DOSEN ATAU SUAMI?

DOSEN ATAU SUAMI?
DAS (OTW HIKING)


__ADS_3

"Alana kamu ingin foto prewedding dimana?" tanya Genta.


Hari ini adalah hari Jumat, Alana baru saja pulang dari kampusnya dan dikejutkan dengan kehadiran Genta di ruang tamunya. Sepertinya Bunda Genta sedang memasak di Dapur bersama Mamah dan Ayah Genta sedang berbincang dengan Papah di Halaman belakang.


'Huh Alana belum terbiasa'


Alana pulang bersama Dita karna Alan memiliki tugas kelompok yang harus ia datangi. Kenapa Alana pulang bersama Dita? Padahal Alana bisa saja pulang sendiri. Tentu saja, Dita ingin memastikan Alana pulang dengan selamat dan tidak 'Kabur'.


Dan lihat lah betapa senangnya Dita ketika melihat Dogannya itu duduk diruang tamu rumah sahabatnya itu sambil memegang Ipad. Uhh betapa sempurnanya ciptaan Tuhan yang satu ini.


Alana menyuruh Dita masuk kedalam kamarnya duluan sambil meminta untuk membawakan tasnya. Dita adalah sahabat satu satunya Alana yang awet. Meski badai dan hujan menghadang mereka tetap bersama. Bertengkar balikan lagi, marahan baikan lagi. Yap gitu aja terus.


Dita juga sudah sering main kerumah Alana dan sebaliknya juga sama Alana juga sering mengunjungi rumah Dita. Bahkan ketika mereka saling mengunjungi Alana atau Dita sudah tidak saling membukakan pintu. Mereka bisa masuk begitu saja.


Bukannya pergi ke kamar Alana, Dita malah mampir ke Dapur untuk mengunjungi Mamah Alana. "Mamahh!" Dita langsung memeluk Ibu dari sahabatnya itu.


"Wahh ada Dita, udah makan belum?" tanya Mamah Alana.


"Hehehe belum nih Mah. Laperr." Dita mengelus elus perutnya yang datar.


"Dasar. Yaudah naik dulu gih, mandi bau keringet gini nanti turun lagi Mamah sama Bunda lagi buat cake nih bisa di makan sore sore."


Dita bingung langsung menatap Fara (Mamah Alana) bingung.


"Ouhh iya Mamah lupa. kenalin Ini Bunda Salma ibunya Genta, Dosen kamu juga kan?" tanya Fara.


"Wahh ibunya Pak genta ya? Kenalin saya Dita sahabat sehidup sematinya Alana sekaligus mahasiswi Pak Genta bu." Dita menunduk sopan dan mencium tangan Salma.


"Wah sahabatnya Dita ya." Salma tersenyum kepada Dita.


"Hehehe Dita naik dulu ya Mamah Tante, nanti Dita turun lagi buat bantu bantu."


...- Ruang Tamu -...


"Kamu mau foto prewedding dimana?" tanya Genta tanpa memalingkan wajahnya dari Ipad.


"Emm menurut Bapak enaknya dimana?" seru Alana sambil mengeluarkan Hpnya dari kantong celana dan menaikkan kedua kakinya duduk menyila diatas Sofa.


"Di Atas Gunung kayaknya asik nih Pak," seru Alana sambil mengskroll Hpnya.


"Ribet." jawab Genta.


"Yah Pak seru kayaknya deh ini." Alana semakin gencar mencari cari Gunung yang ingin ia daki.


Justru karna mendapatkan penolakan dari Genta Alana semakin ingin melalukan foto prewedding diatas Gunung.

__ADS_1


"Ayo pak seumur umur saya ga dibolehin mendaki sama Papah, kapan lagi coba. Nanti kalo saya udah nikah emangnya Bapak mau izinin saya masuk Mapala?" seru Alana panjang lebar.


"Turunkan kakimu Alana." ucap Genta melirik Alana sebentar.


"Hah?"


"Turunkan kakimu, tidak sopan."


"Lah Pak ini kan rumah saya?"


"Apa hubungannya Alana, itu Adalah etika. Kamu anak perempuan harus duduk yang manis." ucap Genta.


"Ga ah pak ngapain jadi anak manis tapi palsu." Alana kesal tapi tetap mengskroll Hpnya.


"Ck Alana dengarkan saya."


Alana diam tidak menanggapi Genta yang sudah kesal.


"Alana."


"Alana Aileen hartono, turunkan kakimu." seru Genta dingin dan tegas. Alana yang kaget karna cara bicara Genta langsung menurunkan kedua kakinya lalu memutar kedua bola matanya jengah.


"Pak, harus banget taat peraturan?" tanya Alana sambil menatap Genta sinis.


Alana bangkit dari duduknya berniat pergi kekamarnya ingin menemui Dita. Tetapi lengannya dicekal oleh genta.


