
Alana kini sedang memakan makan siangnya di kantin kampus.
Alana tidak sendiri, Ia ditemani oleh Dita dan tentu saja Alan. Alana sungguh jengah melihat kebucinan mereka berdua itu.
Lihat saja Alan yang sedang memainkan handphonenya sedang disuapi makanan oleh Dita. Sungguh miris nasib Dita, pikir Alana.
Dan lebih mirisnya lagi Alana malah menyuapi Dita. Siapa yang menyuapi Alana kalau gituuu. Pak Gentaa Alana butuh bantuannn.
"Sumpah, Alan lu punya tangan makan sendiri napa!!!" seru Alana sambil meraih handphone milik Alan, tetapi karna tubuh Alana yang mungil itu menyulitkannya untuk meraih handphone Alan.
"Ck, makanya jadi orang pacaran dulu. Enak tau!!" seru Alan bernada pada akhir kalimatnya.
"Dikata kiko enak tau...."
"Eh sumpah tapi Lu ga ngambek bulan madunya ga jadi?" tanya Dita masih fokus dengan Alan.
"Ck, yang ga jadi bulan madu itu Gua, bukan Alan. Ngomongnya ngadep Gua bukan Alan Ditaa!!!" teriak Alana.
"Berisik banget sih Lu!!" teriak Alan lagi.
Alana langsung meraih rambut Alan dan menariknya kuat kuat, lagian rese banget bikin badmood aja.
"Akhhh!!!" teriak Alan sambil memegangi tangan Alana agar melepaskan tarikannya.
"Alana lepasin... Al... Iya nihh udah deh udahh ga bucin!!!" teriak Dita membantu melepaskan jenggutan Alana.
"Gila banget sih Lu Al!!" teriak Alan di depan wajah Alana.
"Kayak bocil Lu, kalo ngambek langsung jenggut." Alan mengambil handphonenya lalu berdiri dari duduknya.
"Ck, duduk Lu!!! Gua mau kekelas!!" seru Alana ketus. Ia langsung mengambil tasnya dan berdiri meninggalkan Alan dan Dita. Dita berusaha menenangkan Alan agar tidak emosi lagi, sedangkan untuk Alana bisa Ia tangani nanti.
Alana berjalan cepat meninggalkan kantin dan tanpa disengaja Ia menabrak seseorang sehingga membuat barang barang yang dibawa orang itu jatuh berserakan.
Brukk!!
"Lu ga punya mata ya!!!" teriak orang yang ditabrak oleh Alana.
'****** gua.'
"Eh sumpah sorry, sorry gua ga liat tadi buru buru." Alana berusana membantu memungut buku buku dan kertas kertas yang berserakan.
"Nih sumpah Gu--" seru Alana tertahan, sepertinya Ia mengenali orang tersebut.
"Loh Alana!?" seru Orang tersebut.
"Rey???"
"Ih gilaa!! Kuliah di sini juga??" tanya Alana.
"Iya, Gua lagi ngurus skripsi nih!" seru Rey sambil mengambil barang barangnya dari tangan Alana.
"Lu semester berapa?" tanya Rey, akhirnya mereka berjalan beriringan dan memutuskan untuk duduk di kantin.
Alana dapat melihat tatapan sengit Alan saat melihat mereka berdua duduk dibangku kantin tidak jauh dari tempat duduk Alan dan Dita.
"Gua semester 5 nih," seru Alana.
"Gimana skripsi lancar?" tanya Alana.
__ADS_1
"Apaan Dosen pembimbing Gua ganti, bisa bisanya Gua lagi ditengah tengah perjalanan perskripsian gini malah Dosennya ngambil cuti. Mana Dosen pembimbing Gua yang baru ga dateng! janji tapi ga dateng Dosennya! Giliran mahasiswanya yang gitu abis udah diamuk Dosen." ujar Rey kesal.
"Sabar ya...." seru Alana sambil menahan tawanya melihat wajah kesal Rey.
...--------...
