
"Itu,, Bagaimana bisa pita suaranya mengalami kerusakan?" Tanya Rika.
Sang Manager menghela nafas, "Entahlah, dokter mengatakan bahwa sebelum dia naik ke panggang untuk bernyanyi dia sudah mengkonsumsi inhaler steroid dalam sosis tinggi. Kata dokter itu dalam bentuk kapsul, tapi aku menanyakan hal tersebut padanya dan dia sama sekali tidak mengetahuinya. Mungkin saja ada orang yang memberikannya pada minuman yang kalian minum, apakah kau tahu sesuatu?" Tanya manager langsung membuat Rika tersentak kaget.
🦠🦠ðŸ¦
Tetapi, Rika berusaha untuk tetap bersikap tenang, "Itu,, Aku tidak tahu tapi kami memang diberikan minuman ketika kami berada di ruang tunggu. Tapi,, kalau kita melaporkan ini pada polisi--"
"Tidak!" Sela manager, "hal ini terjadi di perusahaan AIX, jadi para petinggi perusahaan pasti tidak akan menyetujui kalau kita membuat masalah dengan mereka. Lagi pula, dokter mengatakan bahwa gejalanya akan sembuh dalam 3 minggu, jadi aku rasa itu tidak masalah."
Rika yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya lalu dia kembali berkata, "kalau hanya tiga minggu, terus kenapa aku harus bersolo karir?"
Manajer yang mendengar itu langsung tersenyum, "hm, Sebenarnya ada seorang sponsor yang menghubungi perusahaan beberapa waktu yang lalu, dan dia ingin kau menyanyikan sebuah lagu yang di buat olehnya. Dia memberikan penawaran yang sangat baik untuk perusahaan, jadi saat ini semua orang sedang mempertimbangkannya. Tapi, apapun yang kita bicarakan hari ini sebaiknya tidak kau katakan pada Hana, karena aku takut dia akan semakin membencimu dan malah melakukan sesuatu yang buruk padamu." Ucap manager.
"Ahh, iya, tapi Siapa orang yang sudah menghubungi perusahaan untuk memberikanku sebuah lagu?" Ucap Rika penasaran.
__ADS_1
"Identitasnya sangat dirahasiakan, jadi aku juga tidak bisa memberitahumu karena aku sendiri tidak tahu." Ucap Manager sambil melambaikan tangannya yang menandakan bahwa dia harus segera pergi jadi Rika hanya menganggukkan kepalanya lalu melihat manajer itu meninggalkan nya.
'Hah,,, untunglah manajer tidak berniat mempermasalahkan masalah ini, tapi apakah manajer melakukan itu karena dia juga kesal pada Hana atas apa yang ia lakukan padaku?' ucap Rika dalam hati yang jelas tahu bahwa hal seperti itu bukanlah hal sepele yang akan diabaikan begitu saja.
Tetapi melihat sikap manajernya, Rika entah kenapa merasa bahwa manajernya berusaha juga untuk menjatuhkan Hana.
Tetapi Rika tidak terlalu lama memikirkannya, lalu perempuan itu kemudian berbalik tersenyum mengambil ponselnya dan dia melihat nomor baru yang panggilannya tak terjawab.
'Tadi ketika aku menelpon ke nomormu, aku belum sempat menyimpannya,' ucap Rika dalam hati sembari menekan-nekan layar ponselnya untuk menyimpan nomor Devian.
'Ahhh, aku beri nama paman ataukah sesuatu yang lain?' ucap Rika dalam hati sembari berpikir-pikir tentang nama yang tepat untuk ia berikan pada kontak Devian di ponselnya.
Setelah selesai, Dia tersenyum mengetuk kontak tersebut Lalu hendak melakukan panggilan telepon ketika dia kembali berpikir, 'tadi dia mengusirku begitu saja, Jadi kalau aku menelponnya sekarang, mungkin saja itu akan mengganggunya dan mungkin saja dia benar-benar akan mengetahui bahwa aku sedang menggodanya hingga Dia mungkin melakukan sesuatu untuk mencegahku.'
Maka setelah berpikir, Rika kemudian mengurungkan niatnya untuk menelepon pria itu tetapi dia malah menulis sebuah pesan singkat yang mengatakan bahwa keadaan Hana baik-baik saja.
__ADS_1
Dia bahkan tidak melebih-lebihkan informasi yang ia berikan karena dia terlalu takut pada pria itu.
"Hah,, Kenapa jantungku berdegup sangat kencang? Aku bahkan berharap dia akan menelponku setelah mendapatkan pesan dariku." Ucap Rika sembari menggelengkan kepalanya lalu perempuan itu kemudian menyimpan ponselnya dan kembali ke dalam kamar.
Begitu memasuki kamar Hana, dilihatnya Hana sudah tertidur di tempat tidurnya, sementara asisten mereka duduk di sofa sembari membuka buka media sosial.
"Hahh,, gawat, berita tentang Hana sudah menyebar di Internet, dan banyak orang yang mengungkapkan kritik mereka terhadap agensi." Ucap asisten itu langsung membuat Rika duduk di sampingnya lalu dia menatap layar ponsel sang asisten.
"Hah,, mereka benar-benar memberikan komentar yang jahat," ucap Rika sembari mengheran nafas dengan perempuan itu menatap ke arah ranjang.
'Sebenarnya aku ingin kasihan padanya, tapi kalau mengingat lagi bagaimana dia benar-benar tidak menghargaiku maka aku tidak bisa melakukan hal itu. Bahkan sekarang ketika aku mengingat kembali bahwa aku adalah orang dibalik semua yang terjadi hingga membuat Hana mendapatkan kata-kata yang kasar, maka aku tidak merasa bersalah.' ucapan Rika dalam hati.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
__ADS_1
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....