
Setelah tiba di lobi, Rika melambaikan tangannya pada Aksa yang kini berjalan ke arah parkiran, lalu perempuan itu kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Paman Devian.
Drrt...!
"Halo," suara dari seberang telepon mengejutkan Rika sebab perempuan itu terkejut bahwa Devian mengangkat panggilannya dalam waktu yang begitu cepat, bahkan belum selesai dering pertama, panggilannya sudah terhubung.
'Apakah ini menandakan bahwa sebenarnya dari tadi Paman Devian terus memikirkanku dan terus menunggu-nunggu panggilan telepon dariku?' Rika tersenyum senang dan Dia merasa ingin melompat di tempatnya, tetapi ketika dia mengingat bahwa di lobi rumah sakit sangat ramai dan banyak orang yang akan memperhatikannya Jika dia membuat kehebohan, maka dia berusaha menahan diri.
"Halo paman, aku sudah bebas sekarang," ucap Rika sembari memperbaiki maskernya supaya orang-orang tidak mengenalinya.
"Aku sudah berada di parkiran Rumah sakit untuk mengantarkan pesananmu. Tapi aku tidak bisa bertemu dengan Hana karena tidak ingin membongkar identitas kami." Ucap Devian dari seberang telepon langsung membuat Rika berjalan ke arah ruang parkir.
"Aku sedang berjalan ke ruang parkir, Paman tunggu sebentar di sana dan beritahu saja plat mobil milik Paman supaya aku mencarinya." Ucap Rika yang tentunya tidak mau kelihatan seperti perempuan manja di depan paman Devian, jadi dia berniat untuk membawa sendiri belanjaannya.
"Tidak perlu mencariku, aku sudah melihatmu," ucap Devian yang mana pria itu telah melihat Rika keluar dari pintu samping lobby, lalu dia segera membuka pintu mobil dan melambaikan tangannya ke arah Rika.
Pria itu bisa melihat Rika langsung mematikan panggilan telepon mereka dan dia bisa membayangkan dibalik masker yang dikenakan oleh Rika sedang terukir sebuah senyuman untuknya meski itu hanyalah sebuah imajinasinya saja.
"Paman," ucap Rika ketika dia sudah semakin dekat dengan Devian.
Devian tersenyum ke arah perempuan yang semakin dekat dengannya dan pria itu juga terkejut ketika pintu penumpang depan tiba-tiba saja terbuka lalu seorang gadis kecil turun dari dalam mobil.
"Siapa itu?" Tanya Cherry langsung berlari ke arah Devian sembari memperhatikan perempuan yang berjalan ke arah mereka.
__ADS_1
"Sayang," ucap Devian segera membawa ceri ke gendongannya lalu menatap ke arah Rika yang sudah berada di depan mereka dalam jarak 1 meter.
"Siapa tante ini?" Tanya Cherry sembari memperhatikan Rika dan dia merasa agak curiga pada Rika, sebab perempuan itu memakai topi berwarna hitam masker berwarna hitam dan jaket yang kebesaran juga berwarna hitam serta sebuah sandal jepit yang berwarna hitam.
"Ah, kau akan senang kalau kau mengetahui siapa dia," ucap Devian sembari mencubit pelan pipi keponakannya lalu dia menatap Rika sambil berkata, "dia adalah penggemarmu."
Cherry yang mendengar ucapan pamannya langsung menggembungkan pipinya lalu dia memperhatikan Rika dengan seksama sambil berkata, "aku tidak punya idola seperti dia."
Rika yang melihat gadis kecil itu langsung merasa tak karuan, 'Apakah itu anak kandungnya?' ucap Rika dalam hati.
Tetapi Rika tidak ingin memperlihatkan wajah kecewanya, jadi dia langsung tertawa kecil, lalu dia menatap Cherry sambil berkata, "kalau Tante bila boleh tahu, siapa penyanyi yang paling Kau sukai?"
Cherry memperhatikan lagi perempuan di depannya dengan seksama lalu beberapa saat kemudian dia berkata, "aku suka lagu 'Mimpi Besarku'"
Penyanyi asli lagu itu ialah seorang perempuan bernama Alisya.
"Jadi kau suka Alisya?" Tanya Rika.
"Tentu saja tidak!!! Aku suka Dewi Rika yang mengcover lagu itu!!!" Tegas Cherry langsung membuat Rika menahan tawanya lalu dia menatap Devian.
"Paman, sebelum aku mengambil barang-barang yang aku pesan, bolehkah kita masuk ke dalam mobil karena aku ingin berfoto dulu dengan gadis kecil yang imut ini." Ucap Rika yang tentu saja alasan paling utamanya ialah berlama-lamaan dengan Devian.
"Baiklah," ucap Devian sembari berjalan ke kursi penumpang depan lalu dia membukakan pintu untuk Rika sementara dia juga masuk game mobil dan duduk di kursi kemudi.
__ADS_1
"Aku tidak akan berfoto dengan siapa-siapa!" Tegas cherry yang memang dia adalah gadis kecil yang terlalu pemilih dalam segala hal.
Tetapi Rika sama sekali tidak memperdulikan ucapan gadis kecil itu dia hanya melepaskan topinya lalu mengurai rambutnya dan kemudian melepaskan maskernya.
Setelah itu, dia kemudian menatap gadis kecil di pangkuan Devian yang memeluk leher Devian dengan erat sembari menyembunyikan wajahnya dilakukan leher pria itu.
'Kenapa jantungku jadi berpacu dengan cepat dan aku merasa cemburu pada gadis kecil ini yang bisa memeluk Paman Devian sesuka hati? Tapi, gadis kecil ini,, dia anaknya?' ucap Rika dalam hati sembari menahan rasa kesalnya lalu dia berusaha tersenyum pada Devian yang mana dia bisa melihat pria itu memperhatikannya dengan sangat seksama.
"Apakah kau yakin tidak mau berfoto denganku?" Tanya Rika pada gadis kecil yang ada di pangkuan Devian.
Cherry menggelengkan kepalanya dan tidak berniat untuk menatap Rika, jadi Hal itu membuat Rika semakin tersenyum lebar lalu dia berkata, "kau yakin tidak mau?"
Cherry yang mendengar ucapan Rika langsung memperlihatkan wajah tidak sukanya pada perempuan yang ada bersama mereka di dalam mobil, tapi dia tetap mengintip perempuan yang berbicara dengannya dan betapa terkejutnya dia ketika ternyata yang ia lihat adalah Dewi Rika yang selalu ia kagumi.
"Dewi!!!" Seru Cherry langsung menatap Rika dengan mata berbinar-binar.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1