Dikhianati Sahabatku, Kuputuskan Menggoda Ayahnya

Dikhianati Sahabatku, Kuputuskan Menggoda Ayahnya
59.


__ADS_3

"Halo," ucap pria itu dengan suara yang dingin dan datar pada orang di seberang telepon.


Hal itu langsung membuat Aksa mengerutkan keningnya karena tidak percaya bahwa dia benar-benar mendengar suara seorang pria yang mengangkat panggilan telepon itu.


"Siapa ini? Kenapa kau bisa memegang ponsel kekasihku?" Tanya Aksa yang merasa begitu kesal pada pria di seberang telepon.


🏜️🏜️🏜️


"Ah, harusnya kau sudah melihat berita yang beredar di internet. Aku adalah kekasih Rika, jadi mohon mulai sekarang kau tidak perlu lagi meneleponnya karena dia tidak membutuhkan pria sialan sepertimu!!!" Ucap Devian dengan tegas lalu pria itu kemudian mereject panggilannya dan meletakkan ponsel Ruka di atas meja.


Setelah meletakkan ponsel Rika, Devian kemudian menata ponsel itu dan melihat bahwa Aksa masih menelpon beberapa kali, Tetapi Devian hanya mengabaikannya saja dan dia fokus menikmati anggurnya sembari mendengarkan suara shower dari kamar mandi.


Setelah beberapa saat, akhirnya Rika selesai mandi lalu mereka bergantian dengan Devian yang kini memasuki kamar mandi sementara Rika mulai membereskan pakaiannya dan berganti pakaian.


Setelah berganti pakaian, Rika kemudian pergi ke balkon dan melihat pemandangan pantai yang luar biasa menyejukkan mata di depannya.


Tak jauh dari situ, Rika bisa melihat flash kamera yang membuatnya langsung menatap ke arah flash kamera itu dan melihat tirai salah satu jendela hotel langsung tertutup setelah dia melihat ke sana.


'Mungkinkah itu wartawan yang tadi? Dia sengaja memesan satu kamar hotel yang bisa mengawasi kami?' ucap Rika dalam hati lalu dia tersenyum dan kemudian berbalik memasuki kamar.


Perempuan itu kemudian duduk di sofa dan melihat ponselnya, lalu mengambilnya.

__ADS_1


'Pria itu menelponku?' ucap Rika dalam hati langsung menyalakan ponselnya lalu dia membuka kotak pesannya dan melihat beberapa pesan yang dikirim oleh Aksa.


Selain Aksa, ada juga pesan dari Hana yang menanyakan tentang hubungannya bersama dengan ayah angkatnya.


Jadi, Rika tersenyum dan dia kemudian menekan kontak Hana lalu menghubungi perempuan itu.


Saat itu, Hana dan Aksa sudah berada di apartemen Aksa dan karena kekesalan Aksa sebab Rika tidak lagi mengangkat teleponnya dan bahkan tidak membalas pesannya, maka pria itu langsung menyerang Hana ketika mereka tiba di apartemen.


Keduanya sedang bergulat bersama-sama ketika panggilan dari Rika kemudian masuk ke ponsel Hana dan karena ponsel itu diletakkan di tempat tidur maka tidak sengaja tertekan hingga panggilan itu terhubung tanpa diketahui oleh dua orang yang sedang berkulat.


"Hah hah hah... Kak Aksa ahh,, ahh ahh sayang ahhhhh,," suara Hana dari seberang telepon diiringi 2 nafas yang memburu serta bunyi-bunyi aneh langsung membuat Rika merasa merinding memegang ponselnya, lalu dia langsung mematikan panggilan telepon itu.


Setelah itu, Rika tersenyum mencibir meletakkan ponselnya ketika dia mengingat pesan yang dikirim oleh Aksa bahwa pria itu meminta maaf dan hendak menjelaskan kesalahpahaman yang sedang terjadi.


Saat itu juga, pintu kamar mandi terbuka lalu Rika langsung menoleh ke arah pintu kamar mandi dan melihat Devian keluar hanya dengan dibalut handuk kecil di bagian bawah pria itu, hal itu langsung membuat wajah Rika memerah Karena bagaimanapun dia tidak terbiasa melihat hal seperti itu.


Rika langsung membuang wajahnya ke jendela hingga membuat Devian tersenyum dan pria itu kemudian memasuki ruang ganti lalu mengganti pakaiannya.


Setelah keluar dari ruang ganti, dia melihat Rika sedang menyalakan tv dan menonton sebuah drama percintaan.


"Apakah kita pergi dulu makan malam?" Tanya Devian langsung diangguki oleh Rika, lalu kedua orang itu akhirnya meninggalkan kamar dan pergi ke restoran hotel untuk makan malam bersama.

__ADS_1


Ketika mereka tiba di restoran hotel, saat itu Rika tanpa sengaja melihat wartawan yang sudah menyamar dan duduk di salah satu meja sembari menikmati makanannya.


"Di sini ada wartawan, Ayo melakukan adegan mesra untuk membuat berita eksklusif," ucap Rika langsung diangguki oleh Devian lalu mereka kemudian duduk bersama dan memesan makanan.


Sementara menunggu makanan mereka disajikan, maka Devian kemudian mengulurkan tangannya ke arah Rika langsung membuat Rika begitu terkejut.


"Ada apa?" Tanya Rika dengan jantung yang sudah lebih dulu berpacu kencang karena keadaan yang ia hadapi.


"Rambutmu sedikit berantakan," ucap Devian langsung membuat Rika tersenyum lalu membiarkan pria itu memperbaiki anak rambutnya yang berantakan.


'Seandainya saja ini bukanlah pacaran pura-pura, dan seandainya Paman Devian melakukan ini karena dia benar-benar perduli dan ingin memberikan yang terbaik untukku. Sayang sekali, ini hanyalah sandiwara yang kami lakukan agar wartawan yang sedang melihat kami bisa mengambil gambar yang bagus untuk dijadikan berita.' ucap Rika dalam hati sembari mengepal kuat tangannya di bawah meja.


Sementara Indra, Sebenarnya dia hanya perlu melakukannya sebentar saja sampai wartawan itu mendapat gambarnya, tetapi karena dia lihat bahwa Rika sama sekali tidak mengelak, maka pria itu kemudian berlama-lama memperbaiki rambut Rika sembari memperhatikan perempuan di depannya yang juga menatapnya dengan tatapan cinta.


'Seandainya tatapan cinta yang ia perlihatkan padaku benar-benar tatapan yang asli dan bukan hanya sandiwara, pasti akan sangat menyenangkan,' ucap Devian dalam hati yang benar-benar ingin membuat perempuan itu suatu saat nanti memberikan tatapan seperti itu karena perempuan itu benar-benar mencintainya, dan bukan hanya untuk membuat sebuah sandiwara di hadapan wartawan.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....

__ADS_1



__ADS_2