DOSEN ATAU SUAMI?

DOSEN ATAU SUAMI?
DAS (SHOCK)


__ADS_3

"Siapa yang anak sampah??!!" Genta bangkit dari duduknya dan membentak Ayah Bella, bahkan Ayah Bella yang terlihat memiliki tampang yang sangar tersentak oleh bentakan Genta.


"Bapak Gentala!!!" Wakil Dekan itu membentak Genta dan menatapnya sengit.


Alana berjalan ke arah Genta dan memberikan ponselnya, di sana bisa dilihat video yang masih berputar menunjukkan rekaman cctv kelas Alana hari ini.


Alana tersenyum sinis melirik Bella. "Jadi? Cctv kelas Saya rusak ya??" tanya Alana menampilkan muka sok polosnya.


"Berikan kepada Saya, Bapak Gentala!!" perintah Wakil Dekan itu.


Genta menatap Wakil Dekan itu sinis. "Saya yang bertanggung jawab atas kasus ini!" seru Genta tegas.


"Kau hanya Dosen baru Bapak Gentala, tidak usah ikut campur!!" teriak Wakil Dekan itu.


"Lalu? Saya hanya Dosen baru memangnya ada masalah? Disini Saya yang membawa mereka ke sini, dan Saya juga yang menemukan mereka sedang berkelahi!" ujar Genta tegas.


"Jadi Saya sangat berhak untuk terlibat dalam penyelesaian masalah ini!" tambah Genta.


Genta mengirimkan file video itu ke emailnya sehingga Genta dapat membukanya menggunakan laptop dan terhubung dengan proyektor sehingga seluruh orang yang ada di dalam ruangan itu dapat melihat dengan jelas.


Video itu berputar dan semua orang memperhatikannya dengan seksama, lagi lagi Alana tersenyum sinis melirik Bella yang masih berpura pura sedih.


Brakk!!!


"Lihat itu!! Anak itu yang menyiram Anak kesayangan saya dengan jus alpukat itu duluan!!!" teriak Ibu Bella.


"Anak Saya hanya melakukan pembelaan!!! Anak itu lah yang memancing emosinya terlebih dahulu!!" Ayah dari Bella lagi lagi berteriak membentak Alana.


"Nama Saya Alana!" seru Alana sambil meninggikan suaranya.


"Alana jaga sopan santun mu!" teriak Bu Dewi.


"Mohon bersabar Pak, Bu. Mohon maaf atas tingkah laku mahasiswi kami yang membuat anda sekalian resah, Saya akan menghukum Alana agar dirinya jera dan tidak bertindak gegabah seperti itu lagi." Bapak Wakil Rektor itu membungkuk di hadapan Ayah Bella.


Alana terkejut, bagaimana bisa dirinya yang menjadi bersalah disini. Sudah jelas jelas di dalam rekaman itu Bella yang menggangguny lebih dulu.


"Loh bagaimana bisa Saya yang salah disini?!" seru Alana tidak terima.


"Kalian ini benar benar ya!! Tidak kah kalian melihat?? Berapa banyak korban bully di sekolah ini?! Bella berkuasa hanya karna dirinya cucu dari pemilik yayasan kampus ini? Wah dimana keadilannya puan dan tuan?"


"Dari mulai Kami semester 1 ada kah yang memarahi Bella saat Dia tidak mengerjakan tugas? Ada? Berapa banyak orang yang Dia paksa untuk mengerjakan tugasnya sampai dia semester 5 sekarang ini?? Ada yang perduli dengan mereka yang Bella suruh suruh itu? Tidak kan!! Hanya karna mereka bukan siapa siapa dan miskin bukan berarti mereka pantas untuk di tindas!!!" teriak Alana nyaring menggelegar di ruangan itu.

__ADS_1


"Alana maafin Aku Al, Aku ga tau kalo itu sebenarnya tindakan bullying. Mereka dengan senang hati mengerjakannya tugas Aku Al, Aku ga pernah nyuruh mereka... Hiks..." Bella menangis berjongkok di depan Alana.


"Lu menjijikan sekali Bell!! Bell mana Lu yang sok kuat itu!! Tunjukin sekarang!!" Seru Alana mundur karna Bella tepat berjongkok di depannya, orang orang yang melihat mungkin akan menganggap Bella adalah seseorang yang sangat lugu, polos dan lemah lembut.


Brakk!!!


Pintu itu di buka paksa dan masuklah benerapa orang dengan setelan jas yang rapih, di tengannya terdapat seorang kakek tua yang sepertinya pemilik yayasan kampus yang menjadi tempat Alana menimba ilmu.


"Ada apa ini!! Bella bangun!!" teriak Kakek itu.


"Siapa yang berani membuat cucu Saya bertekuk lutut seperti itu!!!"


"Tidak ada yang menyuruhnya, Dia melakukan itu dengan sukarela," seru Alana dengan nada yang mengejek.


