
"Ada apa?" Tanya Devian sambil memeluk perempuan itu dan memperhatikan layar ponselnya.
Devian langsung mengerutkan keningnya menatap layar ponsel itu dan dia menghela nafas, "tinggal satu bulan lagi, tapi dia masih membuat masalah." Ucap Devian yang merasa bahwa perempuan itu benar-benar perempuan yang suka mencari masalah.
Rika menghela nafas, "hah,,, Sepertinya dia tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan semua keinginannya." Ucap perempuan itu mematikan layar ponselnya, lalu dia kembali mengambil botol anggur dan mengisi gelasnya.
Dia meneguk sampai habis ganggur itu lalu meletakkan botol anggurnya.
Devian yang melihat itu hanya bisa terdiam di tempatnya, lalu dia menatap perempuan yang tampak terdiam menatap ke layar ponsel yang telah menghitam.
Beberapa saat terjadi keheningan, Devian akhirnya berkata, "Apa kau baik-baik saja? Mau kuhibur?"
Pertanyaan Devian dan sentuhan Devian pada rambutnya membuat Rika yang sudah menahan rasa gerahnya akhirnya menatap pria itu dan hatinya menjadi lebih hangat melihat wajah Devian, lalu akhirnya dia bergerak cepat ke pangkuan pria itu dan mencium Devian dengan ganas.
Devian jadi sangat terkejut dengan ciuman yang ganas itu, ciuman yang berantakan seperti tidak memiliki pengalaman hingga membuat Devian agak tersenyum dan dia tetap menerima serangan dari istrinya.
__ADS_1
Tangan Devian bergerak di pinggang Rika agar menahan pinggang perempuan itu untuk berjaga-jaga jika Rika kehilangan keseimbangan dan mungkin saja akan jatuh ke belakang.
"Hmm,,, bisakah kita melakukannya sekarang?" Tanya Rika ketika dia menghentikan ciumannya dan tatapan perempuan itu begitu sayup lalu kembali lagi mencium Devian meski pria itu belum menjawab ucapannya.
Melihat tingkah istrinya, maka Devian akhirnya membawa perempuan itu ke ranjang dan memulai pertempuran panas mereka untuk malam yang erotis di hari pertama pernikahan mereka.
Jeritan kedua orang itu menikmati penyatuan mereka sebagai sepasang suami istri menghiasi kamar luas yang mereka huni sampai mereka ketiduran Karena kelelahan dan pagi sudah menjelang.
Trrriiinggg......!!!
Matahari sudah sangat tinggi ketika Rika membuka matanya dan dia mematikan alarm di nakas.
*Selamat pagi sayangku, aku sudah memasakkanmu sarapan, Jangan lupa untuk makan sarapannya sebelum menemui asistenmu. Aku akan teleponmu pada pukul 11.00 nanti❤️❤️❤️*
Rika tersenyum melihat 3 gambar love yang ditinggalkan oleh pria itu, dan dia bisa melihat bahwa ketiga gambar love itu dibuat dengan sangat hati-hati.
Rika tersenyum melihatnya, lalu dia meletakkannya dan hendak duduk ketika dia merasakan area pribadinya agak perih.
__ADS_1
"Ahhhk," Rika mangga rutu dengan pelan lalu dia kemudian menyibak selimutnya dan mendapati tubuhnya benar-benar polos.
Perempuan itu memejamkan matanya dan berusaha mengingat kejadian kemarin malam yang hanya samar-samar di ingatannya.
"Bodoh,," ucap Rika tersenyum ketika menyadari bahwa wajahnya menjadi panas dengan hanya memikirkan ingatan samar-samar Itu, Padahal dia sudah sengaja membuat dirinya mabuk supaya dia tidak merasa malu.
Tapi entah kenapa dia masih mengingat samar-samar dan merasa malu, tapi dalam hati kecilnya dia ingin mengingat semua adengan kemarin malam hingga membuatnya semakin merasa bodoh.
Rika kemudian mengambil pakaian yang disiapkan Indra di sampingnya lalu dia memakainya dan berjalan ke kamar mandi.
Srasshhhh...
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1