DOSEN ATAU SUAMI?

DOSEN ATAU SUAMI?
DAS (KOSTUM)


__ADS_3

..."Pakai apapun yang kalian suka"...


...------...


Sekarang adalah hari dimana Alana akan dilamar oleh Genta. "Alanaa ayo mandi duluu!!" teriak Alan dari luar kamar Alana.


Sebenarnya Alana tidak tidur hanya saja ia enggan untuk bangun.


'Hari ini gua dilamar? Demi apa!'


'Demi cangkang laut neptunus.'


"Alana ayo dong mandi, abis ini kamu sarapan terus ikut Mamah ambil baju kamu dibutik, sayang.... " seru Fara dari belakang pintu kamar Alana.


"Iya mah OTW mandi nihh." Tetapi Alana masih tetap tiduran ditempat tidurnya, guling sana guling sini. Nanti pukul pukul bantal nanti ketawa ketawa.


Aneh memang


Ini ruangan yang sudah menjadi kamarnya selama 21 tahun akan ia tinggalkan?


Nanti kalo Alana nikah harus pindah rumah atau masih boleh tinggal sama Mamah Papah? Kan Alana masih anak Mamah Papah masa harus pindah sih? Alana ga mauu huhuhu.


...______...


Alana sudah siap dengan pakaiannya, sekarang pukul 12 siang, tenang Alana udah sarapan tadi cuman kata Mamah ga jadi pergi pagi pagi.


Alana mengenakan style yang simple, atasan kaos putih dengan celana hot pans dan outer rajut yang casual serta sepatu boots. Sekalian aja nanti dari salon langsung ke Restaurant pikir Mamah Alana.


Dan jadilah sekarang mereka sedang makan siang dulu di rumah, Mamah Alana selalu masak kalo lagi ada di rumah.


"Nanti Alana sama Mamah ke butik dulu kan ambil dress tunangan Alana?" tanya Papah Alana.


Uhukk...


uhukkk...


Alana tersedak makanannya setelah Rio mengucapkan kata tunangan, hati Alana meringis mendengarnya entah lah. Dia belum terlalu terbiasa.


"Nih minum dulu makanya makannya jangan rakus," seru Alan sambil membantu Alana untuk minum.


"Ehh btw Mah kak Bara kemana?" tanya Alana setelan meminum air putih.


"Jemput Kak Intan sama si kembar di bandara," kata Papah sambil memakan makanannya.


"Wahh ada ada Haikal, Haidar nihh makin ramee dehhh," seru Alana tak sabar untuk bermain dengan keponakannya itu.


Fyi kak Bara itu udah nikah 2 tahun yang lalu mereka nikah di Bali Karna Kak Intan tinggal di Bali, sekarang mereka juga menetapnya di Bali. Kak Bara sama kak Intan punya 2 anak kembar laki laki yaitu Haikal dan Haidar.


Memang gen kembarnya kenceng mereka ini, Kakek Alana yaitu ayah dari Rio juga kembar. Bahkan Rio sendiri memiliki kembaran, tetapi naas Kembaran dari Rio meninggal saat umurnya 16 tahun. Dan di keluarga merek susah sekali ingin mendapatkan Anak perempuan.


Bahkan Mamah Alana anak perempuan satu satunya dari 3 bersaudara.


Enak ya jadi Alana.


...----...


Alana dan Fara sudah ada di dalam mobil dan yang menyetir adalah Alan. Alana duduk di samping Alan dan Mamahnya duduk dikursi belakang.


Alana gugup Alan bisa merasakan itu. Iya lah Alan mengerti kegelisahan Alana secara Anak bontot dikeluarganya itu mau lepas kandang alias menikah.


Alan kaget sebenarnya masa Dia sebagai kakak dari Alana tapi Alananya nikah duluan, emm tapi kalo dia disuruh nikah sekarang dia akan nolak sih.


Sekarang Alana, Alan dan Mamahnya sudah sampai di Butik tempat Alana akan memilih bajunya.