Setelah berbincang dengan Rey tadi, Alana kini berada di kelasnya. Duduk di samping Dita yang tengah membujuknya untuk berbaikan dengan Alan.
"Apaan sih Dit, Dianya aja yang rese!!" seru Alana, tenang Dosen yang akan mengajari materi tentang matematika bisnis itu belum juga memperlihatkan batang hidungnya sehingga sekarang kelas ramai dengan gosip gosip seputar kehidupan mahasiswa.
"Tapi Al Lu duluan yang jenggut rambut Alan," seru Dita membela Alan.
"Loh jadi Lu nyalahin Gua?" tanya Alana mulai naik darah lagi.
"Lah, bisa ga sih ga usah marah marah Al!! Lagian itu kan hal biasa buat orang pacaran!! Gua seneng kok ngelakuinnya!" teriak Dita mulai marah.
"Yah Al!" seru seseorang yang duduk dibangku paling depan.
"Dibuang kan Lu setelah Dia berhasil dapetin apa yang dia mau" tambahnya, dia adalah Bella. Salah satu perempuan yang mengejar ngejar Alan.
"Gua rasa sih Dita cuman mau manfaatin Lu buat deket sama Alan, buktinya Lu bisa liat kan? Abis jadian kayaknya Lu dibuang deh."
"Gua bukan sampah, dan ini bukan urusan Lu!!" ketus Alana lalu berdiri dari duduknya menarik Dita untuk keluar dari kelas.
Tetapi tangan Alana di cekal dan Kaki Dita disandung menyebabkan Dita jatuh tersungkur dilantai kelas.
"Akhh!!" ringis Dita karna pergelangan kakinya sakit.
"Lu gillaa!!" pekik Alana di depan wajah Bella.
"Hah! Gua cuman mau ingetin Lu aja sih, supaya Lu ga di manfaatin sama orang sampah kayak Dita ini."
"Wah masih bisa ngomong Lu? Pake pelet apa Lu bisa bikin Alan jadi luluh, secara lu ga ada molek moleknya sama sekali!" ujar Bella sambil memandang Dita remeh.
"Gua ingetin lagi ya Lu tuh cuman di manfaatin Alana!" teriak Bella sambil menunjuk nunjuk bahu Alana.
"Lu tuh cuman jadi kunciannya buat dapetin perhatian Alan, sekarang liat kan! Dia udah berhasil akhirnya Lu di buang deh," tambah Bella, kini atek ateknya mengepung Alana dikelas. Anak anak yang lain tidak berani dengan Bella, mereka takut untuk di rundung atau dibuat hancur keuangan keluarganya.
Salah satu pesuruh Bella mengambil gelas berisi minuman jus alpukat dan memberikannya ke tangan Bella.
"Menurut Gua Lu seharusnya ga usah berteman dengan Dia Alana, Lu punya Kita yang dengan senang hati akan manjain Lu."
"Gua udah lama banget pengen temenan sama Lu Alana, secara kalo Lu masuk ke grup Kita, Kita bisa kuasain lingkungan sekolah lebih gampang." Bella memutar mutarkan gelas yang ada ditangannya.
"Emm... Iya juga sih ya!" seru Alana.
"Kayaknya Gua cuman di manfaatin doang deh, sekarang aja Dia jadi belain Alan terus," ujar Alana menatap Dita sinis.
"Al sumpah Gua ga ada niatan kayak gitu Al! Gua kepikiran aja engga." Dita mencoba bangun dari lantai sambil tertatih.
"Terus? Yang Gua rasain sih gitu," seru Alana lagi.
Bella tersenyum karna merasa Alana sudah mulai terhasut olehnya, dulu sebelumnya Bella sudah sering mengajak Alana untuk ikut kedalam grupnya tetapi Alana selalu menolaknya.
"Jadi selama ini Lu cuman di manfaatin doang Alana, kasian banget sih sahabat Gua yang satu ini." Bella tersenyum sinis sambil memandang remeh kearah Dita dan Alana. Sedangkan Alana tersenyum aneh sambil menatap Bella.
