
Di rumah sakit ibukota, Hana sedang duduk sembari memainkan ponselnya dan dia benar-benar puas dengan berita yang sedang merajalela di internet.
Perempuan itu juga merasa sangat senang ketika dia mengangkat wajahnya dan melihat Aksa sedang duduk di sofa sembari berteleponan dengan asistennya.
'Ini benar-benar membahagiakan, meski sekarang akan sulit untuk menghindari wartawan, tetapi sangat menyenangkan karena aku bisa bersama-sama dengan Aksa tanpa harus khawatir kalau Rika akan mengetahui hubungan kami. Sekarang pun Rika telah dicap sebagai perempuan ketiga dalam hubunganku bersama dengan Aksa, jadi dia tidak akan bisa melakukan apapun untuk membantah rumor tersebut karena rumor itu tersebar secara alami.' ucap Hana dalam hati yang merasa begitu puas dengan rumor yang beredar di internet.
Tiba-tiba saja, seorang perawat memasuki ruangan lalu perawat itu datang mengkonfirmasi bahwa saat itu juga Hana sudah bisa keluar dari rumah sakit.
"Ahh, benarkah?" Ucap Hana dengan mata berbinar-binar karena dia tidak sabar untuk pergi ke apartemen Aksa dan menginap di sana untuk menghabiskan waktu berduaannya bersama dengan pria yang ia cintai.
"Ah iya," jawab suster itu langsung membuat Hana menatap ke arah Aksa.
"Sayang, haruskah kita pergi sekarang?" Tanya Hana.
Aksa yang mendengar itu langsung menatap ke arah Hana, lalu pria itu berbalik lagi menatap sang asisten, "Tolong bantu kami." Ucap Aksa langsung membuat asisten itu segera berdiri untuk membantu membereskan barang-barang Hana.
Sementara Aksa, pria itu memegangi ponselnya dan menatap fotonya Bersama dengan Rika, 'sepertinya aku masih bisa memperbaiki hubunganku dengan Rika, Karena bagaimanapun kami sudah bersama selama bertahun-tahun dan Ini hanya salah kesalahpahaman saja.
__ADS_1
'Lagi pula, terakhir kali ketika bertengkar hebat dengannya dan memutuskan untuk putus, dia masih tetap menghubungiku, Jadi aku hanya perlu menunggu sampai beberapa jam kemudian dan Rika pasti akan menghubungiku.' ucap Aksa dalam hati yang merasa begitu menyesal setelah lebih memilih Hana dibandingkan kekasihnya yang merupakan perempuan paling sempurna yang pernah ia temui.
"Sayang, tolong bantu aku." Ucap Hana dari belakang Aksa Langsung membuat pria itu mematikan ponselnya lalu dia kemudian mendekati Hana dan membantu perempuan itu memakai sendalnya.
'Sekarang Aku terjebak dengan perempuan ini, tapi aku akan mencari cara untuk mengubah persepsi publik terhadap kami sehingga aku bisa bersama-sama lagi dengan Rika. Tapi biasanya rumor seperti ini hanya akan bertahan beberapa bulan saja, jadi setelah itu aku bisa mengabaikan perempuan ini Dan lebih fokus pada Rika,' ucap Aksa dalam hati sembari membantu Hana turun dari tempat tidur lalu mengambil barang-barang Hana.
Sang asisten yang melihat itu sangat ingin memukul kepala dua orang itu sampai benjol, Tetapi dia sadar Jika dia melakukan hal itu maka Bukan hanya dia akan di pecat dari pekerjaannya, tetapi dia juga akan didenda dan bahkan masuk penjara.
Jadi pria itu hanya bisa menggerutu dalam hati, 'dasar dua orang menyebalkan, bisa-bisanya mereka menyakiti Rika sampai seperti itu, bahkan membuat sendiri rencana untuk menghasut para suster berbicara pada wartawan tentang hubungan palsu mereka.
Sebelum keluar dari kamar, Hana sekali lagi mengecek penampilannya agar dia masih terlihat agak pucat supaya para wartawan akan mengasihaninya.
Saat akan memasuki lift, ponsel sang asisten bardering yang memperlihatkan panggilan dari manajer, tetapi karena melihat lift hendak tertutup maka pria itu mengabaikan panggilan itu dan hanya masuk ke dalam lift sembari membawa barang-barang Hana.
"Apakah kita akan kembali ke apartemenmu?" Tanya Hana sembari menatap Aksa dan dalam hatinya Dia sangat berharap pria itu benar-benar akan membawanya ke apartemen pria itu hingga mereka akan menghabiskan waktu dengan bersenang-senang.
Aksa yang mendengar pertanyaan Hana langsung menatap perempuan itu dan melihat bola mata perempuan itu memperlihatkan isi hatinya.
__ADS_1
'Karena sudah terlanjur seperti ini maka tidak masalah juga jika aku membawanya ke apartemenku lalu aku bisa menikmatinya sampai rumor yang beredar di internet semakin menghilang, lalu kemudian memutuskan hubunganku dengan Hana dan membujuk Rika agar dia kembali bersamaku.' pikir Aksa dalam hati lalu pria itu menganggukkan kepalanya hingga membuat Hana merasa sangat senang dan memeluk Aksa dengan erat.
Lift yang membawa mereka turun ke lobi berhenti di lantai 2, lalu beberapa orang yang hendak masuk ke lift begitu terkejut melihat tiga orang yang berada dalam lift.
Aksa maupun Hana langsung melemparkan senyuman mereka pada orang-orang yang hendak masuki lift, tetapi mereka berdua terkejut kalah orang-orang itu bukannya senang melihat keberadaan mereka tetapi mereka malah berbisik-bisik dan wajah mereka memperlihatkan bahwa orang-orang itu sedang mencibir mereka.
Sampai akhirnya pintu lift tertutup, orang-orang itu tidak masuk ke dalam lift hingga membuat ketika orang yang ada di dalam lift merasa kebingungan.
"Aku merasa mereka sangat terkejut melihat kalian berdua, jadi tidak usah diperdulikan." Ucap sang asisten langsung diangguki oleh Hana.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1