__ADS_1


Acara lamarannya akan dilaksanakan pukul 8 di Restaurant yang sudah di sewa oleh keluarga Genta, tapi sekarang baru pukul 1 siang.


"Mah ga kecepetan nih?" tanya Alana.


"Udah sana buru cari bajunya nanti kita telat ke restaurantnya." Mamah sambil mencari cari baju untuk dirinya.


Alana mundar mandir mencari cari baju sesekali bertanya pada Alan yang semua pertanyaannya dijawab "Iya bagus".


Alana mengambil 1 baju yang dia rasa lucu lalu mencobanya di Fitting room.


Alana keluar dengan gaun baby doll berwarna hitam pekat, aksen bahu yang berpita menambah kesan cute sekaligus tomboy. "Mah gimana?" tanya Alana sambil berjalan kearah Fara.


"Astagfirullah Alana kamu mau lamaran bukan mau ngelayat kenapa pilihnya yang hitam hitam, cepet gantii!" ucap Fara sambil menunjuk fitting room.


"Huh iyaa mahh"


Alan yang melihatnya tidak bisa berhenti ketawa. Ada ada saja kembarannya itu masa mau lamaran pake baju yang serba hitam mana lebar lagi kayak mau sosial distancing.


Akhirnya Alana mencari baju lain dan menemukan baju yang Ia suka lagi. Dress diatas lutut, dengan atasan kaos dan dipadukan dengan dress berwarna putih yang berbahan terawang itu memberikan kesan sederhana tetapi kuat.


"kalo ini mah?" tanya Alana.


"ALANA KAMU MAU LAMARAN, CARI YANG FEMINIM DONGG," seru Fara jengan pada anaknya itu.


Jangan tanya Alan gimana dia udah ngakak sambil jongkok di lantai melihat muka memelas Alana.


"Mahh Alana mau pake baju ini aja lucu tauuu," rengek Alana.


"kalo kamu mau boleh Alana tapi bukan untuk lamaran sayang kamu harus pake dress," seru Fara sambil memilih baju untuk Alana.


"Loh menurut Alana ini bagus kok kalo dipake ke acara Lamaran."


"Anti mainstream mah" seru alana sambil berputar. Memang dress yang Alana kenakan sangat simple, tidak ada aksen apapun untuk mempermanis.


"Ga, nih kamu pake ini aj...." Fara meraih dress feminim lalu memberikannya kepada Alana. Mungkin dress itu akan sangat ngetat di tubuh Alana.


Akhirnya Alana menjatuhkan pilihan pastinya pada gaun baby doll berwarna putih, dengan aksen pita di lehernya memberikan kesan yang manis.


Alana memadukan gaun baby doll dengan sepatu bots hitam.


"Fix Alana cape mahh pake baju ini aja yaaa lucu banget jugaa Alana sukaa" seru Alana sambil berlari kecil menuju Fara.


"Loh Alana jangan dong, udah sana kamu duduk aja nanti Mamah yang pilihin...." ujar Fara sambil menggiring Alana ketempat duduk.


"Engga mau Mah Alana mau pake baju ini Alana sukaa!" seru Alana sambil memegang tangan Fara.


"Alana ini acara lamaran masa kamu mau pake baju kayak gini sih." Fara memegangi baju Alana mengecek apakah bahannya enak dikulit atau tidak.


"No, mah justru karna ini acara lamaran Alana jadi Alana mau pake baju ini, titik."


"Tapi Alana," bantah Fara.


"Kalo ga pake baju ini nanti Alana kabu!!" seru Alana serius.


Alana paling ga suka diatur atur, semakin diatur semakin membantah, semakin disuruh semakin malas. Yap itulah Alana.


"Oke kamu pake baju ini, sekarang kamu tunggu dulu ya Mamah mau cari baju untuk Mamah, Papah dan Alan."


Alana pergi meninggalkan Fara dan duduk dikursi disebelah Alan yang sedang tertidur. Dia menyenderkan kepalanya kebahu Alan yang membuat Alan terkejut.


"Puja kerang ajaib!!" seru Alan kaget.


"Numpang tidu...." Alana menutup matanya.

