
Setelah berada dalam mobil yang mengantarnya ke bandara, Rika langsung melepaskan kostumnya, lalu dia berpenampilan selayaknya dirinya sendiri dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Devian.
"Paman, aku sudah berada dalam mobil yang membawaku ke bandara." Ucap Rika.
"Bagus, aku juga sudah berada di bandara menunggumu, kau akan diantar melalui jalan rahasia supaya terhindar dari para wartawan." Ucap Devian dari seberang telepon langsung membuat hati Rika menjadi hangat karena ternyata pria itu benar-benar mau membantunya meski dalam hatinya dia merasa bingung Mengapa pria itu malah membantunya dan mengabaikan anak angkatnya sendiri.
"Terima kasih Paman." Ucap Rika pada orang di seberang telepon lalu mengakhiri panggilan telepon itu dan Rika duduk di dalam mobil sembari menatap keluar jendela.
'Sepertinya setelah kembali dari pulau G aku akan langsung menggarap proyek soloku saja.' ucap Rika dalam hati yang merasa bahwa hubungannya dan Hana tak akan bisa lagi diperbaiki dan dia sudah rela dan sepenuhnya ikhlas menyerahkan Aksa pada perempuan itu.
Bahkan sekarang, dia malah terus memikirkan Devian, dan entah kenapa dia sangat menyukai pria itu, Padahal dia belum mengenal pria itu secara dalam.
Rika terus berpikir dalam hatinya sampai akhirnya mobil yang membawanya kini tiba di bandara.
Sesuai dengan ucapan Devian, maka dia dibawa melalui jalur khusus sampai akhirnya dia tiba di ruangan VIP dan melihat Devian sudah menunggunya dengan pria itu duduk sembari membaca sebuah majalah yang ada di tangannya.
"Paman," ucap Rika segera menghampiri Devian lalu perempuan itu duduk di depan Devian.
__ADS_1
Devian pun memperhatikan perempuan di depannya dan dia melihat bahwa wajah perempuan itu baik-baik saja, sangat berbeda dengan dugaannya yang menyangka bahwa perempuan itu mungkin akan hancur seperti yang terakhir kali ia lihat di hotel saat perempuan itu mengetahui perselingkuhan kekasihnya bersama dengan Hana.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Devian sembari meletakkan majalah di atas meja.
Dengan sedikit senyum di wajahnya dan menganggukkan kepalanya, Rika berkata, "ya, aku baik-baik saja, tapi apakah Paman benar-benar mau menemaniku pergi ke pulau G? Bukankah saat ini Paman seharusnya berada di pihak Hana dan membantu perempuan itu supaya dia tidak dikejar-kejar wartawan?"
"Ah itu, Sebenarnya aku sudah tahu tentang perselingkuhan mereka sejak dari dulu. Lagi pula Hana memang bukan perempuan yang baik-baik jadi aku akan membiarkannya melakukan apapun yang ia inginkan." Ucap Devian sangat mengejutkan Rika.
"Tapi,, kalau Paman sudah mengetahui itu, namun Kenapa Paman malah memilih membantuku? Maksudku kalau Paman benar-benar tidak peduli pada Hana maka itu bukan masalah yang perlu ku khawatirkan, tapi aku dan Paman bukanlah orang yang dekat, jadi Kenapa Paman ingin membantuku?" Tanya Rika yang sedari perjalanan menuju bandara dia sudah memikirkan hal tersebut.
Devian yang mendengar ucapan Rika merasakan jantungnya berdegup amat kencang, dan ia ingin mengakui bahwa dirinya tertarik pada perempuan itu
Tetapi karena takut bahwa Rika mungkin tidak merasakan hal yang sama, maka pria itu memutuskan untuk tidak mengatakannya.
"Ah, mungkin karena ketika kita bertemu di hotel dan saat kau mabuk kau terlihat sangat menyedihkan, jadi aku pikir aku akan membantumu," ucap Devian langsung membuat Rika merasa begitu kecewa dalam hatinya.
Pria itu ternyata membantunya hanya karena rasa iba, bukannya karena perasaan suka, yang artinya bahwa dia sama sekali tidak spesial di mata pria itu hingga mulai saat ini dia harus bekerja lebih keras lagi untuk menggoda pria itu.
__ADS_1
'Kalau begini ceritanya, maka aku tidak mungkin bisa meminta bantuannya, karena pastilah dia tidak akan mengabulkan permintaanku,' ucap Rika dalam hati yang sebenarnya berniat untuk memanfaatkan keadaan hingga meminta bantuan Devian agar setidaknya mereka bisa berpura-pura menjadi sepasang kekasih demi melepaskannya dari skandar itu.
Tetapi ketika dia memikirkannya lagi maka tidak ada sesuatu yang bisa menguntungkan bagi Devian jika mereka melakukan rencana tersebut.
Jadi Rika menghela nafas dan bekata, "sepertinya aku memang sangat menyedihkan waktu itu, tapi aku sama sekali tidak mengingat apa yang terjadi."
Devian tersenyum pada perempuan di depannya, "jangan khawatir, kau tidak semenyedihkan itu, tapi aku merasa hatiku hanya tergerak saat melihatmu. Kita bisa berangkat sekarang." Ucap Devian langsung membuat Rika berdiri lalu kedua orang itu kemudian pergi menuju pesawat jet pribadi milik Devian.
Saat itu, Rika tidak menyangka bahwa mereka akan menggunakan pesawat jet pribadi pria itu, jadi dia menatap pria itu dengan bingung, namun ketika dia melihat Devian sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apapun maka Rika tidak mengatakan apapun lagi dan hanya menaiki pesawat.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1