
Ting!
Lift akhirnya tiba di lobby, lalu pintu lift terbuka dan 3 orang yang berada dalam lift kemudian keluar dari sana, dan sesuai dengan dugaan, semua wartawan langsung mengerumuni mereka.
Untung saja tadi sangat asisten sudah sempat mengirim pesan pada orang-orang yang akan membantu mereka keluar dari masalah menghadapi wartawan, jadi para petugas yang telah disewa langsung membuat pagar betis untuk melindungi mereka.
Hana kemudian menggenggam erat tangan Aksa lalu mereka berjalan pelan-pelan dalam perlindungan para pengawal.
"Nona Hana, bisakah kami mengajukan pertanyaan sebentar saja? Hanya 5 menit saja."
"Nona Hana, tolong beri kesempatan untuk kami supaya bisa mengkonfirmasi rumor yang berada di internet. Apalagi tentang hubungan Rika dan pengusaha sukses dari grup AIX. Bukankah rumor beredar bahwa dia adalah orang ketiga dalam hubungan kalian? Tapi mengapa sekarang Nona Rika dan Tuan Devian Ambara sedang berada di kota G bersama-sama?"
"Benar, Tolong konfirmasi semuanya, hanya butuh waktu 5 menit. Atau kalau tidak bisa satu menit saja tolong berbicara sedikit saja."
Ucapan para wartawan sangat tidak dimengerti oleh 3 orang yang sedang dikawal meninggalkan tempat itu, namun mereka tidak menghentikan langkah mereka dan terus berjalan sampai akhirnya mereka memasuki mobil.
Begitu tiba dalam mobil, ponsel asisten yang sudah tadi bergetar kini langsung diambil oleh pria itu dan mengangkat telepon dari manajer.
"Apakah kalian sudah berhasil meninggalkan rumah sakit?" Tanya sang manajer.
"Ah iya, saat ini Kami sedang dalam perjalanan meninggalkan rumah sakit." Jawab sang asisten.
__ADS_1
"Bagus, mulai sekarang jaga mereka dengan baik dan jangan sampai ada rumor aneh-aneh lagi yang tersebar!!!" Tegas manajer dari seberang telepon lalu panggilan itu segera diakhiri.
Sementara itu, Hana yang duduk di samping Aksa kini memainkan ponselnya untuk melihat berita terbaru dan betapa terkejutnya dia ketika dia melihat bahwa berita yang sedang viral saat itu ialah berita tentang Rika dan Devian yang sedang berlibur ke pulau G ditengah skandal yang sedang hangat diberitakan oleh para media.
"A,, apa ini??" Ucap Hana yang benar-benar tak percaya melihat foto-foto tersebut, yang mana foto itu menampilkan Rika dan Devian berada di dua tempat.
Foto yang berada di bandara dan foto yang berada di hotel bintang 5 dengan keadaan kedua orang itu saling bergenggaman dan bercakap-cakap dengan mesra.
'Bagaimana bisa Ayah angkatku bersama-sama dengan Rika pergi ke pulau G untuk berlibur???' ucap Hana yang tentu saja merasa kesal karena dia sendiri tidak bisa melakukan hal seperti itu bersama dengan ayah angkatnya, tapi mengapa Rika bisa melakukannya???
Sementara Aksa yang mengintip layar ponsel Hana, pria itu juga sangat terkejut dan dia mengerutkan keningnya karena tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Beberapa jam yang lalu Rika masih bersikap begitu mesra padanya, tetapi sekarang sudah bersikap mesra bersama dengan pria lain?
Dan yang lebih parahnya lagi, Aksa begitu marah melihat pria yang bersama dengan Rika,,, tentu saja itu adalah pria yang tak akan bisa ia sangingi karena pria itu adalah pebisnis nomor satu di negara mereka.
"Berita itu pasti tidak benar dan hanya editan semata," ucap Aksa langsung mengambil ponselnya, lalu dia mencari kontak Rika untuk dihubungi.
Hana yang mendengar ucapan pria itu langsung menganggukkan kepalanya dan dia benar-benar tidak mau mempercayai rumor yang beredar itu.
'Ayah angkatku bukan orang sembarangan yang akan bergaul dengan orang sembarangan seperti Rika, jadi ini pasti hanya editan saja.' ucap Hana dalam hati berusaha menenangkan dirinya meski saat itu tangannya sedang gemetar memegang ponsel di tangannya.
__ADS_1
Sementara itu, di hotel tempat Rika dan Devian menginap, saat itu Rika sedang berada di kamar mandi ketika Devian melihat ponsel perempuan itu bergetar memperlihatkan sebuah kontak yang diberi nama pria sialan.
Membaca nama itu saja sudah membuat Devian merasa begitu senang dalam hati dan dia kemudian tersenyum meraih ponsel itu lalu menekan tombol terima.
"Halo," ucap pria itu dengan suara yang dingin dan datar pada orang di seberang telepon.
Hal itu langsung membuat Aksa mengerutkan keningnya karena tidak percaya bahwa dia benar-benar mendengar suara seorang pria yang mengangkat panggilan telepon itu.
"Siapa ini? Kenapa kau bisa memegang ponsel kekasihku?" Tanya Aksa langsung mengejutkan Hana yang duduk di sebelah pria itu.
Kata kekasihku yang diucapkan oleh Aksa sangat membuat perempuan itu menjadi sangat marah.
Tetapi dia tidak bisa melakukan apapun dan hanya diam di sana sembari mengepal kuat tangannya begitu penasaran dengan pembicaraan Aqsa dan orang di seberang telepon.
'Kenapa Aksa tidak mengeraskan volume suaranya sehingga aku juga bisa mendengarnya?' kesal Hana dalam hati karena dia tidak bisa mendengar percakapan dua orang itu.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1