
'Tapi mungkin saja Paman Devian terpaksa melakukan itu karena wartawan sedang mengintai kami.' ucapkan dalam hati yang benar-benar merasa malu pada dirinya sendiri, dan terlebih Dia sangat malu pada Paman Devian setelah apa yang ia lakukan.
Perempuan itu terus memikirkan kebodohannya sampai akhirnya dia mendengar suara pintu kamar mandi terbuka hingga membuatnya berpura-pura tidur.
Dia merasakan pria itu memasuki ruang ganti, Lalu setelah beberapa saat lagi dia merasakan pria itu sudah keluar dari ruang ganti jadi Lisa menggertakan giginya dan dia akhirnya membuka selimutnya lalu duduk di ranjang sambil melihat ke arah Devian.
🥃🥃🥃
"Ah, aku pikir kau sudah tidur," ucap Devian sambil berjalan ke arah sofa.
"Itu,, paman," ucap Rika langsung turun dari tempat tidur lalu dia akhirnya menghampiri Devian dan duduk di depan pria itu.
"Ada apa?" Tanya Devian.
Rika menggigit bawang bibir bawahnya sambil memperhatikan pria di depannya dan dia masih menimbang-nimbang dalam hati untuk memulai pembicaraan dengan kata yang mana dan kalimat seperti apa.
Hal itu semakin membuat Devian penasaran pada perempuan di depannya jadi dia menatap Rika dengan seksama hingga membuat Rika semakin gugup di tempatnya.
__ADS_1
"Kalau ada yang ingin kau katakan, katakan saja padaku," ucap Devian semakin membuat Rika mengepal kuat tangannya, dan dia akhirnya memberanikan diri untuk menggerakkan bibirnya.
Perempuan itu langsung berdiri dan membungkuk pada Devian untuk memperlihatkan niat meminta maafnya yang paling tulus, "Itu paman,, aku sudah melihat video kita yang viral itu, dan aku benar-benar tidak tahu kenapa kemarin malam aku sampai bisa melakukan hal gila pada paman. Saat itu,, aku benar-benar dikuasai oleh anggur jadi aku tidak tahu kalau aku sangat menyukai Paman sampai akhirnya aku lepas kendali dan mencium paman.
"Aku benar-benar minta maaf pada paman, pokoknya Aku benar-benar menyesali perbuatanku dan lain kali aku tidak akan pernah lagi minum anggur!!! Pokoknya aku benar-benar menyesal dan mohon supaya Paman memaafkan kesalahanku." Ucap Rika dengan tangan yang sudah dipenuhi keringat karena dia benar-benar takut dengan reaksi Devian.
Tetapi Devian yang mendengarkan serangkaian penjelasan yang diberikan oleh Rika, pria itu hanya terfokus pada beberapa kata yang diucapkan oleh Rika.
'Aku sangat menyukai Paman.'
'Aku sangat menyukai Paman.'
'Aku sangat menyukai Paman.'
Rika Akhirnya bisa bernafas lega ketika dia mendengar Devian berkata, "duduklah."
Setelah mendengar ucapan Devian, maka perempuan itu langsung duduk dan menatap Devian dengan gugup.
__ADS_1
'Aku tidak tahu kau, tapi aku merasa begitu gugup, padahal aku sudah tahu bahwa sepanjang hari ini Paman Devian selalu memperlakukanku dengan baik dan tidak pernah memperlihatkan ketidaksukaannya atas apa yang terjadi kemarin malam. Namun bagaimanapun, aku merasa sangat bersalah atas apa yang kulakukan di saat aku sedang mabuk.' ucap Rika dalam hati.
"Hm,," Devian memecahkan keheningan lalu pria itu lanjut berkata, "kau bilang tadi kau menyukaiku hingga kau tidak bisa menahan diri untuk menciumku?"
Pertanyaan Devian langsung membuat wajah kita menjadi sangat memerah.
"Itu,, paman,, aku benar-benar minta maaf, tapi aku tidak pernah mabuk saat bersama dengan seorang pria, pasti ketika aku mabuk aku bersama dengan Hana jadi aku tidak tahu kalau ternyata saat aku mabuk aku malah mencium pria yang ada bersamaku. Maksudku, maksudku bukan berarti bahwa siapapun pria yang ada bersamaku akan ku cium ketika aku mabuk, tetapi,,, tetapi ini adalah kasus yang berbeda. Ini,, ini,, ya,, itu benar,, Aku memang menyukai paman. Ahh tapi!! Tapi Paman tidak perlu khawatir, karena lagi pula aku tahu kalau,, kalau,, ya,, kita hanya pacaran pura-pura saja dan,,, astaga,, Aku tidak tahu harus berkata apa, pokoknya Paman tidak perlu khawatir karena aku tidak akan melewati batas lagi!! Aku janji!" ucap Rika dengan wajah yang terus bertambah merah setiap kali dia berbicara hingga membuatnya merasakan keringat meluncur di punggungnya dan perempuan itu tidak tahan lagi melihat pria di depannya yang tampak tenang menatapnya.
Maka setelah berbicara, Rika langsung berdiri dan berlari ke arah kasur membungkus tubuhnya dengan selimut hingga dia merasa lebih panas lagi berada di bawah bungkusan selimut dan tebal.
'Gila!!! Aku benar-benar gila, Aku baru saja mengakui perasaanku pada paman!!!!' Gerutu Rika dalam hati sambil memegang erat selimut miliknya.
Perempuan itu benar-benar tak bisa membayangkan reaksi Devian setelah mendengar pengakuan cintanya, jadi dia berharap detik itu juga dia segera diculik oleh kantuknya supaya mengurangi rasa malunya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
__ADS_1
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....