__ADS_1


"Yaelah bund kalo mau tidur mah adem adem aja ga usah ganggu orang lain," seru Alan ingin menjitak kepala Alana, tapi Dia urungkan saat melihat wajah lelah kembarannya itu.


...-- RESTAURANT 7:45 --...


Alana turun dari dalam mobil yang dikendarai oleh pak Slamet (supir pribadi keluarga Alana).


Saat Alana di salon Mamah dan Alan pulang kerumah untuk siap siap karna Mamah harus bawain baju untuk Papah, Kak Bara, Kak Intan dan Si kembar Haikal Haidar


Tadi setelah memilih baju Alana, Alan dan Mamah Fara langsung pergi menuju salon tempat Alana akan dirias.


Kata Alana dia lagi ga mau di makeup alasannya biar nanti calon suaminya ga pangling kalo muka Alana ga dipakein makeup. Jadi muka Alana hanya dipoles sedikit supaya tidak pucat dan ditata rambutnya.


"Nanti kalo Alana cantik pake Makeup suami Alana kabur kalo liat muka Alana ga pake makeup," seru Alana pada Fara tadi saat di salon.


Kembali ke Alana yang berdiri didepan Restaurant, hatinya khawatir.


"Ini masih bisa nolak loh kalo diomonginnya baik baik," seru Alana pada dirinya.


"Jantung ku berdetak saat ku menatapmu~~." Alana bernyanyi didalam hati.


SKIP Meja makan.


Alana duduk disamping Alan dan Mamah Fara, didepannya terdapat bangku kosong yang akan menjadi tempat duduk dari seorang Genta.


Yap Genta belum datang makanya bangkunya itu kosong.


"Mah itu Alana ga salah kostum?" tanya Papah Alana pelan.


"Udah biarin aja dari pada anaknya kabur," seru Fara sambil tertawa konyol melihat tingkah anaknya.


Saat ini Alana duduk ditengah meja makan berbentuk persegi panjang.


Maksudnya duduk ditengah bukan ditengah tengah meja - Author


Alana sesekali menggoda Haikal dan Haidar untung mencairkan suasana yang tegang.


Sekarang sudah pukul 8:15 tapi yang ditunggu belum juga datang sedangkan Ayah dan Bunda dari Genta sudah datang bahkan sebelum Alana datang.


Akhirnya Alana izin untuk ketoilet, dia gugup sampai beser karna dari tadi ga berenti-berenti minum.


"Mah Alana ketoilet dulu yaa," seru Alana langsung ngacir aja.


"Loh Alana mau kemana?" tanya salma dan semua pandangan tertuju pada Alana yang pergi sambil berlari kecil.


"Biasa kebanyakan minum," ujar Fara.


...-------...


Alana sudah selesai dari toiletnya dia emang bukan tipe orang yang lama, lagian baju yang Alana pakai juga ga ribet.


Jadi Sekarang Alana memutuskan untuk berjalan jalan ditaman Restaurant yang berada dekat dengan parkiran.


Deg


"Itu bukannya Pak Genta ya? Dipeluk siapa?" seru Alana pelan sambil meremas bajunya.


"Pak Genta udh punya pacar? Ngapain mau nikah sama Gua, nanti ujung ujungnya selingkuh kan berabe," seru Alana sambil meremas bajunya lebih kencang.


"Samperin jangan? Samperin aja ya? Eh jangan."


"Tapi ini harus diomongin demi kelangsungan hidup gua yang damai."


Saat ini Alana sedang berdiri ditaman dekat tempat parkir mobil dibelakang Restaurant, disitu Alana melihat Genta sedang dipeluk oleh seseorang, Genta tidak bisa melihat Alana karna posisinya membelakangi Alana.

__ADS_1


Karna Alana sibuk dengan pikiran sampai tidak sadar bahwa Genta sedang menuju kearahnya.


Genta kaget saat berbalik badan melihat Alana yang termenung melihatnya. Genta harus berbicara dengan Alana dia tidak ingin ada kesalahpahaman.


__ADS_2