Dikhianati Sahabatku, Kuputuskan Menggoda Ayahnya

Dikhianati Sahabatku, Kuputuskan Menggoda Ayahnya
61.


__ADS_3

Devian kemudian mengambil botol anggurnya dan menuangkan segelas anggur untuk Rika.


Setelah itu, mereka kemudian berdiri bersama dengan Devian yang membela-balai rambut Rika hingga membuat Rika menjadi semakin tidak tenang.


Perempuan itu berusaha menguasai dirinya sendiri, tetapi begitu sulit untuk melakukannya hingga dia akhirnya meminum terus anggurnya sampai anggur dalam gelasnya sudah habis, lalu perempuan itu mulai merasakan panas di sekujur tubuhnya.


🏜️🏜️🏜️


"Apa kau mabuk?" Tanya Devian sembari mengambil gelas kosong dari tangan Rika lalu meletakkannya di meja bersamaan dengan Dia menghabiskan anggur dalam gelasnya sendiri.


Baru saja pria itu berbalik untuk kembali menatap Rika, maka dia terkejut ketika Rika langsung memeluknya dengan erat dan menyandarkan kepalanya di dada Devian.


"Ahh,, ini menyegarkan," ucap Rika yang merasa begitu tenang memeluk pria itu.


Kembali mengingat bahwa wartawan sedang mengintai mereka, maka Devian membalas pelukan mereka dan membelai lembut kepala perempuan itu, lalu tiba-tiba saja Rika mendongakkan kepalanya hingga tatapan mereka berdua bertemu.


"Sudah dari dulu Aku menginginkan ini," ucap Rika memindahkan tangannya dari pinggang Devian ke leher pria itu lalu dia berjinjit dan mencium bibir Devian dengan lembut.


Ciuman lembut itu sangat mengejutkan Devian hingga dia merasa kaku di tempatnya, namun beberapa saat kemudian dia akhirnya tersadar lalu dia membalas ciuman perempuan itu dengan lembut.

__ADS_1


Setelah merasa cukup, bahwa wartawan sudah mendapatkan banyak sekali bukti bahwa mereka berpacaran, maka Devian dengan cepat menggendong Rika memasuki kamar mereka lalu membaringkan perempuan itu di atas ranjang.


"Jangan salahkan aku kalau besok kau terkejut melihat berita yang keluar." Ucap Devian kembali mencium bibir Rika lalu pria itu kemudian memperbaiki selimut Rika dan dia menelpon petugas hotel untuk membersihkan bekas minuman mereka di balkon sebelum dia mematikan semua lampu lalu beranjak ke sofa untuk tidur.


Pada keesokan paginya, Devian sudah selesai mandi ketika dia keluar dan melihat Rika baru saja bangun.


"Selamat pagi," ucap Devian langsung membuat Rika menoleh ke arah sumber suara dan dia tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Selamat pagi. Apakah kemarin malam kau yang membawaku ke tempat tidur?" Tanya Rika yang sejak beberapa menit yang lalu dia berusaha mengingat apa yang terjadi kemarin malam, tetapi ingatannya hanya sampai ketika dia meneguk habis gelas anggur keduanya Lalu setelah itu dia tidak tahu lagi apa yang terjadi.


Devian melemparkan senyum indahnya pada Rika, "aku menggendongmu kemari. Tapi kau tidak perlu cemas, karena aku tidur di sofa kemarin malam." Ucap Devian sembari berjalan ke ruang ganti untuk memakai pakaiannya.


Oleh sebab itu, dalam hatinya Rika berpikir bahwa ke depannya dia tidak boleh lagi minum terlalu banyak anggur, jadi perempuan itu segera turun dari tempat tidur lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi pagi.


Ketika dia keluar dari kamar mandi, didapatinya Devian sedang duduk berkutat dengan laptopnya dan perempuan itu bisa melihat bahwa Devian sedang memeriksa email yang masuk, yang berisi berkas-berkas dokumen yang dikirim oleh asisten pria itu.


'Sebaiknya aku tidak mengganggunya,' ucap Rika dalam hati sembari berjalan ke ruang ganti karena dia jelas tahu bahwa pria itu sudah meninggalkan banyak sekali pekerjaannya hanya demi menemaninya pergi ke pulau G.


Meski hal seperti itu sangat sulit dipercaya bahwa Devian melakukannya untuk orang asing, Tetapi Rika tidak mau terlalu memikirkannya dan dia bisa mengetahui bahwa Devian adalah orang yang pintar Jadi tidak mungkin melakukan sesuatu dengan gegaba.

__ADS_1


Setelah keluar dari ruang ganti, Rika bisa melihat bahwa meja makan di kamar mereka sudah diisi dengan beragam menu sarapan yang langsung membuat Devian meletakkan laptopnya ketika pria itu melihat Rika.


"Ayo sarapan bersama," ucap Devian diangguki oleh Rika lalu mereka akhirnya duduk bersama di meja dan sarapan bersama.


"Oya paman, mulai saat ini Kita seharusnya mengubah nama panggilan kita, karena kalau aku terus memanggil Paman dengan panggilan Paman maka orang-orang akan curiga kalau sebenarnya hubungan kita bukanlah sepasang kekasih." Ucap Rika ketika dia hampir selesai sarapan.


Devian menganggukkan kepalanya, "baiklah," jawab pria itu.


"Ahh itu, kira-kira panggilan apa yang cocok kita gunakan? Kalau Paman mau juga, Paman bisa mengatakan panggilan yang Paman mau jika Paman memiliki kekasih. Maka kita bisa menggunakan panggilan itu." Ucap Rika langsung menghentikan gerakan tangan Devian yang hendak menyuap sarapannya, lalu pria itu meletakkan kembali makanannya ke piring dan menatap perempuan di depannya.


"Aku tidak punya pilihan khusus, kau saja yang menentukannya sesuai keinginanmu," ucap Devian langsung membuat Rika mengangguk Dan Dia sedikit kecewa dalam hatinya.


Perempuan itu berpikir bahwa sebenarnya Devian memiliki sebuah panggilan yang ingin digunakan bersama dengan kekasihnya, tetapi karena hubungan mereka hanya pura-pura saja, maka pria itu tidak mau mengatakannya.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....

__ADS_1



__ADS_2