Dikhianati Sahabatku, Kuputuskan Menggoda Ayahnya

Dikhianati Sahabatku, Kuputuskan Menggoda Ayahnya
38.


__ADS_3

Ucapan sahabatnya langsung membuat Devian mengulurkan tangannya mematikan layar ponselnya supaya pria itu tidak melihat lebih jauh lagi tentang apa yang ada di sana.


"Hah,, melihat wajahmu yang agak murung dan keterlambatan untuk mengizinkan kami masuk ke ruanganmu maka aku bisa menduga bahwa pertemuanmu dengan Rika tidak berjalan dengan lancar. Apakah kau sebodoh itu menghadapi perempuan?" Kata Andika sembari menatap tajam pria di depannya yang benar-benar membuatnya sangat kesal.


🦠🦠🦠


Devian tidak mengatakan apapun, pria itu hanya kembali fokus pada keponakannya dan memainkan pipi chubby milik Cherry.


Hal itu membuat Andika kembali menghela nafas lalu pria itu kemudian berjalan ke arah sofa dan duduk di sana sembari memperhatikan Devian yang terus berbincang-bincang dengan Cherry membicarakan sekolah Cherry hari itu.


'Hah,,, dia benar-benar bodoh.' ucap Andika dalam hati.


Tak berapa lama kemudian Andika merasa bosan, jadi pria itu menyalakan tv dan berita hari itu sepenuhnya membahas tentang Hana yang suaranya pecah di panggung bahkan Bagaimana perempuan itu pingsan ketika turun dari panggung.


"Aku pikir berita akan sepenuhnya diambil alih oleh perayaan ulang tahun perusahaan mu, dan ternyata memang jelas seperti itu meskipun anak angkat mulah yang sepenuhnya mengambil alih berita itu." Ucap Andika sembari melirik ke arah Devian langsung membuat Devian menatap ke arah TV.


Tetapi, pria itu tidak mengatakan apapun dan hanya kembali memperdulikan Cherry yang kini didudukkan di meja dan gadis kecil itu sibuk memainkan pena milik Devian yang diambil oleh gadis kecil itu.


"Apakah kau sudah menanyakan kabar anak angkat mu?" Andika sembari melirik ke arah Devian yang mana pria itu tampak begitu acuh terhadapnya.

__ADS_1


Devian menganggukkan kepalanya dengan pelan.


"Kapan terakhir kali kau mengetahui kabarnya?" Tanya Andika.


"Kemarin malam," jawab Devian masih dengan wajah yang tampak acuh menandakan bahwa pria itu benar-benar tidak peduli dengan anak angkatnya.


Hal itu membuat Andika kemudian mematikan tv-nya lalu pria itu kembali mendekati meja Devian sambil berkata, "telepon lah Rika, dan pura-pura bertanya kabarnya padanya. Jika dia hanya menjawab dengan singkat maka katakan padanya apa yang seharusnya kau berikan pada Hana. Atau setidaknya hibur dia supaya dia tidak terlalu cemas memikirkan Hana."


Ucapan Andika langsung membuat Devian menatap pria itu dengan tajam.


Dia tidak percaya bahwa ternyata dia yang sangat pandai dalam berbisnis, malah begitu bodoh dan tidak memikirkan hal itu bahwa dia bisa memanfaatkan keadaan Hana untuk mendekati Rika.


Cherry yang melihat itu langsung merasakan matanya menjadi panas dan dia benar-benar barang bahwa ternyata dia diusir oleh pamannya sendiri hanya karena seorang perempuan.


Saat itu, Devian baru akan menekan tombol panggil ketika Cherry tiba-tiba saja menangis dengan keras.


"Huwa....!!! Ayah!!! Paman tidak sayang lagi padaku,, hiks, dia mengusirku!! Hu hu....!!! Hiks,, hiks,,..." Isak Cherry dengan suara yang begitu keras.


Hal itu membuat Devian langsung mengembalikan ponselnya ke atas meja, lalu dia hendak mengambil gadis kecil itu dari Andika ketika Cherry langsung membuat mukanya dan hanya memeluk ayahnya dengan erat.

__ADS_1


"Hubungilah dia, biar aku yang menenangkan Cherry." Kata Andika yang jelas tahu bahwa pria di depannya benar-benar idiot dalam urusan menghadapi perempuan, jadi setelah melihat pria itu memiliki kesempatan maka dia juga tidak akan membiarkan putrinya untuk mengganggunya.


Oleh sebab itu, Andika langsung membawa putrinya pergi dari tempat itu meninggalkan Devian yang kini berdiri dengan rasa bersalah terhadap keponakannya.


Namun karena dia sudah mendengar ucapan Andika menyuruhnya untuk menghubungi Rika, maka pria itu kemudian hanya menghela nafas lalu mengambil ponselnya untuk segera menelpon Rika.


Setelah menekan tombol panggil, Devian berdiri di jendela besar pada kantornya sembari memegang erat ponsel yang didekatkan ke telinganya.


Drrtt.... Drrtt.... Drrtt....


Panggilan itu tersambung, tetapi dua kali berdering tidak ada yang mengangkatnya hingga Hal itu membuat hati Devian menjadi kacau.


'Apakah sebenarnya dia benar-benar tidak ingin dekat denganku? Sebab itu dia memilih mengirim pesan daripada menghubungiku untuk sekedar berbicara denganku?' ucap Devian dalam hati yang entah kenapa kini ia merasa kalah sebelum bertempur.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....

__ADS_1



__ADS_2