
Setelah mendengar cerita Devian, Rika cukup lama terdiam di tempatnya, lalu beberapa saat kemudian dia menatap semua barang yang disediakan oleh Devian dan terutama mengingat isi perjanjian pranikah yang terlalu menguntungkannya.
'Pria ini sangatlah pintar, tapi kenapa dia menjadi bodoh saat berhadapan denganku? Dalam kontrak itu tidak dituliskan jika aku yang berselingkuh maka tidak ada konsekuensi yang akan terjadi padaku. Kenapa? Kenapa dia berpikir begitu?' ucap Rika dalam hati lalu dia kemudian menatap pria di depannya yang tampak agak lesu.
"Itu,, paman, tapi dalam kontrak ini Mengapa tidak dituliskan konsekuensi yang harus ditanggung kalau aku yang berselingkuh?" Tanya Rika.
Mendengar itu, Devian langsung tersenyum lalu dia berkata, "bukankah kau sudah mendengar ucapanku tadi? Aku ingin menjadi orang yang sangat membahagiakanmu, Jadi kalau suatu saat kau berpikir bahwa kebahagiaanmu bersama dengan orang lain, maka aku tidak akan melarangmu, kau bebas pergi semaumu. Tetapi aku akan terus mendukungmu dari belakang dan akan selalu menjadi tempatmu untuk kembali saat nanti kau--"
"Cukup!!!" Teriak Rika menyela ucapan Devian dengan arah mata perempuan itu yang sudah panas dan ketika dia berkedip, maka air matanya jatuh meluncur di pipinya.
Devian sangat terkejut melihat itu, jadi pria itu langsung mengambil sapu tangannya dan mendekat ke arah Rika untuk memberikan sapu tangan itu.
Rika yang melihat itu tidak tahan lagi melihat tingkah pria itu maka dia langsung berdiri dan memeluk Devian dengan erat.
Devian sangat terkejut dipeluk oleh Rika, jadi pria itu memegang di tempatnya sambil memegang sapu tangan di tangannya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian terdengar suara Rika yang berkata, "Aku mau, aku mau menjadi orang yang akan dibahagiakan
Paman seumur hidup paman."
Devian merasa sangat bahagia mendengar ucapan mereka Jadi dia langsung membalas pelukan Rika, "terima kasih," ucap pria itu yang merasakan hatinya menjadi sangat hangat dan dia benar-benar bersemangat memeluk Rika.
Namun, beberapa saat setelah berpelukan Rika langsung mendorong Devian lalu perempuan itu mengusap air matanya sambil berkata, "itu,, tapi Paman, Sebenarnya aku menyuruh Paman menjadi pacar pura-pura ku hanya untuk membalas dendam pada Hana karena--"
"Aku tidak masalah yang penting Sekarang kita bukan lagi pacar pura-pura. Bukan begitu?" Tanya Devian membuat Rika terkejut menatap pria di depannya.
Devian mengangkat kedua bahunya, "harus berapa kali ku bilang kalau aku akan melakukan apapun yang penting itu membuatmu bahagia," ucap Devian.
Ucapan pria itu benar-benar membuat Rika merasa tak tega memanfaatkan pria itu jadi dia kembali memeluk Devian sambil berkata, "Aku janji, apapun yang terjadi, aku tidak akan melepaskan Paman."
Devian merasa begitu bahagia mendengarnya tetapi panggilan Paman padanya membuatnya merasa agak kesal mendengarnya, namun ketika mengingat bahwa mungkin saja itu adalah panggilan yang disukai oleh Rika maka pria itu tidak mengatakan apapun dan hanya membiarkannya saja.
__ADS_1
Setelah cukup lama berpelukan maka kedua orang itu melepaskan pelukan mereka dengan Devian yang langsung mengambil buket bunganya dan cincinnya lalu dia melamar Rika.
"Menikahlah denganku," ucap Devian langsung membuat Rika tersenyum lalu dia menganggukkan kepalanya.
"Ya, aku mau," ucap Rika mengambil buket Bunga mawar merah dari Devian.
Setelah itu, dia menyerahkan jari manisnya untuk dipasangi cincin oleh Devian dan mereka bertukar cincin lalu kembali berpelukan.
'Aku harap pilihanku kali ini adalah pilihan yang tepat,' ucap Rika dalam hati sembari menikmati pelukan mereka.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1