DOSEN ATAU SUAMI?

DOSEN ATAU SUAMI?
DAS (BERITAU SAHABAT)


__ADS_3

..."Lumayan buat memperbaiki keturunan."...


...----...


Hari ini Alana pergi kekampus pagi pagi, Alana berangkat bersama Alan menggunakan motor Aprilia RSV 1000R Mille miliknya.


Motor sport ini sebenarnya Alana-lah yang suka dikarenakan Alana wanita dan Papah akan sangat marah bila mengetahui anak perempuannya mengendarai motor sport alhasil Alan-lah yang membelinya. Itung itung supaya Alananya ini bahagia.


Tapi Alana punya motornya sendiri. Yaitu vespa.


'Dasar anak senja!"


Pagi ini Alana ada mata kuliah Manajemen Keuangan II. Alana tidak ingin terlambat lagi. 'Malu ama calon suami.'


Alana bertekat hari ini akan memberitahukan Dita suatu rahasia besarnya.


Dan Inilah yang akan terjadi bila Alana berangkat bersama Alan, bahkan semenjak Alana dan Alan keluar dari gerbang kompleknya sudah berpasang pasang mata yang melirik kearahnya.


Ada yang merasa iri, dengki, kesamber petir, dan lain sebagainya.


Alan dan Alana ini memang tipe good looking sekali. cuman, kalo Alana ini karna kelakuan konyolnya yang bikin orang orang ga melihat kecantikannya melainkan tingkahnya.


Sedangkan kalo Alan ini badan keker hati hello kitty. Iya bener, kalo udah kenal dekat dengan Alan pasti akan sering mendengar banyak hal yang ia anggap lucu dan imut. Terlebih Alan ga akan menahan tangisnya bila bersama orang orang terdekat.


"Lan." Alana menepuk pundak Alan pelan.


"Turunnya depan gerbang aja, mundur dikit itu sebelum pintu gerbang," seru Alana sambil menunjuk nunjuk. Alan pun membuka kaca helmnya agar suara Alana lebih terdengar.


"Apaan sih Al udah sampe dalem aja," seru Alan sambil menggas motor sportnya.


Alana yang kaget pun langsung memeluk Alan. "Woyy, belum nikah gua!"


"Ngebet beut lu mingdep elah."


...°°°°...


Alana sudah lebih dulu berjalan mendahului Alan yang sedang memarkirkan motornya. Tenang kalo ada yang beranggapan Alan itu badboy kalian salah. Alan adalah goodboy sesungguhnya.


"Eh liat Dita ga Ram?" tanya Alana pada salah satu teman yang berpapasan dengannya.


"Dita? Noh lagi molor dikelas." Rama sedang memainkan Hpnya.


'jatoh. Amiin.'


Gubrakk!


'Astagfirullah tobat Alana.'

__ADS_1


...SKIP Ruang Kelas...


Brakkk!!!!


"Woy dua tiga rumput laut setara dengan segelas susu!!" teriak Dara terkejut.


"Tuhan! manusia bisa ga sih ga usah ribut!" Dara yang kesal langsung memukul Alana dengan totebag miliknya.


Tadi saat Alana memasuki ruangan kelas Alana hanya mendapati Dita yang sedang tertidur sendirian. Jadi Alana berinisiatif untuk membangunkan Dita.


"Lagian enak banget Putri Tidur lagi ngiler dikelas," seru Alana sambil mengelus bahunya yang ditabok totebag oleh Dita.


"Ck gangguan tidur gua aja lu." Dita menyilangkan lengannya dan melanjutkan tidur diatas bukunya tanpa memperdulikan Alana.


"Ishh... Ishh... Ishh... Jangan tidur lagi Putri Tidur hamba ingin menyampaikan pesan." Alana berbisik ditelinga Dita.


"Hmm apa?" jawab Dita masih diposisi yang sama.


"Emm menurut lu orang kalo nikah muda itu baik atau engga?" tanya Alana sambil melihat kearah luar jendela.


"Kaga lah, belum mateng. Iya manis diawal belum dapet masalah. Nanti kalo udah dapet masalah gimana? Mau debat? Debat mulu apalagi kalo salah satunya itu keras kepala satunya susah berkomunikasi pasti susah nyari jalan keluar dari masalahnya. Nanti kalo ga bisa di perbincangkan mau gimana? Kabur pulang kerumah?" seru Dita sebal. Sekarang tubuhnya sudah tegap sambil memberikan ceramah pada sahabatnya yang pikirannya sedang melantur.


Ya jelas sebal sahabatnya ini kurang minum obat atau gimana, pagi pagi pikirannya ngelantur.


