Dikhianati Sahabatku, Kuputuskan Menggoda Ayahnya

Dikhianati Sahabatku, Kuputuskan Menggoda Ayahnya
52.


__ADS_3

Saat itu, setelah Devian berpisah dengan Rika, pria itu tidak kembali lagi ke kantor tetapi karena dia berada dalam suasana hati yang baik, dia langsung kembali ke apartemennya untuk membereskan barang-barang yang akan ia bawa untuk berlibur ke pulau G bersama dengan Rika.


Setelah membereskan semua barang-barangnya, Devian tiba-tiba ditelepon oleh asistennya yang membuat pria itu dengan cepat mengambil ponselnya karena dia tidak sabar mendengar kabar dari asistennya.


"Katakan!" Perintah Devian ketika dia sudah mengangkat panggilan telepon itu.


"Tuan, saya sudah mengatur pesawat pribadi Tuan untuk pergi ke pulau G, juga mengatur semua perjalanan wisata Tuan bersama dengan Nona Rika di pulau G. Tetapi saat ini ada skandal yang tersebar di internet, jadi saya takut kepergian Tuan kali ini mungkin harus ditunda terlebih dahulu sampai skandal itu mereda. Saya sudah mengirimkan beberapa artikel yang bisa membantu Tuan, jadi--"


Tut tut tut...


Devian langsung menekan tombol reject pada ponselnya lalu dia membuka link berita yang dikirimkan oleh asistennya dan membaca berita tersebut.


'Apa yang dilakukan oleh kedua orang ini? Bagaimana bisa Rika lah yang menjadi pihak ketiga?' ucap Devian dalam hati yang benar-benar tak percaya bahwa Rika yang sebenarnya ialah korban dari perbuatan kedua orang itu malah sekarang dijadikan sebagai pihak yang sudah merusak hubungan kedua orang itu.


Pria itu menggertakan giginya lalu dia kemudian berpikir beberapa saat sampai akhirnya dia menekan-nekan layar ponselnya untuk menghubungi Rika.


"Halo," ucapan perempuan dari seberang telepon sangat mengejutkan Devian, karena dia tidak menyangka bahwa hanya dering pertama, perempuan itu langsung mengangkat teleponnya.

__ADS_1


Tetapi Devian tidak terlalu memikirkannya, dan pria itu hanya mengepal kuat tangannya lalu dia berusaha fokus untuk mempertanyakan keberangkatan mereka ke pulau G.


"Aku sudah menyiapkan semua keperluan kita untuk berangkat ke pulau G, tapi aku baru saja membuka internet dan melihat bahwa situasi sedang tidak baik." Ucap Devian yang merasa bahwa mungkin saja Rika tidak akan jadi pergi ke pulau G dan perempuan itu mungkin akan melakukan sesuatu di ibukota untuk menghadapi rumor yang sedang beredar di internet..


Tetapi, pria itu terkejut ketika Rika yang ada di seberang telepon malah berkata, "aku juga sudah melihatnya dan aku ingin meminta bantuan Paman, jadi bisakah kita tetap pergi ke pulau G?"


"Ah, tentu." Jawab Devian yang tentu saja merasa senang bahwa perempuan itu hendak meminta bantuannya, dan terlebih liburan mereka akan tetap berjalan.


Rika yang berada di sebelah telepon merasa bingung karena Devian sama sekali tidak menanyakan bantuan apa yang akan ia minta pada pria itu.


Oleh sebab itu, Rika berkata, "itu, Apakah Paman tidak menanyakan Mengapa aku memutuskan untuk pergi bersama paman ke pulau G dan bantuan apa yang hendak ku minta dari paman?"


Intinya, di sini harusnya Rika menduga bahwa dirinya tidak mengetahui apa-apa, dan lagi, antara anak angkatnya dan juga teman anak angkatnya maka mana yang seharusnya ia dahulukan?


"Ah,, aku percaya padamu. Nanti kita berbicara lagi ketika kita sudah berada di pesawat, sekarang aku akan menelpon asistenku agar menyuruh seseorang untuk menjemputmu di apartemen supaya kita langsung berangkat sekarang." Ucap Devian.


"Baiklah Paman, kebetulan aku juga sudah menyiapkan semua keperluan untuk pergi ke pulau G. Aku akan segera mengirimkan alamat apartemenku pada paman." Ucap Rika lalu dia segera mengakhiri panggilan telepon itu.

__ADS_1


Rika segera mengirim alamat apartemennya pada Devian, lalu perempuan itu dengan cepat membawa kopernya ke depan pintu supaya lebih mudah untuk diangkut.


Tak lupa pula, Rika juga mengubah sandi apartemennya supaya dua orang menyebalkan yang membuatnya menderita itu tidak akan bisa memasuki apartemennya.


'Sekarang tekadku sudah bulat, aku benar-benar akan membuat kedua orang itu merasakan pembalasan atas apa yang telah mereka lakukan padaku.' ucap Rika dalam hati sembari memakai kacamata hitamnya, masker dan juga topinya serta jaket hitam yang menutupi tubuhnya sampai ke mata kakinya.


Setelah itu, Rika menunggu selama 15 menit sampai akhirnya orang-orang suruhan Devian sudah datang menjemputnya, lalu orang-orang itu membawa Rika keluar dan mereka bisa melihat bahwa di sekitar apartemennya ada banyak sekali wartawan yang sedang menunggunya.


"Kami minta maaf Nona, tapi hanya ini yang bisa kami gunakan supaya Nona tidak dikenali oleh orang-orang." Ucap salah satu orang Devian sembari menyerahkan sebuah kostum doraemon.


"Ah baik," ucap Rika yang sama sekali tidak masalah dengan kostum tersebut, jadi dia langsung berganti pakaian lalu keluar dari sana berjalan secara terpisah dengan orang seruhan Devian hingga mereka Akhirnya bisa keluar dari tempat itu.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....

__ADS_1



__ADS_2