"Berani beraninya Kamu!!!"


"Keluarkan Anak itu sekarang!!! Anak bodoh yang tidak tau di untung!" ujar Kakek itu menatap Alana sinis.


Bella sudah bangkit dan duduk di bangku samping Alana.


"Bella kemari Sayang!! Jangan dekat dekat dengan Anak sampah seperti orang itu!" Ayah Bella menarik Bella menjauh dari Alana, Alana hanya tertawa sinis untuk menanggapinya. Mereka pikir Alana akan takut? Dia bersekolah disini Saja hanya karna terpaksa.


"Kamu ini Alana, sudah sering membantah dan malas. Benar benar tidak memiliki etika dan masa depan," cibir Bu Dewi yang mendapat tatapan sinis dari Alan dan Genta.


Sehingga sekarang terpampang lah nilai Alana yang sangat berbanding jauh dengan Bella, bisa dibilang seperti Bella adalah anak yang berprestasi di kampus ini.


Alana mendengus. "Saya berada di lapangan, Saya yang dapat melihat tingkah laku busuk Bella!"


"Cukup, Kamu akan dikeluarkan dan tidak akan ada yang menerima Kamu sebagai mahasiswa!!" teriak Kakek tua itu.


"Akhhh!!! Bella ampun Bella!!! Bella tolong jangan!!! Ampun Bella maafkan Saya!!!"


"Bella jangan!!!"


"Hahahaha!!! Rasakan itu, jangan pernah mengadu atau video ini akan tersebar!!"


"Apa yang kamu lakukan!!!" teriak Bella.


Tiba tiba yang tadinya layar itu menampilkan hasil nilai Alana dan Bella berganti dengan video seseorang yang menampilkan buah dadanya.


Baju Anak itu ditarik tarik sehingga badannya terlihat dan Anak itu menjerit jerit meminta maaf. Bahkan tidak sampai disitu, rambut panjang Anak itu bahkan digunting sampai menjadi sangat pendek.

__ADS_1


"Cepat hentikan!!!" teriak Bella mengambil alih laptop itu, tetapi yang terlihat di layar laptop itu hanyalah hasil nilai Alana dan Bella.


"Bagaimana bisa??? Siapa yang menghack??" teriak Bella.


"Bella!! Sabar sayang!! Itu hanya kejadian lama, itu bukan salah Kamu, nak!" ujar Ibu Bella sambil menenangkan Anaknya yang mulai menggila itu.


"Bella? Kamu menjadi pembully di kampus ini?" tanya Kakek tua itu shock berat.


"Kakek sangat kecewa dengan Kamu Bella!!" bentak Kakek tua itu.


"Kakek... Kakek... Maafin bella, Kakek!" sendu Bella sambil menangis.


"Tidak Kakek sangka, Anak manis yang selama ini Kakek banggakan adalah orang palsu!" teriak Kakek itu lagi.


"Pah!! Jangan membentak Bella!" seru Ayah Bella.


"Kamu masih membelanya Akhsan?? Dia salah dan harus mendapatkan hukuman yang setimpal!! Dimana Anak itu??" tanya Kakek tua itu.


"Di dalam tanah," seru Alana. Air matanya kini mengalir di pipinya saat mengingat Jessie yang meninggal karna depresi menjadi bahan bully an Bella.


"Maksudnya?" tanya Kakek tua itu kebingungan.


Alana mengusap air matanya kasar, tangannya mengepal kuat. "Jessie meninggal tidak kah kamu merasa bersalah Bella!!!" teriak Alana.


Bella masih saja menangis meminta maaf kepada kakeknya itu.


Kakek tua itu shock mendengar perkataan Alana, dia terduduk lemas dikursinya. "Bagaimana mungkin Bella! Kamu membunuh seseorang!"


"Maafin Bella Kek! Bella janji ga akan ulangi lagi." Bella menangis sambil berlutut di depan Kakeknya.


"Saya tidak suka orang yang palsu Bella!"


Tiba tiba layar monitor itu berganti video menjadi video panas Bella dengan lelaki yang menjadi pacarnya sekarang.


Alan berlari kearah Alana dan menutup mata Alana.


Seluruh orang yang berada diruangan itu shock berat, Bella bahkan langsung memecahkan proyektor itu dengan membantingnya.


Astaga Rey, dapat dari mana dia video seperti itu! Bahkan di kampusnya saja tidak ada desas desus yang beredar dari mana Dia tau ada video seperti itu.


Alana tadi sempat melihatnya sebentar dan terkejut, untung saja. Lelaki itu adalah Will, dulu Will juga mengejar ngejar Alana tetapi Alana terlalu sibuk dengan sabahatnya Dita.

__ADS_1


"Tinggalkan keluarga Saya sekarang!!!" teriak Kakek Tua itu.


__ADS_2