Dua Alam

Dua Alam
Eps 10


__ADS_3

"Katakan yang sebenarnya, apa maumu ?" teriak Zahra disebuah tempat asing bersama sosok cantik berselendang.


Tanpa rasa bersalah dan masih dengan tatapan tajamnya sosok itu tersenyum kepada Zahra membuatnya semakin cantik tapi tidak bagi manusia yang melihatnya pasti akan bergidik ngeri, tak terkecuali Zahra yang kala itu ketakutan hingga menangis.


"Jangan takut anakku, jangan menangis" kata sosok cantik itu menghampiri Zahra yang terduduk dihadapannya. Sosok cantik ikut duduk melipat kakinya kebelakang dihadapan Zahra dan berusaha menghapus air mata gadis belia itu namun dengan sigap Zahra menepisnya.


"jangan sentuh aku, aku bukan anakmu, kita berbeda alam !!" Zahra berbicara dalam tangisnya.


Akhirnya sosok cantik itu beranjak dari hadapan Zahra dan duduk disinggasananya. Dia mengibaskan selendangnya dengan anggun sebelum duduk, membuat kesan seorang ratu melekat didirinya.


...


...


Di kamar Marwah, tidak kalah mencekam. Adik kecilnya yang saat itu belum genap 9 tahun ikut merasakan keanehan yang selama ini dialami kakaknya.

__ADS_1


Tidak ada keluarga yang tau tentang kejadian yang menimpa Zahra disekolah atas permintaannya sendiri. Namun, malam ini Marwah melihat kejadian itu didalam mimpinya.


Berbeda dengan apa yang dilihat orang lain secara langsung. Dalam mimpinya Marwah melihat kakaknya itu diangkat dan dibanting oleh sesosok makhluk halus bertubuh besar dan menyeramkan. Lalu setelah kakaknya terjatuh, sosok itu melotot kepadanya seakan setelah itu dialah korbannya. Dia berlari cukup kencang entah kearah mana. hingga akhirnya dia masuk ke sebuah ruangan dimana kakaknya tertidur dengan pulas seperti putri tidur, lalu disisinya terlihat sosok cantik berselendang yang terus menatapi kakaknya.


Baru saja dia ingin melangkahkan kaki untuk lebih dekat dengan kakaknya, namun dari balik pintu ada yang menarik kakinya, entas siapa yang menariknya hingga meninggalkan bekas dipergelangan kaki Marwah bahkan hingga dia bangun dari tidurnya.


"Aku mimpi apa barusan. kenapa begitu nyata" kata Marwah pemasaran saat melihat memar dipergelangan kakinya dan dirinya sekarang terbangun di atas lantai karena jatuh dari tempat tidurnya.


...


...


"Kamu kenapa ?" tanya Zahra yang langsung membuat Marwah menggelengkan kepalanya. Namun terlihat jelas diwajahnya bahwa ada banyak pertanyaan dibenaknya.


Setelah suami dan kedua anaknya pergi, Mama Soraya meninggalkan meja makan namun alangkah terkejut dirinya ketika seluruh benda diatas meja makan itu jatu ke lantai seperti ada yang menarik taplak meja hingga menjatuhkan seluruh barang diatasnya. Namun dimeja makannya tidak memakai taplak, bagaimana mungkin bisa jatuh seperti itu.

__ADS_1


"Bi ... bibi ..." teriak Mama Soraya yang mulai terasa takut. Selama ini dia dan suaminya tidak percaya hantu dan hal mistis lainnya namun kali ini dia bahkan tak bisa beranjak dari tempat dia berdiri sekarang.


Bi ... Bi Anaaaa ..." teriakannya makin kencang namun tiba tiba terhenti lalu Mama Soraya mendudukan dirinya dan menangis ketakutan. Dia menunduk menenggelamkan kepalanya dalam kedua lutut yang ditekuknya.


"Nyonya ... ada apa ?" seseorang menepuk bahunya yang tidak bukan adalah pembantunya yang sedari tadi dipanggilnya.


Dengan cepat Mama Soraya berdiri dan wajah takutnya berubah jadi mengerikan karena sedang marah "kemana saja daritadi saya panggil saya teriak tapi gak ada" katanya.


"Maaf Nyonya saya didapur tapi saya gak dengar Nyonya teriak" jawab pembantunya.


"Alasan !! kamu gak liat ..." Mama Soraya menunjuk meja makannya yang tadi dia luhat sangat berantakan terhambur kelantai namun sekarang tersusun rapi seperti sebelumnya.


"Ada apa Nyonya ?" pembantunya bingung melihat majikannya yang terlihat tidak biasa. Tapi mungkin maksudnya dia disuruh rapikan meja bekas sarapan keluarganya.


"Saya akan rapikan mejanya" kata pembantu itu meninggalkan majikannya yang masih mematung.

__ADS_1


"Nyonya ... apa nyonya butuh sesuatu lagi ?"


"Tidak" jawab Mama Soraya singkat dan langsung kembali ke kamarnya.


__ADS_2