Dikhianati Sahabatku, Kuputuskan Menggoda Ayahnya

Dikhianati Sahabatku, Kuputuskan Menggoda Ayahnya
51.


__ADS_3

Setelah ditinggalkan berdua saja, Rika merasa begitu senang dalam hati, jadi Rika kemudian berpura-pura makan dengan tenang meski saat itu jantungnya berdegup amat kencang membuatnya merasa begitu kesal pada dirinya sendiri.


'Aku ini gila apa? Baru saja aku dicampakkan oleh seorang pria, disakiti sehingga menangis berhari-hari, lalu sekarang aku mulai menyukai seorang pria lain. Padahal aku hanya ingin mendekati Paman Devian untuk melancarkan balas dendamku terhadap Hana dan kekasihnya, tapi kalau seperti ini caranya maka akulah yang akan terjebak dalam rencanaku sendiri!!' kesal Rika dalam hati meski dia juga merasa senang karena akhirnya dia bisa melancarkan rencananya mendekati Paman Devian.


"Apa yang kau lakukan setelah kita selesai makan siang di sini?" Tiba-tiba tanya Devian langsung membuat Rika menatap ke arah pria itu.


"Ah,, aku tidak punya jadwal hari ini, Jadi mungkin saja kembali ke apartemen dan beristirahat karena hari ini juga Hana sudah keluar dari rumah sakit," ucap Rika yang dalam hatinya dia berharap agar pria itu mengajaknya ke suatu tempat agar hubungan mereka semakin menjadi lebih dekat.


"Ah, kau ingin istirahat. Baiklah," ucap Devian dengan singkat sebab dia tentu saja tidak mau menghalangi waktu istirahat perempuan itu, karena bagaimanapun dia mengetahui bahwa pekerjaan Rika adalah pekerjaan yang melelahkan juga dan membutuhkan stamina yang banyak.


Sementara Rika yang mendengarkan ucapan pria itu, dia mengepal kuat tangannya sambil berkata, "ahh, aku memang hendak beristirahat Kalau tidak ada sesuatu yang ku kerjakan, tapi kalau misalnya Paman mengajakku ke suatu tem,,, ah, tidak, Paman pasti sibuk jadi--"


"Tidak, Kalau kau mau keluar bersamaku Hari ini, aku akan mengajakmu kemanapun kau mau." Ucap Devian langsung membuat Rika terkejut di tempatnya karena tidak menyangka bahwa semuanya akan berjalan begitu lancar.


Pria yang terkenal dingin itu,,, pria yang Bahkan tidak pernah menghabiskan banyak waktu bersama anak angkatnya kini sedang menawarkan diri untuk menemaninya kemanapun dia ingin pergi?

__ADS_1


'Haruskah aku memanfaatkan situasi ini?' ucap Rika dalam hati sembari menelan air liurnya, ia menimbang-nimbang apa yang akan ia katakan hingga membuatnya bisa menghabiskan waktu yang lama bersama dengan pria di depannya.


Devian yang melihat Rika tampak terdiam beberapa saat kini tersenyum dan berkata, "kalau kau punya tempat yang ingin kau datangi, Kau bisa mengatakannya padaku. Kebetulan satu minggu ini aku sedang free dan pekerjaan juga tidak terlalu banyak."


Ucapan pria itu langsung membuat Rika merasa begitu senang dalam hatinya, entah itu senang karena rencananya berjalan lancar ataukah Ia senang karena dia melihat bahwa ternyata Devian menyukainya ataukah dia senang karena hal lain yang menyangkut perasaannya.


"Itu, Apakah Paman benar-benar yakin akan menemaniku pergi ke tempat yang ingin ku datangi?" Tanya Rika.


"Tentu saja," ucap Devian dengan suara yang begitu meyakinkan dan mantap kembali membuat jantung Rika berpacu dengan kuat.


'Sial!! Apakah aku ini perempuan murahan? Bisa-bisanya aku langsung jatuh cinta seperti ini setelah disakiti beberapa waktu yang lalu. Padahal hubunganku dengan Aksa sudah berlangsung selama bertahun-tahun, tapi aku malah cepat move on darinya Dan kemudian memulai lagi hubungan yang baru?' ucap Rika dalam hati yang merasa begitu aneh pada dirinya sendiri, padahal dulunya dia adalah perempuan yang sangat sulit untuk didapatkan oleh pria.


Tapi sekarang, pria di depannya ini,, mereka hanya berkenalan dalam waktu singkat saja dan hanya bertemu beberapa kali, tapi sekarang dia menyukainya???


Namun, Rika tidak mau menyia-nyiakan kesempatan jadi dia langsung berkata, "Ah,, itu Paman, Aku punya tempat untuk didatangi, tapi jauh dan membutuhkan beberapa hari. Jadi aku rasa--"

__ADS_1


"Tidak masalah, beberapa hari ke depan aku bisa bekerja di luar kantor karena pekerjaan tidak ada yang harus ditangani secara langsung." Ucap Devian langsung dijawab anggukan kepala Rika.


"Kalau Paman berkata begitu, maka aku tidak akan sungkan lagi. Aku dan Hana sangat ingin pergi berlibur ke pulau G, jadi Bagaimana kalau kita pergi ke sana sekaligus mengajak Hana untuk berlibur?" Ucapkan langsung membuat wajah Devian menjadi begitu datar.


Mengajak Hana??


Tentu saja dia tidak mau, jadi pria itu berkata, "Hana tidak akan bisa pergi karena dia sedang dalam masa pemulihan, takutnya itu akan membuatnya semakin sakit lagi."


Ucapan Devian tentu saja ialah sesuatu yang diharapkan oleh Rika, karena dia hanya berpura-pura untuk mengikutsertakan Hana karena supaya niat sesungguhnya tidak terlihat oleh Devian.


Jadi Rika langsung berkata, "ah, begitu ya. Kalau begitu Kita pergi berdua saja."


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!

__ADS_1


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....



__ADS_2