DOSEN ATAU SUAMI?

DOSEN ATAU SUAMI?
DAS (TERIMA)


__ADS_3

..."Kok om om manis e"...


...----...


Alana sedang diobati oleh dokter yang Genta panggil tadi. "Genta maafkan Alana ya," seru Rio selaku Papah dari Alana.Yang diajak berbicara hanya mengangguk pelan.


"Mohon maaf makan siang kita jadi terganggu karna Alana," seru Rio.


Genta melirik Rio tidak suka, entah lah Genta pun tidak mengerti kenapa.


"Engga papa Rio, harusnya lu omongin dulu mateng mateng sama Alananya. Kalo lu ngomongnya dadakan kayak gini udah pasti Alananya nolak, kemaren Genta juga sama nolak cuman pas dijelasin siapa Alana dia langsung mau," seru Kevin sambil mengusap punggung Rio.


Kevin dan Rio adalah sahabat lama, mereka bersahabat saat kecil hingga dewasa. Tetapi Kevin pindah saat umur Genta 8 tahun dan Alana baru menginjak umur 3 tahun saat itu Kevin harus pindah ke Jepang karna ada urusan bisnis.


Dulu rumah Kevin ada di ujing komplek sehingga Genta dan Bara dulu sering main bareng, Genta juga sering main bersama Alan dan Alana.


Tapi mungkin karna umur Alana baru 3 tahun sehingga Alana sudah tidak ingat lagi dengan Genta.


Dari kecil Genta dengan Alana memang sudah sering dijodoh jodohkan karna Genta ini sayang sekali dengan Alana padahal Genta sejak kecil sudah tidak tersentuh alias dingin kayak es kutub.


Dokter yang mengobati Alana sudah turun, tadi Alana juga di temani oleh Mamahnya didalam kamar Alana ga mau lepas dari Mamahnya.


...- Kamar Alana -...


"Alana," seru Mamah sambil mengusap rambut Alana.


Alana tetap diam, Alana bingung harus gimana dia hanya memperhatikan kakinya yang diperban. Pikirannya dipenuhi banyak hal yang tidak masuk akal.


"Alana sayang coba liat Mamah," seru Mamah.


"Kamu lupa ya sama Genta? Dia dulu sering ke sini loh," ujar Mamah.


"Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang udah kamu ucapin Alana, waktu kamu kecil juga kamu mau nikahnya sama kak Genta loh," seru Mamah menggoda Alana.


"Tapi mah itu kan dulu, beda mah sekarang Alana udah besar Alana pikir Papah bercanda, Mah," ujar Alana sambil merengek.


"Alana bisa kok cari jodoh buat Alana. Alana ga mau kayak gini, Mah."


"Emangnya kamu punya penggantinya Genta?" seru Mamah menggoda Alana lagi.


Iya juga Alana ini termasuk orang yang peka tapi pura pura tidak peka, jahat banget emang.


'Dih Alana anak baik yaaa'

__ADS_1


Alana juga ga pernah pacaran dan ga lagi dekat dengan siapapun.Tapi Alana punya orang yang Alana sukaa.


Mau dikemanain cobaa Sehun Oppanya ituu, hatinya sudah penuh dipenuhi cinta dari Sehun Oppa.


"Mahh Sehun Oppa nanti mau dikemanainnn," rengek Alana.


"Apaan sih Alana, kamu bisa bawa Soun itu kerumah ini terus nikahin kamu gitu? Menurut Mamah juga cakepan Genta deh dari si Soun itu," seru Mamah.


"Mamahhhh SEHUNNN bukan SOUNNNN!!!!!" teriak Alana sambil memukul tangan Fara (Mamah Alana) pelan.


"Lagian kalo cakepan siapa mah itu selera yaaa," seru Alana kesal.


"Hahaha iya deh, lagian itu kan cuman halu-an kamu doang Alana. Disini ada yang nyata loh masa mau kamu tinggalin gitu?" seru Fara sambil menyenggol tangan Alana pelan.


"Tapi Mahh Alana ga mau Alana masih muda Mamahhh," rengek Alana lagi.


"Kamu masih bisa lanjutin masa muda kamu Alanaa, Mamah sama Papah dulu juga kan dijodohin sekarang coba liat gimana sayangnya Papah sama Mamah?" seru Fara.


"Tapi kan ini seorang Gentala mahh tadi Mamah liat sendiri kan se batu es apa diaa," seru Alana.


"Tapi dia perhatian loh sama kamuu," seru Fara sambil tersenyum.