"Ga mau ah pak saya mau ke atas dulu."


"Alana saya bilang duduk." Alana pun kembali duduk karna mendengar cara bicara Genta yang mulai tidak bersahabat.


"Saya tanya sekali lagi. Kamu mau foto prewedding dimana?" seru Genta.


"Saya kan tadi udah bilang. Kalo saya maunya Di atas Gunung Pak karna itu satu satunya yang saya pengenin sekarang, tapi ya terserah bapak mau dimana. Saya juga ga bisa bujuk Papah buat minta izin naik Gunung." Alana kesal dengan Genta langsung melepaskan tangan Genta yang memegangi lengannya dan langsung berjalan naik kearah kamarnya.


'Udah dibaek baekin juga. Masih aja es kutub.'


Ting!!


Sebelum Alana masuk kedalam kamarnya HPnya mengeluarkan suara notifikasi.


...0895333*****...


Persiapkan dirimu, nanti malam kita berangkat.


✔️✔️

__ADS_1


^^^Siapa ini??^^^


^^^✔️^^^


Brukk!!


"Alana nanti malam kita mau daki gunung?!" pekik Dita sambil memeluk Alana tepat saat Alana memasuki kamarnya.


"Hah siapa yang ngajak?" Raut wajah Alana kini berbinar binar.


Dita membuka App chatting lalu mengarahkan Hpnya kedepan muka Alana.


Tertulis disana pengirimannya Adalah "Dogan Pawangnya Alana" isi chatannya adalah "Nanti malam kamu ikut Alana pergi mendaki, segera izin dan bersiap."


'Astaga ga ada permisinya. Sekarang siapa yang ga sopan.'


Tapi Dita tidak memperhatikan hal itu dia hanya senang karna Dogan favoritnya itu mengirim pesan duluan kepadanya sekaligus senang karna akan mendaki bersama sahabatnya.


...°°° Berangkat °°°...


"Alana sudah semua kan perlengkapannya?" tanya Mamah Alana.


"Udah mah tenang aja," Seru Alana sambil memperhatikan tas carriernya yang mengembung.


"Iya Mah perlengkapan Alana udah siap kok tadi Dita udah bantu cek," ucap Dita pada Mamah Alana.


"Yaudah hati hati ya kalian, saling jaga satu sama lain. Gunung Pangrango itu tinggi Al kamu ga boleh ngeluh," seru Bunda (Ibu Genta) sambil mengusap rambut Alana sayang.


"Iya Bunda tenang aja ada Dita kok, dia kan Mapala."


"Iya ada Genta dan Alan juga yang ikut. Alana juga kayak gitu mah ga akan kenapa kenapa ya Al," Sahut Ayah. Hal yang paling Alana senangi dari keluarga Genta adalah Ayahnya yang satu koneksi dengan Alana.


"Pasti dong Yah, kuat Alana mah." seru Alana sambil memukul pelan pahanya.


"Yaudah gih berangkat, Papah ga mau denger kamu kenapa kenapa ya Al. Alan Papah serahin Alana ke kamu ya! Jangan asik sendiri," seru Papah sambil memegang pundak Alan.


"Ada Genta Pah yang akan janganin Alana, Papah tenang saja." Seru Genta sambil menarik pelan lengan Alana agar dekat dengannya.


"Iya iya, sudah kalian pergi sekarang supaya bisa sampai subuh disana." seru Papah sambil menyuruh mereka memasukin mobil yang sudah disediakan.


Alana berangkat menuju Gunung Pangrango menggunakan mobil dari rumahnya. Ada 2 mobil yang berangkat tapi Alana tidak tau satunya lagi diisi oleh siapa.


Yang Alana tau didalam mobilnya terdapat supir yang mengendarai mobilnya kursi didepan diisi oleh tas Alana lalu pada baris ke dua diisi oleh Alana dan Genta dan baris ketiga diisi oleh Alan dan Dita.


Alana yang memang dasarnya itu ***** langsung tertidur dimobil. Padahal baru 15 menit perjalanan. Alan yang melihat itu pun ingin mengganggu Alana, tapi dilarang oleh Genta. Katanya biarkan saja Alana tidur karna besok akan ada perjalanan panjang.

__ADS_1


Setelah 1 jam perjalanan Alan, Dita dan Genta sudah ikut Alana terbang kedunia mimpi masing masing. Dita tidur menyender dipundak Alan sama halnya dengan Alana. Tadi saat awal awal Alana tertidur ia menyenderkan kepalanya pada kaca mobil lalu beberapa kali saat jalanan tidak rata kepalanya beradu dengan kaca.


Genta langsung mengarahkan kepala Alana untuk tidur dibahunya dan ikut tertidur bersama Alana.


__ADS_2