Dikhianati Sahabatku, Kuputuskan Menggoda Ayahnya

Dikhianati Sahabatku, Kuputuskan Menggoda Ayahnya
74.


__ADS_3

Cekrek cekrek cekrek....


Suara kamera dan flash kamera membuat silau mata Devian dan Rika yang baru saja tiba di bandara internasional ibukota yang mana mereka telah selesai menghabiskan liburan mereka di pulau G.


Kedua orang itu berjalan sambil berpegangan tangan dengan cincin pasangan di jari mereka masing-masing hingga membuat semua orang semakin bersemangat memotret keduanya untuk ditulis beritanya bahwa pasangan termesra itu telah kembali dari liburan mereka.


"Rika,,, Dewi Rika!! Dewi!" Para penggemar yang juga di sana menunggu kepulangan mereka Langsung berseru kesenangan sambil megang Anda lambaikan tangan mereka ke arah dua orang itu.


Tentu saja Rika balas melambaikan tangannya ke arah para penggemarnya dan Rika menerima beberapa hadiah dari mereka dengan Devian yang juga membantunya menerimanya.


"Terima kasih," ucap Rika merasa begitu senang atas sambutan dari para penggemarnya.


Setelah memasuki mobil, Rika kemudian menatap para wartawan yang masih memotret mobil mereka.


"Aku rasa mulai hari ini aku akan menjadi artis yang paling populer," ucap Rika sambil tertawa kecil karena tidak menyangka bahwa selama 7 Hari penuh liburan mereka di pulau G, para wartawan terus mengikuti mereka dan sepertinya tak bosan-bosan memberitakan tentang hubungan mereka.


"Baguslah kalau kau terkenal nanti karirmu menjadi semakin lebih baik." Ucap Devian langsung membuat berita tersenyum senang.


Beberapa saat kemudian ponsel Devian tiba-tiba berbunyi yang memperlihatkan nama pemanggil adalah H. Yang artinya bahwa itu adalah Hana.


"Ada apa?" Tanya Rika ketika dia melihat pria di sampingnya hanya memandangi ponselnya tanpa ada niat untuk mengangkat panggilan itu.

__ADS_1


Devian langsung memperlihatkan layar ponselnya pada Rika dan berkata, "Hana."


Rika langsung mengerutkan keningnya menatap memanggil itu, lalu dia memiliki ide untuk mengangkat panggilan itu jadi dia menata kekasihnya sambil berkata, "Bagaimana kalau aku yang mengangkatnya?"


Devian sama sekali tidak keberatan, karena lagi pula sebentar lagi perempuan itu akan berumur 23 tahun, hanya perlu satu bulan lagi lalu tanggung jawabnya pada perempuan itu akan segera berakhir.


Oleh sebab itu, Devian menyerahkan ponselnya lalu Rika menerimanya dengan senyum dan menekan tombol terima.


Baru saja Rika mendekatkan ponsel ikut telinganya, suara Hana dari seberang telepon langsung terdengar.


"Halo, maafkan Aku menelpon ayah, tapi aku merasa begitu terkejut melihat berita yang tersebar di internet. Ayah bersama dengan Rika? Kenapa melakukan itu? Rika bukan orang yang baik-baik, dia sudah sering bergonta-ganti lelaki, dan dia itu perempuan yang tidak cocok untuk ayah," ucap Hana dari seberang telepon benar-benar membuat rica menggertakan giginya.


"Oh benarkah?" Ucap Rika dengan kesal, "kau benar-benar pandai bermuka dua, di depanku Kau seperti gadis polos yang terus mendukung segala sesuatu yang kulakukan. Namun, di belakangku Kau berkali-kali menusukku, tapi aku benar-benar berterima kasih karena Apa yang kau lakukan merebut Aksa dariku sudah membuatku mendapat pria yang lebih baik daripada pria sialan yang kau rebut itu.


Setelah berbicara, Rika tidak menunggu reaksi dari seberang telepon dan dia langsung menekan tombol reject lalu menghela nafas dengan panjang.


Devian kemudian menarik perempuan itu kepelukannya dan membelai rambutnya dengan lembut.


"Jangan khawatir, aku tidak akan percaya apapun yang dia katakan. Oya, Bagaimana kalau sebelum pergi ke kantor pencatatan sipil kita singgah dulu untuk makan siang?" Ucap Devian mengalihkan pembicaraan agar ketika tidak kepikiran terus dengan ucapan Hana yang baru saja didengar dari seberang telepon.


Rika menganggukkan kepalanya dengan lembut, "baiklah." Jawab Rika.

__ADS_1


Maka begitu, Devian langsung memberi perintah pada sopir mereka akan mengantar mereka ke sebuah restoran yang merupakan restoran milik Devian sendiri.


Begitu tiba di restoran, keduanya langsung disambut oleh sang Manager restoran dan mereka pergi ke ruangan private untuk makan siang bersama.


Sementara keduanya makan siang, Rika kemudian teringat bahwa mereka benar-benar akan mendaftarkan pernikahan mereka, tetapi dia masih agak ragu dengan kontrak perjanjian yang telah mereka tandatangani.


Jadi Rika berkata, "Itu, sayang,, hm,, kita akan mendaftarkan pernikahan kita sekarang, dan setelah itu kita resmi menjadi sepasang suami istri. Tapi,, aku kepikiran dengan kontrak perjanjian yang sudah ditandatangani itu, bagaimana kalau kita menghancurkannya saja?"


Devian yang mendengar itu langsung memiringkan kepalanya dan menatap perempuan di depannya dengan mata yang sedikit dicipitkan.


"Kau khawatir dengan surat perjanjian itu?" Tanya Devian yang merasa aneh Padahal di dalam surat perjanjian itu sedikitpun kerugian untuk Rika tidak tercatat.


Rika menggelengkan kepalanya, "bukan,, aku hanya berpikir kalau aku bisa memegang ucapan mu, jadi surat perjanjian itu tidak perlu di buat," kata Rika dengan yakin.


Ucapan perempuan di depannya benar-benar membuat hati Devian menjadi hangat tetapi pria itu tidak berniat menghapus perjanjian pernikahan itu, karena dia yang telah bertekad untuk memulainya jadi tidak akan menjadi pengecut untuk menghancurkan surat perjanjian itu.


"Aku senang kalau kau mempercayaiku, tapi mempertahankan surat perjanjian itu juga tidak ada salahnya, jadi biarkan saja surat perjanjian itu dipegang oleh notaris. Kalau suatu saat terjadi sesuatu di luar kehendak kita, maka surat perjanjian itu akan berlaku selamanya." Kata Devian.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!

__ADS_1


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....



__ADS_2