
..."Makan yang banyak. Pura pura bahagia juga butuh tenaga."...
...-----...
Hari ini sudah lewat 3 hari semenjak Alana menerima perjodohan dari keluarga Gentala.
Rencananya Alana akan dilamar oleh Gentala lewat 2 minggu setelah pertemuan itu.
Kaki Alana juga sudah sembuh, sebenarnya Alana juga ga merasa sakit cuman lumayan kan libur 3 hari.
'Alhamdulillah bisa ngebucin Sehun Oppa aaaaa'
'Alanaa cepettt bentar lagi dosennya kekelas nihhhh!!!' teriak seseorang dari dalam HP Alana.
Yap Alana lagi santai santai di kantin, tadi dia putuskan untuk makan pe'empek dulu sebelum masuk kelas.
Alana panik langsung memasukkan seluruh pe'empek yang tersisa kedalam mulutnya hingga mulutnya penuh dan berlari ke arah ruang kelasnya.
Untungnya kelas Manajemen bisnis ada di lantai dasar, jadi Alana ga perlu cape naik tangga atau nunggu lift.
Brukkkkk!!!
Alana jatuhh karna menabrak seseorang.
"Alanaaa!!" seru orang itu, dia bangkit sendiri dan membantu Alana untuk bangkit, dan membantu mengambil kan tas Alana.
"Eh sorry sorry gua kepepet ini dosen bentar lagi nyampe kelas," seru Alana ingin berlari lagi.
Orang itu bingung, Alana ingin masuk kelas tapi dimana bukunya?
"Alana!!! Buku lu kemanaa!!!?" teriak orang tersebut.
"Anjimm ketinggalan dikantin" seru Alana sambil menepuk jidatnya dan langsung putar balik tapi masih berlari.
Dug!! Dug!! Srett!!
Suara buku beradu saat Alana mengambil buku buku itu dengan cepat.
Alana masih berlari sambil menghiraukan teriakan teman teman dan orang orang yang ia tabrak atau memperingatkan ia untuk tidak berlari.
Harus cepat, atau ia akan kena seprot lagi.
Brakk!!!
Suara pintu didorong paksa.
"Hus hus... MAAF PAK SAYA TELAT," seru Alana sambil menunduk.
Brukk!!
Buku buku ditangan Alana jatuh.
Kemarin Alana dengar dari Dita akan ada dosen baru menggantikan dosen lama yang sudah pensiun.
Tapi tidak Alana sangka ternyata dosen baru itu adalah Gentala Priam Sanjaya yang akan menjadi suaminya.
'Mati gua!'
"Kak--" ucap Alana terhenti, dia bingung Alana malas kalo teman temannya bertanya dia punya hubungan apa dengan kak Genta kalo dia mengucapkan namanya yang sudah Alana pastikan kak Genta belum memperkenalkan dirinya.
"Alana cepat duduk!!!" seru Pak Bambang keras.
__ADS_1
Alana buru buru membereskan buku bukunya yang jatuh berserakan dan berlari duduk disebelah Dita.
"Alana gua tau lu terkesima kan sama ketampanan Dogan baru itu?" seru Dita pelan saat Alana sudah duduk manis disebelahnya.
"Bhaks...masih gantengan Sehun kemana mana ya," ujar Alana pelan.
"Lah lu ga liat muka lu pas pertama kali liat muka tu Dogan? Kek nahan berak *****," seru Dita sambil menahan tawanya
"Anjim Dita, " seru Alana agak kencang.
"Ada apa Alana?!" seru pak Bambang sengit.
"Eh iya pak maaf ini Ditanya kurang asupan cogan," seru Alana yang langsung mendapatkan pelototan dari Dita.
"Alana yang sopan ini ada dosen baru juga," seru pak Bambang memperingati Alana.
"Eh iya pak maaf," ujar Alana sambil berdiri lalu duduk lagi.
'Demi apapun udah ga niat tambah ga niat dan gua kuliah begini,' seru Alana didalam hati.
"Perkanalkan nama saya Gentala Priam Sanjaya, kalian bisa memanggil saya Pak Genta"
"Maju tak genta membela yang benar," seru Alana pelan sambil terkikik.
"Ada apa yang disana?" seru Genta sambil milirik Alana yang sedang terkikik.
"Eh ga ada apa apa kok pak," seru Alana sambil menunjuk dirinya.
" Dasar Alana ini sudah besar kelakuannya masih saja seperti itu, kamu ini besar ingin menjadi apa Alana? Perbaiki kelakuan kamu itu Alana nanti tidak ada kantor yang mau menerima kamu Alana, "Seru pak Bambang sambil melihat dan menunjuk nunjuk Alana.
Alana hanya menunduk, dia memutarkan bola matanya jengah. Alana sudah biasa mendapatkan perkataan seperti itu, dia sudah kebal.
Ga nyambung kan Alana yang masuk manajemen bisnis buat mempelajari bagaimana cara mengimplementasikan ilmu manajemen dalam sebuah bisnis malah sukanya sama dunia seni.
