DOSEN ATAU SUAMI?

DOSEN ATAU SUAMI?
DAS (PANIK!)


__ADS_3

...Flashback On...


Setelah melaksanakan ijab kobul, Alana dan Genta saling bersalaman dengan keluarga keluarga yang datang. Orang tua Dita juga datang.


Alana juga dikenalkan pada keluarga besar Genta, begitu pula sebaliknya.


Sekarang Alana sedang mengobrol dengan Mamah Dita, Dita dan Alan. Orang tua Dita juga tau kalo Alan dan Dita sedang pacaran.


Sedangkan Genta sedang berbincang dengan kedua sahabatnya. "Gila Bro, ga sempet Gua pepet disepertiga malam. Ketiduran mulu Gua." Pian menepuk pundak Genta.


"Segala sholat malem Lu, Subuh aja kelewat mulu." Davin menoyor pundak Pian.


"Tuhan tau mana yang terbaik untuk yang baik! " Seru Genta tersenyum karna tingkah kedua sahabatnya itu.


"Tapi gila sih, Gua tau Alana beruntung banget dapetin Lu," ujar Pian.


"Gua beruntung dapetin Alana," sahut Genta.


"Iya sih, secara Dia cantiknya natural gitu. Manis bener!" ujar Pian lagi sambil melirik kearah Alana dan mendapatkan tatapan dingin dari Genta.


"Wes! Bro santai, ga Gua pepet kok disepertiga malam." Pian mengangkat kedua tangannya.


Sekitar pukul 3 sore acara akad nikah Alana dan Genta selesai. Rumah Alana cukup ramai sekarang, karna ada beberapa kerabat jauh Mamah dan Papah yang menginap. Ada juga yang memutuskan langsung terbang ke Bali.


Malam ini mereka akan langsung terbang ke Bali untuk mengadakan acara resepsi pernikahan, mungkin akan dihadiri juga oleh para teman teman bisnis Papah.


...Flashback Off...


Alana memutuskan untuk pergi kekamarnya setelah seharian berada diluar, lelah hayati hidup ini.


Setelah melepaskan gaunnya yang riweh itu dibantu oleh Dita, Alana langsung loncat keatas tempat tidurnya tanpa menghapus make up. Tertidur dengan posisi terlungkup.


"Ck, hapus make upnya dulu Alana." Dita menarik sebelah lengan Alana.


"Nanti muka lu jerawatan!!" tambah Dita.


"Hmm, nanti. Ga kuat Gua cape banget,"seru Alana lemas. Tentu saja ia cape, berapa jam ia harus berjalan jalan dengan gaun yang menurutnya itu terlalu ribet untuk digunakan di dalam rumah.


Akhirnya Dita pasrah dan membantu Alana membereskan gaunnya yang berserakan dilantai.


Ceklek!


Dita membuka matanya lebar saat melihat Genta baru saja keluar dari kamar mandi kamar Alana. "Eh Bapak! Maaf Pak saya keluar dulu ya!" Dita langsung bangkit dan berlari keluar kamar sambil membawa dress Alana yang membludak ditangannya.


Genta baru selesai membersihkan tubuhnya saat Alana dan Dita masuk kedalam kamar Alana. Untung saja ia sudah memakai bajunya lengkap.


"Alana!" Genta menoel noel telapak kaki Alana.


"Mandi!" titah Genta sambil terus menoel noel telapak kaki Alana.


"Hmm," sahut Alana, badan Alana serasa terbang saking capenya.


"Baru kayak gini aja cape, gimana besok!" seru Genta sambil mengambil ipadnya di atas nakas lalu duduk diatas kasur disebelah Alana.

__ADS_1


"Hmmm," sahut Alana.


"Ck, liat itu! Mukanya belum dibersihin nanti bantalnya jadi kotor!" seru Genta lagi, sekarang ia menoel noel pipi Alana untuk membangunkannya. Tapi yang ditoel tetap tidur.


"Ck."


Genta bangkit dari atas tempat tidur lalu mengambil handuk kecil didalam lemari Alana. Membuka keran wastafel lalu membasahi anduk itu dan memerasnya.


Dengan hati hati Genta membersihkan wajah Alana perlahan meskipun Alana memalingkan wajahnya.


"Alana diam!" seru Genta tegas. "Saya ga mau bantalnya jadi kotor karna kena make up kamu!" seru Genta lagi.


Akhirnya Alana diam meskipun merasa dingin diwajahnya. Tentu saja dingin wong ACnya nyala dan Genta membasahi handuknya dengan air dingin, jadi tambah dingin deh.


Genta mengusap handuk itu dengan hati hati, membersihkan pipi Alana, jidat, mata, dan saat membersihkan bibir Alana Genta terdiam.


Bibir Alana merah muda, sedikit terbuka dan sangat Plum.


Genta mendekatkan wajahnya kewajah Alana, semakin dekat.... Semakin dekatt...bahkan sekarang Genta bisa mencium wangi tubuh Alana.


"Aaaaaa!!!" Alana membuka matanya lebar saat merasa wajahnya terkena hapas seseorang.


Brukk!!


Alana bangun dari tidurnya dan mendorong tubuh Genta sampai jatuh dari tempat tidur.