"Menurutlu kalo gua nikah muda gimana?" tanya Alana pelan. Ia khawatir dengan jawaban sahabatnya itu.


'Wah gawat ini si Alana abis nonton film apaan tiba tiba nanyain nikah muda?' seru Dita dalam hati.


"Alana gua tau lu cape kuliah, jangan nyari Papah Manis Alana. Tapi kalo deres ga papa deh."


"EH!! Jangann Bapak lu udah kaya jangan ngadi ngadi deh! Bapak lu nonton Alana! " tambah Dita menggebu-gebu.


"Engga gitu Ditaa gua masih waras yaaa!" seru Alana kesal. Entahlah ia kesal dengan dirinya.


"Terus kenapa dah Al? Udah deh ga usah ngadi ngadi dah lu." Dita ingin melanjutkan tidurnya yang tertunda.


"Gua--."


Alana mengatur napasnya. "Gua dijodohin Dit." seru Alana pelan tapi masih bisa didengar oleh Dita.


"Apa!!" Dita yang kaget langsung berdiri tegap didepan Alana.


"shutt. Jangan berisik Dit nanti ada yang denger!" seru Alana pelan sambil menarik lengan Dita untuk kembali duduk.


"Lu gila ya? EH Bapak lu gila??" Dita kaget saat Alana mengucapkan kata 'dijodohin' bahkan sekarang matanya terbuka lebar.


"Sumpah lu tolak kan ya? ***** lu kabur kerumah gua aja ya? Jadi pembantu."

__ADS_1


"Eh ***** salah, kga maap Al. Ayo udah lu balik kerumah gua aja nanti kita kabur keluar kota," seru Dita menggebu-gebu.


"Ga gitu Dita, tadinya juga gua rencananya mau kabur. Tapi masalahnya sekarang itu jodoh jodohan udah gua terima." Alana mengacak acak rambutnya gemas. Bisa bisanya ia termakan ucapan Pak Genta saat itu.


"Al sekarang ini jamannya Siti Nurhalizah bukan Siti Nurbaya." Dita ingin menarik lengan Alana.


"Apaan woy?!" Alana kaget langsung menepis lengan Dita. Hatinya sedang panazz.


"Udah ayo balik sekarang kita kabur. Gua ada Vila di Bukit Tinggi. Kita mengungsi ke sana." Sekarang Dita sedang membereskan buku bukunya yang tadi dia jadikan bantal tidur.


"Ga bisa Dit. Semua kartu identitas gua ditahan Bokap." Alana mengacak acak rambutnya gemas. Sudah macam singa rambut Alana ini.


"Kapan emang nikahnya?" tanya Dita sambil memijit pelipisnya.


Masalah hidup sahabat sehidup matinya ini memang rumit. Pacaran saja tidak pernah eh tiba tiba dijodohin.


"Minggu depan Dit."


"Ouh jadi ini alasannya lu izin satu bulan Al?" tanya Dita memastikan.


"Hooh."


"Bentar, lu dijodohin sama siapa Alana?"


"Masih muda kan? Belum peyot?"


Alana menghembuskan napasnya pelan. "Bapak kesayangan lu Dit."


"Hah apaan anjim Alana, lu dijodohin ama Bokap gua!? Nyokap gua mau dikemanain Alana!"


"Apaan sih Dita!! Maksud gua Dosen kesayangan lu. Dogan ituu!"


"Woy demi apa? Lu ama dogan dijodo--?!" teriak Dita. Alana kaget karna Dita mengeluarkan suara yang cukup keras, cepat cepat Alana langsung membekap mulut lemesnya.


"Sumpah gua dukung seratus persen Alana. Demi dah. Lumayan Al demi memperbaiki keturunan." Dita yang tadinya marah kini wajahnya berseri seri. Sangat sangat berbanding terbalik.


"Heh lu kata gua buruk rupaa!" seru Alana sambil memukul Dita pelan.


"Udah ayo!" Dita bangun dari duduknya dan langsung menarik lengan Alana.


Alana bingung mengapa Dita menarik tangannya begitu keras. Alana kan ga jadi kabur.


"Apaan dah Dit lepasin tangan gua. Lu gila ya?!" teriak Alana saat berada didepan pintu.


"Ayo gua harus mengamankan lu, takutnya lu kabur mending pulang sekarang. Gua tau lu mau dipingit!" seru Dita menggebu gebu.


Tiba tiba teman teman satu kelas Alana memasuki kelas dengan berbondong bondong. Jelas saja Alana sudah bisa melihat Ibu Dosen sedang berjalan kearah kelasnya.

__ADS_1


'Temen temen gua ini pada rajin dateng pagi. Heran napa pada ngaret amat masuk kelasnya?'


__ADS_2