
Maka setelah berbicara, Rika langsung berdiri dan berlari ke arah kasur membungkus tubuhnya dengan selimut hingga dia merasa lebih panas lagi berada di bawah bungkusan selimut dan tebal.
'Gila!!! Aku benar-benar gila, Aku baru saja mengakui perasaanku pada paman!!!!' Gerutu Rika dalam hati sambil memegang erat selimut miliknya.
Perempuan itu benar-benar tak bisa membayangkan reaksi Devian setelah mendengar pengakuan cintanya, jadi dia berharap detik itu juga dia segera diculik oleh kantuknya supaya mengurangi rasa malunya.
📻📻📻
Sementara Devian yang melihat perempuan itu, dia terdiam di tempatnya dan benar-benar terbengong karena baru saja dia mendengar sesuatu yang sangat membuatnya terkejut.
Pengakuan cinta, hal yang membuatnya benar-benar bersemangat sekaligus terkejut hingga Dia hanya bisa terdiam di tempatnya dan tak tahu harus berbuat apa.
Dia perlu beberapa menit untuk menguasai dirinya lalu akhirnya pria itu berdiri dan menghampiri Rika yang tertidur untuk berbicara dengan perempuan itu.
__ADS_1
'Tidak, Dia mungkin merasa malu atas apa yang baru saja terjadi, tapi aku sebagai pria benar-benar tidak berguna sampai dialah yang menyatakan cinta lebih dulu, padahal seharusnya itu menjadi tugas seorang pria.' ucap Devian dalam hati sembari berbalik mengambil selimut dan bantal lalu dia meletakkannya di sofa untuk berbaring.
Tetapi, cukup lama dia berbaring,pria itu tidak bisa terlelap karena dia terus teringat akan ucapan Rika hingga pria itu kembali duduk sambil melihat ke arah jendela.
'Seandainya kemarin dia tidak minum dan tidak mabuk Lalu dia tidak mencium ku, maka saat ini dia pasti tidak akan mengakui perasaannya. Tapi, sejak kapan dia suka padaku?' ucap Devian sambil tersenyum memikirkan hal itu dan dia kembali lagi menoleh keanehan ranjang melihat perempuan yang tertidur membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut.
Karena merasa cemas perempuan itu akan sesak,maka Devian kemudian berjalan menghampiri Rika dan menarik selimut perempuan itu lalu memperbaiki selimutnya.
'Dia pasti merasa sangat malu,, kalau begitu aku tidak boleh menundanya lagi,' ucap Devian segera pergi mengambil ponselnya lalu pria itu bergegas ke balkon untuk menelepon asistennya agar menyiapkan sesuatu.
Sementara Rika yang mendengar suara balkon yang dibuka lalu ditutup, perempuan itu langsung membuka matanya dan dia menggigit bibir bawahnya.
'Aku benar-benar tegang, ini lebih tegang daripada ketika aku pertama kali mengikuti audisi untuk menyanyi. Astaga,,, ia sama sekali tidak mengatakan apa-apa, itu artinya bahwa dia benar-benar tidak memiliki perasaan untukku. Dan aku sudah sangat malu mengatakan bahwa aku menyukainya!!!' gerutu Rika dalam hati yang merasa bahwa dirinya benar-benar goblok, benar-benar bodoh dan benar-benar tidak bisa diandalkan!!!
__ADS_1
Kalau sudah menyatakan cinta seperti itu, maka hubungan mereka ke depannya akan menjadi kacau, lalu pacaran pura-pura mereka mungkin saja akan segera berakhir besok lusa atau kapanpun itu!!!
'Hah,, bodoh!!!!' Rika menggigit bibir bawahnya sembari mengintip ke balkon, Dia sangat ingin melihat Apa yang dilakukan oleh pria itu.
Namun sayangnya, karena cahaya yang remang-remang maka dia tidak bisa melihatnya hingga dia kembali memejamkan matanya dan berharap dia segera terlelap supaya dia bisa melupakan rasa malunya pada Devian.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1