
Mereka melihat cahaya yang muncul di celah ukiran yang ada dilantai. "Apa ini ?" tanya Aditya. "Apa mungkin Zahra ada didalam sana ? Tapi bagaimana dia masuk" Kata Aditya sembari meraba raba ukiran dilantai itu dengan harapan akan ada pintu masuk rahasia disana yang bisa mempertemukannya dengan Zahra.
"Ini tipuan ..." kata sosok berjubah itu seketika Nyai cantik dan Aditya memandang penuh tanya kepadanya.
"Tidak ada jalan masuk dilantai itu, tapi pasti ada diruangan ini" kata si sosok berjubah hitam melanjutkan tebakannya.
Aditya memadangi seluruh pelosok ruangan itu hingga matanya terpaut pada sebuah gorden yang menutupi tembok, gorden itu tertiup angin bertepatan dengan Aditya melihat kearah sana.
Dia mendekati tembok itu, "apa fungsinya tembok ditutup gorden" gumam Aditya sembari melangkahkan kaki mendekati gorden itu.
Dia menyibak gorden dan menyentuh dinding itu, tiba tiba tangannya menembus kedalam dinding entah ilmu ghaib apa yang ada di tembok itu. Aditya menarik kembali tangannya dan melempar pandangan penuh tanya kepada kedua sosok dari alam ghaib itu.
"mungkinkah ini pintu ghaib yang menghubungkan kita kepada Zahra" gumam Nyai cantik yang ikut mendekati dinding tersebut.
__ADS_1
Dia menaruh tangannya ditembok ghaib itu dan benar saja, itu adalah pintu rahasia. Nyai cantik itu melangkahkan kaki menembus tembok ghaib itu dan diikuti oleh Aditya dan sosok berjubah hitam juga.
"Dimana kita?" tanya Aditya melihat ruangan berbeda dengan nuansa di dalam istana sebelumnya.
Tanpa menunggu jawaban dari kedua sosok tersebut, Aditya melangkahkan kakinya dan berteriak memanggil Zahra "Zahra ... Zahra ..." teriaknya.
Spontan Nyai cantik menyihir Aditya supaya kehilangan suaranya hingga sekarang dia hanya bisa mempertanyakan keadaannya dengan bahasa isyarat yang amatir.
Ditempat lain, Zahra sudah bangun dari pingsannya. Disampingnya sudah tidur Makhluk besar menyeramkan itu dengan sangat nyenyak.
"Kenapa kau begitu ribut sayang ?" tanyanya, namun Zahra malah membuang muka dihadapannya. Membuat makhluk besar itu kesal dan seketika "Plaaaakkk" Zahra mendapat tamparan lagi di pipi yang masih belum sembuh dari memar sebelumnya.
"Zahra ..." gumam Aditya ketika mendengar suara pukulan tersebut dan pikirannya menjadi semakin kacau seiring berjalannya waktu. Dia berlari dengan sangat kencang, mencari Zahra dipelosok lorong yang mereka pijak sekarang.
__ADS_1
"Aditya" di sisa sisa kesadarannya, Zahra terus memanggil nama Aditya dan seperti biasanya suara itu selalu terdengar hingga ketelinga Aditya.
"Zahra !!" teriak Aditya melihat sahabat kecilnya yang dia sukai sekarang ini sedang tersiksa oleh pasung dan wajah yang lumayan memar.
Makhluk besar itu seketika menoleh ke arah datangnya suara Aditya. "Lancang kamu masuk kamar pengantinku !!" bentak makhluk besar itu dengan sangat lantang dan penuh emosi.
Dia beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kaki mendekat ke Aditya. Baru saja makhluk itu ingin mengangkat tangannya yang penuh dengan bulu lebat. Nyai cantik dan sosok berjubah menyusul mereka dan berteriak "Stop !!" teriaknya.
"Serahkan putriku sekarang juga !!" pinta Nyai cantik dengan mengulurkan tangannya. Zahra yang melihatnya memandang bingung, meski dia sudah tau dari cerita si makhluk besar itu tetap saja dia masih belum bisa percaya bahwa dia bukanlah anak dari Mama Soraya.
"Aku tidak akan menyerahkannya karena dia adalah calon pengantinku" jawab makhluk besar itu. Seketika angin berhembus kencang, terdengar irama dari alat musik yang entah berasal dari mana. