Dikhianati Sahabatku, Kuputuskan Menggoda Ayahnya

Dikhianati Sahabatku, Kuputuskan Menggoda Ayahnya
42.


__ADS_3

Akhirnya, Devian sudah tiba di rumah sakit jadi pria itu memarkirkan mobilnya lalu kemudian mengambil ponselnya.


Ia kemudian menghubungi Rika dengan jantung yang berpacu cepat karena merasa gugup.


Drrtt.... Drrtt.... Drrtt....


Drrtt... Drrtt.... Drrtt....


Drrtt... Drrtt.... Drrtt....


*Silakan tinggalkan pesan suara karena nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan telepon.*


Suara operator langsung membuat Devian mematikan panggilan tersebut dan dia memandangi layar ponselnya dengan bingung.


'Kenapa dia?' ucap pria itu dalam hati yang kini hatinya menjadi kacau setelah panggilan telepon yang ditolak oleh Rika.


"Kenapa paman?" Tanya cherry yang sudah bosan menunggu di dalam mobil tapi mereka belum juga turun dari mobil.

__ADS_1


Devian yang mendengar itu langsung tersenyum ke arah keponakannya, "tidak apa-apa, Paman hanya menelpon teman paman yang akan menjemput kita, tapi sepertinya dia sedang sibuk sekarang jadi kita menunggu sebentar." Ucap Devian langsung dianguki Cherry.


Setelah melihat keponakannya kembali lagi bermain, maka Devian menghela nafas dan melihat lagi layar ponselnya yang masih menggelap.


Tiba-tiba sebuah pesan masuk dari nomor Rika.


*Maaf, aku akan menelpon Paman sebentar lagi.* Isi pesan itu langsung membuat Devian tersenyum lalu dia meletakkan ponselnya dan duduk sembari menunggu panggilan telepon dari Rika.


Dalam hatinya, pria itu berpikir bahwa saat ini Rika sedang sangat sibuk jadi dia harus memaklumi perempuan itu dan menunggu saja telepon darinya.


Sementara itu, di saat yang bersamaan di lantai atas, Rika meletakkan ponselnya setelah dia mengirim pesan pada Devian lalu perempuan itu kemudian berkata, "itu, sayangku, bolehkah aku meminta tolong sebentar?"


Rika menghela nafas, "Ahh, ini, Aku meninggalkan sesuatu di agensi yang sangat aku perlukan, tapi tidak ada yang bisa membawakannya kemari karena asistenku juga ada di sini. Jadi,,"


"Baiklah, kebetulan sekali aku ada meeting di dekat agensi-mu dalam beberapa menit lagi, jadi aku akan singgah ke sana mendapatkan barang itu dan kembali lagi ke mari setelah meeting ku selesai." Ucap Aksa langsung membuat Rika bersemangat jadi dia memeluk hangat pria itu.


"Terima kasih ya sayang, kalau begitu aku akan mengirim informasinya nanti." Ucapkan langsung diangguki oleh Aksa lalu pria itu kemudian berdiri dan mendekati rancang Hana untuk berpamitan pergi.

__ADS_1


Hana yang baru saja disuguhi kemesraan Aksa dan Rika merasa sangat kesal, jadi perempuan itu langsung memejamkan matanya sebagai pertanda bahwa dia tidak ingin berbicara dengan siapa-siapa.


Rika yang melihat itu langsung bersorak senang di dalam hati karena tentu saja dia merasa sangat senang sebab dia berhasil membuat perempuan itu terbakar api cemburu.


Sementara Aksa, dia tidak terlalu memikirkan Hana, sebab perempuan itu bukanlah perempuan yang harus ia perjuangkan.


Pria itu hanya berkata, "sepertinya Hana tidak mau diganggu, kalau begitu aku akan pergi saja sekarang."


Rika langsung menganggukkan kepalanya, "Baiklah, biarkan aku mengantarmu sampai lobi." Ucap Rika langsung mengambil ponselnya lalu dia kemudian keluar bersama Aksa sembari tersenyum senang karena senang akan membuat Hana berpikir macam-macam.


'Sekalian aku akan berteleponan dengan Paman, jadi Hana pasti akan berpikir bahwa aku melakukan sesuatu yang lain bersama dengan Aksa karena kami pergi terlalu lama.' pikir Rika dalam hati sembari melangkahkan kakinya sejajar dengan Aksa menuju ke arah lift.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....

__ADS_1



__ADS_2