DOSEN ATAU SUAMI?

DOSEN ATAU SUAMI?
DAS (BERTEMU)


__ADS_3

"Alana bangun!!"


Gadis yang tengah tertidur itu kerap dipanggil Alana menggeliat di atas kasurnya. Tentu saja hari ini adalah hari minggu, ini waktunya Alana untuk istirahat pikir Alana.


Alana sudah lelah dengan tugas tugas kampusnya yang sangat menumpuk, ditambah Dosennya itu akan diganti dan tugas tugasnya harus segera dikumpulkan dan tidak boleh ada yang terlewat.


Alana sangat tidak suka dengan hal hal berbau dokumen dan hitungan, semua ini Alana lakukan hanya untuk kedua orang tuanya. Padahal Alana sangat menyukai dunia seni, tetapi entahlah Alana bingung mengapa Papahnya sangat melarang keras Alana untuk memasuki dunia persenian terlebih seni pertunjukan.


Dug!!! Dug!!! Dug!!!


"Alanaa cepetan bangun ini udah siang!" teriak Alan kembaran dari Alana.


Alan dan Alana adalah kembar tidak identik beda jenis kelamin. Alan sebagai kakak dan Alana sebagai adik. Perbedaan besar tubuh Alana dan Alan bisa dibilang terpaut jauh, Alana hanya sebatas bahu Alan. Padahal Alana dan Alan hanya berbeda 5 menit saja.


Alana masih tenang bersama mimpinya dia menghiraukan panggilan Alan yang sejak tadi ingin mendobrak kamar bernuansa pink dan abu abu miliknya itu, Alana masih setia dengan mimpinya.


"Alana kan setia."


Tok!! Tok!! Tok!!


Kali ini ketukan yang dihasilkan lebih lembut, bisa dipastikan ini adalah Mamah dari Alana. "Alana... bangun sayang ada kak Bara dibawah!" seru Mamah Alana dibalik pintu.


"Kak bara?" pikir Alana.


"Kak bara dibawah? Ngapain ya?"


BRUK!!


"KAK BARA KANGEN!" Teriak Alana sambil berlari menuju ruang keluarga, bahkan Ia sudah tidak memperdulikan penampilannya yang berantakan.


Alana itu punya dua orang kakak laki laki. Bara sebagai kakak pertama dan Alan sebagai kakak ke dua sekaligus kembaran Alana.


Alana ini orangnya simple tapi ribet juga kalo kata Alana sih tergantung suasana, Alana juga ceria tapi cuek juga pokoknya ga ada yang mengerti Alana kecuali Alana sendiri. Kembarannya bahkan sering salah menilai mood Alana tapi Alana ga pernah salah menilai kelakuan Alan.


Alan ini juga bukan orang yang ribet dia menjunjung tinggi kejujuran, dia paling marah kalo ada orang yang bohongin dia atau urusannya di campur tangani oleh orang lain sampai berantakan. Tapi kayaknya ga berlaku buat Alana, soalnya Alana tukang bohong dan tukang ngerecokin urusan Alan.


Alana said "Apapun yang bikin Alan marah Alana sukaa hihihi."


Nah kalo Bara ini orangnya diem pencampuran dari diemnya Mamanya Alana sama Tegasnya Papanya Alana.


Balik lagi ke Alana yang lari lari sambil teriak itu dia udah sampe di ruang keluarga dan langsung loncat nemplok di punggung Bara.


"Idih, anak gadis bau iler udah keluar kandang bund!" ujar Alan sambil menutup hidung dan mengibas ngibaskan tangannya diudara.


"Apaan sih Alan bilang Aja irii, wle," seru Alana sambil menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


Alan membalasnya dengan pura pura muntah.


Bara menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku kedua adiknya itu. "Semalem tidur jam berapa?" tanya Bara.


"Abis video call sama Kakak tidur kok." Alana memalingkan wajahnya melihat ke arah Mamahnya yang sepertinya sedang memasak di dapur.


"Ck, abis nonton drama berapa episode?" tanya Bara lagi, tentu saja Bara sangat mengenal adik perempuannya itu.


"Emm... Kayaknya 4 deh hehehe," jawab Alana diakhiri dengan cengiran.


"Astaga Alana kita selesai video call jam 11," ujar Bara sambil menoel hidung Alana pelan.


"Ya kan Alana mau nonton calon suami!" seru Alana sambil turun dari gendongan Bara.


