cepetan kasih tau gue di mana rumah penghulu terdekat?"
"Ada di belakang situ, namanya Pak Syahrul," tunjuk penjaga itu.
"Anterin gue ke sana!" seru Alex.
Keduanya menuju rumah Pak Syahrul yang terletak di belakang KUA itu. Pukul satu dini hari rumah Pak Syahrul digedor oleh Alex dan Pak Satpam.
"Mau ngapain Yo, malam-malam gini ke rumah saya?" tanya Pak Syahrul.
"Ini, ada Mas ini minta nikah," ucap Yoyo si satpam.
"Hahaha Mas kalau mau nikah tuh besok lagipula daftar dulu urus surat-suratnya, kalau uang administrasinya lancar ya makin cepet diurus, dah sana pulang saya mau tidur!"
Alex langsung menodongkan pistol itu pada Pak Syahrul dan Pak Satpam bergantian.
"Saya mau nikah sekarang juga, jadi cepetan nikahin saya sekarang juga!" seru Alex.
"Ta-tapi, Mas..."
"Gak ada tapi-tapian, nikahin saya sekarang!"
"Mempelai perempuannya mana?" tanya Pak Penghulu mencoba menurunkan todongan senjata api di tangan Alex tersebut.
__ADS_1
"Ada di mobil, dia kena pengaruh obat perangsang, dan saya gak tahan juga ngeliat dia kayak gitu, makanya saya minta dinikahin dulu sama dia biar bisa bantu dia, dan juga bantu saya pastinya," ucap Alex menjelaskan.
"Aneh ya kamu, zaman sekarang banyak lho yang melakukan hubungan itu tanpa nikah, tapi kamu malah maunya nikah dulu, Bapak salut sama kamu," ucap Pak Penghulu menepuk bahu Alex bangga.
"Jadi bisa nikahin saya sekarang kan, Pak?" tanya Alex.
"Bisa, kalian nikah di bawah tangan dulu, tapi wali nikahnya mana?"
"Sudah meninggal, Pak. Jadi, saya mau Bapak aja yang jadi wali nikahnya."
"Baiklah kalau begitu," sahut Pak Syahrul.
"Pak, maksudnya nikah di bawah tangan apa ya? Saya nikah di bawah tangan Bapak gitu kayak dipayungin?" tanya Alex.
"Bukan..." Pak Syahrul mencoba menahan tawanya lalu melanjutkan kembali penjelasannya.
"Begini Nak, Istilah 'Nikah Di Bawah Tangan' itu artinya kalian tetap menikah sah secara agama tapi pernikahan kalian itu nikah tanpa adanya suatu pencatatan pada instansi yang telah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan, tapi tetap sah."
"Oh, ya udah gitu aja," sahut Alex.
"Pak Satpam jagain calon istri saya yang ada di mobil, saya cari dulu satu saksi," perintah Alex.
"Oke, saya siapkan berkas pernikahan buat kamu," ucap Pak Syahrul.
"Mas, kepalanya itu berdarah," tunjuk Pak Satpam melihat kepala Alex.
"Bisa tolong obati luka saya?" pinta Alex kali ini ia menyimpan senjata api itu di sela pinggang dan celana yang ia pakai.
Setelah Alex diobati, ia pergi mencari seseorang untuk dijadikan saksi pernikahan. Akhirnya pria itu berhasil mendapatkan seorang pria penjual nasi goreng dan membawanya ke KUA. Alex berhasil mengucapkan ijab kabul dengan mas kawin cincin emas seberat lima gram dibayar hutang. Alex dan Aliya menandatangani berkas pernikahan meski pria itu kesulitan menahan sentuhan Aliya yang makin mengganas.
"Tolong jangan pada lihat istri saya kayak gitu atau saya tembak mata kalian!" ancam Alex pada pria-pria di hadapannya itu saat melihat Aliya yang tak bisa mengendalikan tubuhnya yang sedari tadi terus menggesek ke lengan Alex. Para pria itu lalu berbalik badan dan mengangkat kedua tangan mereka.
Alex meraih berkas pernikahan tersebut, lalu merogoh sejumlah uang senilai lima juta rupiah dari bawah jok kursi mobilnya dan memberikannya pada Pak Syahrul.
"Tolong bagi ke Pak Satpam dan tukang nasi goreng ini, makasih ya semuanya," ucap Alex lalu pamit kembali ke dalam mobil bersama Aliya.
__ADS_1
Di dalam mobil kini Alex membiarkan tangan gadis itu menjamah tubuhnya sesuka hatinya.
"Tahan, bentar lagi sampai rumah," ucap Alex.
Namun, gerakan Aliya makin liar dan makin membuat pria itu kehilangan konsentrasi dalam menyetir. Suara petir menggelegar ditambah dengan rintik hujan yang makin deras membuat suasana dini hari itu makin terasa dingin.
Alex memutuskan untuk menghentikan mobilnya kembali dan mengarahkan mobil itu menuruni jalan setapak yang sepi di bawah jembatan layang.
"Ini di mana, ini bukan rumah lho, monster tampanku, jadi ini dimana?" tanya Aliya dengan nada menggoda. Ia sudah menanggalkan semua penutup tubuhnya sedari tadi.
"Terserah lah kita ada di mana yang penting aku turuti semua keinginan kamu, kasian juga sama junior aku nih, sekarang kamu bebas mau apain aku juga terserah, aku milikmu, dan kamu milikku sekarang," ucap Alex.
Aliya tertawa mendengar penuturan pria yang kini sudah menjadi suaminya dan belum ia sadari itu karena pengaruh obat perangsang tadi. Perlahan tapi pasti di bawah jembatan itu dan di dalam mobil, keduanya saling melampiaskan penyatuan hasrat cinta mereka untuk pertama kalinya.
Lantunan musik romantis berjudul My Valentine terdengar saat Alex menyalakan radio di dalam mobilnya. Suasana di dalam mobil makin terasa panas meskipun udara di luar terasa makin dingin karena hujan deras yang terus mengguyur bumi saat itu.
...******...
To be continue...
Hayo... jangan baper ya sama Alex dan Aliya mereka udah sah lho. 😄😄😄
Mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Anta's Diary
__ADS_1
Vie Love You All...