"Udah ya kamu ini udah 21 tahun, udah bisa kok membangun sebuah keluarga. Mamah sama Papah sayang banget sama kamu, Mamah takut kamu ga bisa cari jodoh kamu," seru Fara sambil mengusap surai hitam Alana.


"Alana udah turutin kok semua yang Papah mau, Alana ga boleh jadi seniman. Alana turutin, Mah."


"Alana mau jadi dancer juga ga boleh sama Papah, Alana terima. Alana lepasin kesempatan Alana buat jadi trainee di Korsel, semua Alana turutin karna Alana ga mau bikin Mamah sedih."


"Alana suka nyanyi mah, suka dance, suka seni melukis, menggambar. Mamah sedenger sendiri kan dari Guru Seni Alana di sekolah dulu. Alana bisa berkembang di dalam dunia seni."


"Alana kali ini kamu mau ya, ini permintaan Mamah buat kamu ya. Mamah dan Papah sudah tua Mamah tak---," seru Fara terpotong karna Alana langsung memeluknya.


"Mamah jangan kayak gini dong, Alana sedih kan jadinya," ujar Alana sambil memeluk Fara, dia ga bisa diginiin kalo udh menyangkut Mamahnya Alana ga pernah bisa nolak.


"Jadi sekarang kamu turun yaa, kita ketemu sama Genta dan Om Tante dibawah," seru Fara sambil melepaskan pelukan Alana.


"Mamah panggil Bara dulu buat gendong kamu," ucap Fara.


Fara keluar dari kamar Alana, Alana bingung Alana harus gimana. Dia masih 21 tahun masih menye menye masa mau nikah sih.


Nanti gimana kata orang orang? Hamil duluan lagi.Tapi kalo Alana tolak Mamah sedih Alana ga suka Mamah sedih.


Alana bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar, menurutnya kakinya itu ga papa soalnya ga sakit.

__ADS_1


Mungkin karna hatinya lebih sakit makanya kakinya itu kalah sakitnya.


Alana berjalan menuruni tangga saat Bara baru saja ingin berjalan naik ke atas.


"Alana kan tadi Mamah suruh kamu tunggu," seru Fara khawatir.


Bara langsung berlari ke arah Alana dan ingin menggendong Alana ala bridal style.


Alana langsung mundur dan menepis tangan Bara sebelum Bara bisa menggendongnya.


"Alana bisa sendiri kak Bara, lagian udah ga ada belingnya jadi ga sakit hihi," Bara yang melihat tingkah Alana langsung mengerutkan dahinya.


'Alana ini benar benar saja,'


Bara menghiraukan ucapan Alana dan langsung menggendong Alana, membawanya turun ke lantai bawah.


Bara mendudukan Alana di sebelah Mamahnya.


"Om Tante maafin Alana ya," seru Alana sendu saat sudah duduk dengan nikmat di sofanya.


"Kok minta maaf Alana? Kamu kan ga ada salah," seru Kevin sambil tersenyum.


"Pokonya maafin Alana soalnya Alana udah ga sopan," seru Alana serius.


"Ga papa Alana Om sama Tante juga paham disini Papah kamu noh yang salah," seru Salma sambil melirik ke arah Rio.


"Iya emang Papah yang salah, wleee," ledek Alana sambil menjulurkan lidahnya ke arah Rio.


"Jadi Alana mau ga nikah sama Genta?" tanya Salma lembut.


"Eh Mah kita kan masih punya puding dikulkas, sebentar Alana ambil dulu yaa," seru Alana mengalihkan perhatian, jujur Alana masih bingung kalo ditanya mau atau tidak dengan Genta. Alana suka Genta karna tampan, tapi Alana tidak suka sifat Genta.


Saat Alana hendak berdiri dari duduknya tangannya dicekal oleh Fara.


"Alana duduk, kita selesaikan dulu sekarang," seru Fara tegas.


Alana pun mengurungkan niatnya untuk bangun, Alana duduk dan termenung.


'Gimana nih tolak atau terima, Alana bingung masa Alana nikah sama Om Om. Alana harus nyanyi lagu Ini gimana e, kok om om manise, buah jatuh cinta terngiang-ngiange. Aku jadi gimana-gimana gitu ya om. Aku masih kecil suka sama yang om-om.'


'idih bisa bisanya otak gua,'


"Emmm, iya Alana mau" seru Alana sambil menatap Mamah dan Alan.

__ADS_1


__ADS_2