Sebenernya Alana pengen jadi Dancer atau apapun dalam bidang seni, tapi ditolak mentah mentah oleh Papah Alana.
'Dunia seni itu berat, Alana ga akan kuat.'
'Dih dikata Dilan.'
Yap kalo Alana masuk dunia bisnis Alana cuman tinggal lanjutin apa yang Papahnya udah bangun.
Padahal jatuh bangun itu biasa dalam kehidupan masa Alana mau bangun terus kan cape pengen jatuh juga.
Sudah satu jam Alana melamunkan masa depan dirinya tanpa memperhatikan dosen yang sedang mengajar itu.
Ga kerasa kelas dari Dogan aka Pak Genta udah selesai dan Alana masih melamunkan masa depannya bila ia masuk ke fakultas seni rupa dan desain.
'Enak beut ya hidup gua tinggal ngegambar kalo masuk fakultas seni rupa dan desain.' pikir Alana.
"Alanaa!!" teriak Dita disamping telinga Alana.
"ASTAGFIRULLAH GUNUNG MELEDAK GUBRAK! " seru Alana latah.
"Ditaa ga usahh ngagetin yaaaa!!!" teriak Alana sambil memukuli Dita dengan tasnya.
"Lagian lu nih dosennya udan gans gitu masihh aja ga fokus, mikirin apaan sih? Cobaan hidup lu berat banget dah," ujar Dita sambil membereskan buku bukunya.
"Kalo Sehun yang ngajar sih baru gua fokus," seru Alana sambil memutar bola matanya jengah.
"Alana!!"
__ADS_1
Alana dan Dita kaget mereka pikir pak Genta sudah keluar dari kelasnya ternyata belum dan sekarang pak Genta sedang menatap Alana dingin.
"Istirahat keruangan saya," Seru Genta dingin sambil berjalan meninggalkan kelas.
"Abis gua! " ujar Alana sambil memukul jidatnya.
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
Sekarang sudah menunjukkan pukul 11 dan ini waktunya istirahat.
Tebak Alana dan kawan kawan ada dimana?
Yap tentu saja ada dikantin.
Perut masih harus diisi right, nanti Alana yang canci ini pingsan lagi kan berabe.
"Alana dipanggil pak Genta," seru sinta sambil berjalan melewati Alana.
"Hmmm," seru Alana sambil memakan seblaknya
"Alana lu ditunggu pak Genta diruangannya," seru Yuli salah satu teman sekelas Alana.
"Iyaa santuy," jawab Alana sambil mengunyah kerupuk seblaknya.
"Alienn lu dipanggil DOGANNN!!" teriak Dita sambil berjalan menuju Alana dan duduk didepannya.
"Eh iya iya gua makan dulu ini seblaknya nanggung nanti mubazir dosa lagi masuk neraka dah," seru Alana mendramatisir.
"Alana lu dipanggil pak Genta GC gih," seru Rama salah satu teman beda kelas Alana lagi.
"Alanaa!!!!"
"Ck APAAN LAGI SIHHH ALANA MAU MAKAN DULU LAPERRRR!!" teriak Alana sebal.
"Apaan sih baperan amat lu kurang gizi berapa taun?" seru Alan sebal.
Ternyata itu Alan, Alan dan Alana memang satu kampus tapi beda jurusan Alan mengambil matematika bisnis sedangkan Alana mengambil menejemen bisnis.
"Lagian gua mau makan dengan tenang susah amat sih dari tadi dipanggilin mulu" seru Alana kesal.
"Ngapain sih lu makanin gituan, ga sehat lu gua aduin mantep nih," ucap Alan sambil meraih mangkuk Alana, yap Alan sudah duduk dibangku samping Alana.
"Apaan sih lu kalo mau mesen sendiri ***** gua bukan pesuruh lu, maen ambil ambil aja!!" seru Alana kesal dan menarik mangkuknya.
"Heh anak cewe bahasanya kasar banget," ujar Alan sambil menjitak jidat Alana.
"Sakit Alann!!!!" teriak Alana.
"Lu, pergi sana cape gua dengerin kalian berdua bersahabat mulu!!!" teriak Dita sambil mendorong tubuh Alan agar dia pergi.
Akhirnya Alan pergi meninggalkan meja Dita dan Alana, Alan ikut bergabung dengan teman temannya yang duduk tidak jauh dari bangku yang diduduki Alana.
"Cinta banget sama Dita kesayangan mamah papahnya," racau Alana ngelantur.
"Makan dulu lu. Laper **** kenyang ngantuk," seru Dita
"TAU AJA DEH KESAYANGAN AKUH MAHH! " teriak Alana lebih kencang dari yang tadi.
"ALANA **** BERISIK BANGET ***** LU!" teriak Dita sambil menutup mulut Alana.
Pada Akhirnya Alana lupa pergi keruangan Pak Genta dan melanjutkan memakan seblak dengan damai dan tentram.
__ADS_1