
Setelah Rika meninggalkan rumah sakit, dia kembali melihat berita-berita yang ada di media sosial dan perbincangan Hana dan Aksa semakin panas terlihat apalagi foto yang diunggah oleh paparazy itu adalah foto yang sangat jelas bahkan diambil dari dua sisi yang memperlihatkan wajah mereka.
"Hah,, akhirnya semuanya terbongkar juga." Ucap Rika sambil tersenyum menyimpan ponselnya lalu dia kemudian diturunkan di salah satu cafe Dan Dia menyetop sebuah taksi untuk mengantarnya ke sebuah tempat yang sudah diberitahukan oleh Devian padanya.
Tempatnya adalah sebuah restoran keluarga dengan privasi yang sangat aman, karena restoran itu biasanya digunakan oleh para kaum bangsawan sehingga tidak perlu khawatir akan ada paparazi di sana.
Begitu masuk ke dalam restoran, Rika langsung disambut oleh sang pelayan yang membawanya ke sebuah ruangan private keluarga.
"Dewi!!!" Cherry berseru sangat bersemangat sembari berlari ke arah Rika dan memeluk Rika dengan hangat.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Rika.
"Baik sekali, semakin baik saat bertemu dengan Dewi!!" Ucap Cherry dengan wajah yang begitu senang sembari meraih sebelah tangan mereka lalu menarik perempuan itu ke arah meja agar mereka duduk bersama.
Andika yang melihat bahwa Cherry hendak membuat Rika duduk di sampingnya berhadapan dengannya, ia langsung berdiri.
"Duduklah di sini," ucap Andika sembari mengangkat Cherry ke pangkuannya lalu dia duduk di hadapan Devian sementara Cherry didudukkan di hadapan Rika.
"Ah, Kenapa duduknya begini?" Protes Cherry yang Tentu saja tidak mau jika paman Devian lah yang duduk bersama dengan dengan Rika.
__ADS_1
Harusnya dirinya lah yang duduk di samping mereka lalu Rika duduk berhadapan dengan ayahnya.
"Jangan banyak mau, nanti Dewi mu bisa bisa pergi dari sini kalau dia melihat kau terlalu banyak mengatur." Ucap Andika langsung membuat Cherry menampakkan wajah sedihnya, namun ketika dia melihat Rika tersenyum ke arahnya, maka ekspresi gadis itu menjadi berubah.
Cherry menatap Rika dengan semangat sembari berkata, "Dewi, Hari ini aku sudah memesan makanan yang banyak untuk kita semua."
Rika menganggukkan kepalanya, "baiklah," ucap Rika dengan santai.
Cherry merasa sangat senang melihat Rika yang tampak bahagia dengan apa yang ia lakukan, lalu seorang pelayan akhirnya datang membawakan makanan yang sudah dipesan sebelumnya, lalu mereka makan bersama.
"Dewi, Apakah Dewi masih menyukai pria yang kemarin Dewi ceritakan?" Tiba-tiba ucap Cherry ketika mereka sedang makan.
"Uh,, Dewi bilang Dewi mencintai seorang pria, tapi setelah melihat ayahku dan mengenalnya hari ini, Apakah Dewi sudah berubah pikiran?" Tanya Cherry pada Rika langsung membuat Rika tertegun di tempatnya melihat keberanian gadis di depannya.
Sementara Devian, pria itu langsung berada dalam mode yang sangat dingin dan tatapan kelam yang membuat Andika menghela nafas.
"Ayah dan Nona Rika tidak bisa bersama, karena Nona Rika mencintai orang yang lain. Jadi kita tidak boleh memaksakan perasaan orang lain." Ucap Andika yang jelas tidak mau jika situasi di tempat itu menjadi runyam hanya karena anaknya yang membangunkan singa dalam diri Devian.
"Ahh,, tapi aku ingin Dewi menjadi ibuku." Ucap Cherry dengan wajah yang sedih sembari menatap Rika, ia berharap wajahnya yang seperti itu akan membuat luluh hati Rika.
__ADS_1
Tetapi, tentu saja Rika tidak bisa terus-terusan mengikuti kemauan gadis kecil di depannya, jadi dia tersenyum dan berkata, "maaf sekali sayang, tapi Tante dan ayahmu tidak bisa bersama. Tapi ke depannya tante pasti akan senang bertemu denganmu."
Mendengar ucapan Rika, maka Cherry menghela nafas dengan panjang, lalu dia kemudian menunduk dalam mode merajuk orang merasa kesal pada ayahnya dan juga pada Rika yang tidak mau menuruti keinginannya.
Melihat itu, Andika kemudian meletakkan sendok dan garpunya lalu dia berkata, "sebentar lagi jam 12.00, jadi sebaiknya Sekarang kita pergi. Nenekmu sudah menunggu kita."
Cherry yang masih dalam mode merajuk sangat ingin membantu, tetapi ketika dia melihat Rika sama sekali tidak berusaha mencegahnya untuk pergi, maka dia kemudian meneteskan air matanya dan memeluk ayahnya sembari membiarkan pria itu menggendongnya.
"Kami pergi dulu, kalian berdua nikmati makanan kalian," ucap Andika langsung diangguki oleh Rika dan Devian.
Andika tersenyum pada kedua orang itu lalu dia kemudian membawa Cherry meninggalkan tempat itu.
Sembari Andika berjalan pergi, Rika bisa melihat Cherry menatapnya dengan wajah yang sedih, lalu gadis kecil itu kemudian menyembunyikan wajahnya dilekukan leher ayahnya sembari terisak kecil.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1