Papah Alana yang melihat tingkah Alana hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Alana mandi gih udah jam 9 nih nanti ada temen Papa mau dateng ke rumah, " seru Papa Alana.


"Hmm iya Pah."


Alana pun kembali ke kamarnya untuk mandi.


...____...


"Alana sini bantuin Mama sayang!" panggil Mama Alana.


"Iya Mah, otw ngeng!" teriak Alana dari dalam Kamarnya.


"Nih kamu bawa scallop panggangnya ke meja makan ya," perintah Mama Alana.


"Uwahhh, Mamah Alana lapaarr," seru Alana sambil memandang ngiler makanan ditangannya itu.


Scallop panggang dengan campuran lemon itu sangat segar dan menggugah selera.


"Misi misi Alana cantik mau lewat!" teriak Alana menggelegar sambil melewati ruang tamu menuju ruang makan.


Tanpa Alana sadari di ruang tamunya itu sudah datang teman dari Papahnya.


"Alana ada tamu jugaa sopan sedikit dong," teriak Alan dari ruang tamu.


"Ya kan Alana ga tau Alan!" sahut Alana sambil menaruh makanannya diatas meja.


Setelah menaruh makanannya niat Alana mau langsung ke dapur lagi bantu Mamah. Tapi diperjalanan menuju dapur Alana di panggil oleh Papahnya, katanya Alana disuruh ke ruang tamu.


"Wahh ini Alana? Udah gede aja yaa!" seru Tante yang tidak Alana kenal itu.


"Eh iya Tante hehe Alana kan tumbuh," jawab Alana.

__ADS_1


"Apaan tumbuh ke samping apa ke bawah Al?" seru Alan meledek.


"Dih iya deh yang tumbuhnya ke atap, Alana mah membumi yaa." Alana Memukuli Alan dengan bantal karna kesal.


"Alana yang sopan dong!" seru Bara.


"Itu kak, Alannya duluan jugaa!" rengek Alana tidak ingin disalahkan.


"Alan berenti gangguin Alana dong lagi ada tamu juga," seru Papah Alana.


"Sini Alana duduk disini," seru Papah Alana sambil menepuk kursi disampingnya.


Alana duduk diapit oleh Papah dan Alan didepannya terdapat kursi yang diduduki oleh kedua teman Papah lalu kak bara dan satu orang yang ga Alana kenal itu duduk di sofa single.


"Jadi ini Alana." Papah Alana mengenalkan Alana kepada temannya itu.


"Ini Tante Salma dan Om Kevin," ujar Papah Alana lagi.


"Jangan manggil Om sama Tante dong panggil Ayah sama Bunda aja kan bentar lagi Tante jadi mertua kamu," seru tante Salma lembut.


"Loh Tante sama Om orang tuanya Sehun Oppa ya?" ujar Alana ngelantur.


Tuk!!!


"Duh Alan Sakit tau!!" teriak Alana sambil memegangi kepalanya yang ditimpuk bantal.


"Lagian ngelantur aja omongannyaa, emangnya si Sehun itu tau kalau lu itu hidup beneran?" tanya Alan mengejek.


"Tau dong kan Alana udah ketemu wlee," balas Alana.


"Apaan palingan juga dia lupa sama muka Lu, secara muka Lu kan pasaran," ujar Alan.


"Loh kalo gitu muka Lu juga pasaran lah, kan kita kembar Alan!" teriak Alana sambil mencubit pinggang Alan.


"Akhh! Alana sakitt!!!" teriak Alan.


"Duh Alana, Alan udah dong malu itu ada tamu juga kalian ini udah gede bisa bisanya masih berantem terus. " Papah Alana memegangi lengan Alana karna memukuli Alan secara bertubi tubi.


"Alan duluan Papah!" rengek Alana.


"Loh siapa suruh kalo ngomong suka ngelantur gitu," balas Alan sambil meledek Alana.


"Ck Alan udah!!" sendak Bara. Untungnya Alan takut dengan Bara.


"Duh maafin Alana sama Alan ya Kev udah gede masih aja berantem," seru Papah Alana tidak enak.

__ADS_1


"Ga papa Rio namanya juga anak anak, lagian seru rame gini ga kayak anak gua udah kayak es batu dari kecil," seru om kevin sambil melirik anaknya yang duduk di sofa single disamping Bara.


"Hihihi Es batu tinggal tambahin sirup aja biar enak," kikik kecil Alana pada Alan yang dibalas tawa kecil juga.


__ADS_2