"Kayaknya jusnya enak nih Al, mau coba lempar ga?" seru Bella sambil menyodorkan gelasnya kepada Alana.
"Al nih tinggal lempar aja." perlahan Alana mengambil jus itu dari tangan Bella.
__ADS_1
Dan berjalan kearah Dita.
'Tetap kawal cctv bund.'
Byurr!!!
"Alana Lu gila!!!!!"
"Akhhh!!!"
Alana langsung mencekram pergelangan Dita dan ingin membawanya keluar dari kelas.
"Lu masih belum ngerti arti saling membantu dari sebuah persahabatan, bich!" seru Alana tepat di sebelah telinga Bella.
Yap disitu lah jus itu tumpah, di atas kepala dan baju Bella yang sangat ngetat itu.
Alana membisikan sesuatu ketelinga Dita dan langsung melemparkan jus itu kearah Bella. Bella yang tidak ada persiapan tidak dapat memghindar dari jus alpukat busuk itu.
"Dan Gua bukan sahabat Lu!!" ketus Alana.
"Akhh!!" rambut Alana dijambak oleh salah satu pesuruh Bella, Salsa namanya.
Salsa memegangi tangan Alana sekarang dan Bella melumurkan jus alpukat itu kemuka Alana. Sedangkan Dita tubuhnya dipegangi oleh 3 orang pesuruh Bella yang lain.
"Alana jangan diem aja Lu!!" teriak Dita.
Alana tersenyum menyejek memandang Bella yang tengah melumurinya dengan jus alpukat.
Tenang Alana hanya butuh waktu, biarkan Bella dengan kesenangannya sekarang. Dia memerlukan bukti.
Saat Bella ingin menjejalkan mulutnya dengan jus alpukat yang berasal dari rambut Bella Alana langsung meminting tangan Salsa, dengan sangat mudah tangan itu terlepas memegangi Alana.
Alana langsung saja menendang Bella dan membuatnya terjatuh kesakitan memegangi perutnya.
Pesuruh Bella yang tadinya memegangi Dita kini gantian memegangi tubuh Alana, Dita berusaha membantu Alana tapi dirinya kalah tenaga. Bisa dihitung ada 6 orang yang memegangi Alana sekarang dan Bella tengah bersenang senang menampari pipi Alana.
Kalau ada yang bingung kenapa tidak ada yang sadar, tentu saja kelas mereka kedap suara dan pintu kacanya tertutup rapat ditambah kaca itu hanya terlihat gelap bila dilihat dari luar sehingga orang luar tidak dapat melihat keadaan didalam.
Teman teman Alana yang lain hanya menatap iba kearah Alana, dikelas mereka hanya ada 5 orang lelaki dan semuanya dengan absen tidak masuk sehingga tidak ada yang berani membantu Alana.
Dita terus berteriak dan menjengguti para pesuruh atau atek atek Bella, tetapi tetap saja mereka tidak melepaskan cengkramannya dari badan Alana.
Dita bingung, Alana yang paling anti ditindas bisa berdiam diri tanpa perlawanan. Meskipun tubuhnya mungil tapi tenaga Alana cukup besar untuk seorang perempuan bertubuh mungil.
Alana menengok kearah Dita dan melirik cctv. Memberikan Dita sedikit kode untuk rencananya itu.
'Sumpah anak itu Gila!!' seru Dita didalam hati.
Pipi Alana memerah karna ditampar oleh Bella dan sudut bibirnya sudah berdarah.
Pyuhh
Alana meludahi Bella dan tepat terkena wajahnya, bahkan warna ludah Alana berubah menjadi warna merah. Langsung saja raut wajah Bella berubah menjadi jijik.
"Lu cari mati Alana!!" teriak Bella.
Bella mencekram kuat lengan Alana dan menyeretnya menuju pintu keluar.
Prangkkk!!!!
__ADS_1
"Alanaa!!!"