Dikhianati Sahabatku, Kuputuskan Menggoda Ayahnya

Dikhianati Sahabatku, Kuputuskan Menggoda Ayahnya
37.


__ADS_3

Devian baru saja tiba di apartemennya, lalu pria itu segera membasuh tubuhnya dengan air hangat untuk menenangkan pikirannya dan kembali mengingat pertemuannya Bersama dengan Rika.


'Perempuan itu, dia benar-benar menggoda ku?' ucap Devian dalam hati sembari mengingat kembali bagaimana sikap Lisa ketika dia bertemu di ruang VIP.


'Benarkah dia benar-benar berusaha untuk dekat denganku?' ucap Devian dalam hati lalu kembali ingat pengakuan cinta Rika ketika mereka berada di hotel dan perempuan itu berada dalam keadaan mabuk.


Sembari mandi, pria itu beberapa kali menghela nafas sampai akhirnya dia memutuskan untuk menyelesaikan mandinya dan pergi memakai pakaian tidurnya.


Ketika dia sudah naik ke tempat tidur untuk berbaring, Dia teringat bahwa Rika akan menghubunginya untuk mengatakan kabar Hana.


Jadi pria itu langsung mengambil ponselnya yang diletakkan di meja lalu dia melihat bahwa tidak ada panggilan tak terjawab, namun hanya ada sebuah pesan dari Rika.


"Dia hanya mengirim pesan?" Ucap pria itu memang rasa kecewa karena yang dia harapkan agar perempuan itu menghubunginya secara langsung, supaya paling tidak mereka masih bisa mengobrol beberapa saat.


Tapi malah mengirim sebuah pesan yang hanya mengatakan *Hana baik-baik saja.*


Satu kalimat yang begitu singkat yang hanya terdiri dari 3 kata langsung membuat mood Devian menjadi sangat buruk jadi pria itu meletakkan ponselnya dengan kristal lalu dia kemudian berusaha untuk tidur.


Tetapi sayang sekali, dia tidak bisa tidur karena terus kepikiran pada Rika, jadi pria itu menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu dia duduk di tempat tidur sambil mengulurkan tangannya mengambil ponselnya.


Pria itu menyalakan ponselnya dan menatap layarnya beberapa saat sembari berpikir.

__ADS_1


'Apakah sebaiknya aku menghubunginya atau tidak?' ucapnya menghela nafas lalu dia kemudian melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 23.00.


Berpikir bahwa perempuan itu telah tidur, maka Devian kembali meletakkan ponselnya lalu dia berusaha untuk tidur meski dia masih membutuhkan beberapa jam lagi sebelum kantuk menculiknya ke dunia mimpi.


Keesokan paginya, pria itu terbangun dan kembali melihat ponselnya, terlihat jelas bahwa tidak ada satupun pesan dari Rika bahkan tidak ada panggilan tak terjawab yang membuat mood pria itu menjadi lebih buruk.


Devian kemudian bersiap-siap pergi ke kantor dan dia akhirnya tiba di kantor dengan wajah yang begitu murung karena sedari perjalanan dia mengecek ponselnya, namun tidak lagi mendapati Rika mengirim pesan padanya, apalagi meneleponnya.


Tok tok tok...


Suara pintu yang diketuk diabaikan oleh Devian dan pria itu fokus saja pada pekerjaannya meski sebenarnya beberapa kali dia harus memeriksa ulang pekerjaannya sebab takut dia mengerjakan pekerjaannya dengan buruk sehingga mempengaruhi performa perusahaan mereka.


Cherry yang mendengar ucapan ayahnya kemudian menggerutu dengan kesal, "ketuklah lebih keras lagi!!!" Sentak gadis kecil itu langsung membuat Andika kembali mengulurkan tangannya ke arah pintu.


Tetapi bukannya mengetuk, pria itu menggedor-gedor pintu.


Dor dor dor!


Suara gedoran pintu langsung membuat Devian mengangkat kepalanya, "masuk!" Ucap pria itu yang begitu penasaran Siapa orang tidak sopan yang berada di luar pintu hingga berani menggedor-gedor pintu ruangannya.


Namun, ketika pintu terbuka terlihat jelas bahwa keponakannya yang datang. Jadi pria itu langsung berdiri Lalu dia pergi mengambil Cherry dari gendongan Andika.

__ADS_1


"Paman!!!" Ucapan gadis kecil itu langsung memeluk leher pamannya karena merasa sangat senang bisa berjumpa lagi dengan pamannya.


Andika yang melihat itu tidak mengatakan apapun, dia hanya mengikuti Devian yang berjalan ke meja kerjanya lalu pria itu melihat ponsel yang diletakkan di atas meja memperlihatkan kontak seseorang di sana.


Andika langsung tersenyum setelah membaca nama yang tertera pada kontak itu lalu dia kemudian berkata, "Jadi kau berhasil mengambil nomor ponselnya, Apakah kau mengambilnya secara legal atau secara ilegal?"


Ucapan sahabatnya langsung membuat Devian mengulurkan tangannya mematikan layar ponselnya supaya pria itu tidak melihat lebih jauh lagi tentang apa yang ada di sana.


"Hah,, melihat wajahmu yang agak murung dan keterlambatan untuk mengizinkan kami masuk ke ruanganmu, maka aku bisa menduga bahwa pertemuanmu dengan Rika tidak berjalan dengan lancar. Apakah kau sebodoh itu menghadapi perempuan?" Kata Andika sembari menatap tajam pria di depannya yang benar-benar membuatnya sangat kesal.


Bagaimana bisa pria itu hanya ahli dalam pekerjaan namun tidak memiliki sedikitpun keahlian dalam percintaan?


Sangat mencoreng reputasi seorang lelaki!!!!


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....


__ADS_1


__ADS_2