Sekelebat bayangan bayangan aneh muncul di pikiran Alana, membuat napasnya menjadi tidak teratur. Alana menggigiti kuku jarinya untuk menyalurkan perasaan aneh yang tiba tiba datang.


'Itu udah lama Alana! Tenang itu cuman Pak Genta!!' Alana berusaha menenangkan dirinya.


"Alana! Kenapa kamu dorong saya!!?" seru Genta kesal, ia bangkit sediri. Bahkan Alana tidak bangun dari tempat tidur untuk membantunya bangkit.


Tok! Tok!


Ceklek!


Alan membuka pintu kamar Alana setelah mendengar teriakan Alana dan suara orang terjatuh. Tadi Mamahnya bilang jangan masuk kekamar Alana, tapi Alan khawatir dengan kembarannya itu.


"Udah gapapa, kayak ga tau Alana aja!" seru Fara tadi saat dibawah.


*hup*


Alana langsung berlari memeluk Alan dengan erat, napasnya masih mamburu.


*deg*


Alan kaget saat Alana memeluknya begitu erat tanpa suara, terakhir kali Alana seperti ini saat ia kelas 11. Waktu itu Alana menerobos masuk kedalam kamarnya sambil memegangi dadanya yang sesak dan memeluknya erat, sampai sekarang Alan tidak tau Alana kenapa saat itu.


'Sial!! Apa karna hal Itu?'


Alan berdiri tepat didepan pintu dengan Alana yang memeluknya erat, ia bisa merasakan badan Alana yang bergetar dan keringat bercucuran dari tubuhnya.


Alan juga bisa melihat Genta yang memandang Alana kesal dan dingin, bisa Alan simpulkan tadi yang jatuh adalah Genta.

__ADS_1


"Pak saya bawa dulu Alananya ya!" seru Alan, lalu menggendong Alana menuju kamarnya.


...----...


"Al, tarik napas pelan pelan coba." Alan mendudukan Alana diatas kursi meja belajarnya dan berjongkok didepan Alana.


"Al, Lu kenapa?" tanya Alan setelah dirasa Alana sudah mulai membaik. Alan menggenggam tangan Alana erat.


"Hiks... Gua panik Lan!!" seru Alana sambil menangis lalu memeluk Alan lagi.


"Gua ga tau Lan, rasanya sesek banget. Gua panik banget tadi... Hiks...."


"Al, Lu ga mau pergi ke Psikiater?" tanya Alan.


"Hah! Gila lu? Apaan sih orang Gua ga kenapa kenapa!" seru Alana emosi.


"Loh Al, itu Lu sampe panik kayak gitu! Sampe sesak napas kayak gitu!! Lu ga bisa diem aja kayak gitu Al" sahut Alan tidak kalah emosi.


"Lu pikir gua gila gitu??? Udah Ah Gua cape mau balik ke kamar." Alana bangkit dari duduknya dengan emosi.


"Alana! Lu butuh pergi ke Psikiater, semenjak kejadian itu udah berapa kali lu kayak gini!!?" seru Alan menahan lengan Alana.


"Apaan sih Lan, lu ngigo ya?" Alana mengibaskan lengannya untuk melepaskan genggaman Alan dilengannya.


"Lu sampe panik kayak gitu! Lu mau tahan sampe kapan Al!!!" seru Alan emosi.


"Loh kok jadi Lu yang marah marah!! Jelas lah Gua panik, orang ada cowo yang tiba tiba mau cium Gua. Terus mau Lu Gua harus diem aja gitu!!!" teriak Alana tidak kalah emosi.


"Pikir dong itu Suami Lu, jelas lah kalo dia emang mau cium Lu. Dimana mana ga ada orang yang panik dicium Suami. Apalagi umur Lu udah 21 tahun dan dia buka--"


Plak!!!


Alana menampar pipi Alan, napasnya memburu lagi seperti tadi. Tapi sepertinya dia sedang mencoba untuk mengatur napasnya.


" Cukup Lan! Gua ga mau denger lagi. Masalah itu udah lama dan itu bukan Gua! " teriak Alana sambil berlari keluar kamar Alan.


...-----...


Alana masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan kasar, masih ada waktu 3 jam sebelum ia berangkat menuju Bali. Ia ingin istirahat dengan tenang.


Alana langsung loncat keatas kasurnya saat melihat Genta sedang duduk didepan meja belajar dan memakai headphone.


Alana masuk kedalam selimutnya dan menahan tangisnya dengan menggigit bibirnya. Ia tak ingin Genta tau.


'Shit!! Udah dong Al, kok Lu gini sih. Pak Genta kan suami lu sekarang, wajar kalo dia mau cium Lu.'


'Udah dong!!'


Alana semakin menggigit bibirnya saat dirinya malah semakin panik dan ingin menangis dengan keras.


Alana menghapus air matanya dari pipinya tanpa keluar dari dalam selimut Alana membuka laci nakas dan mengambil sebuah pill di tempat obat yang bertuliskan ' Vitamin C' lalu memasukan kedalam mulut dan menelannya tanpa meminum air putih.


Setelah itu Alana diam dan tertidur.

__ADS_1


...___________________...


...Hii tetap semangat dan menjaga kesehatan ya...


__ADS_2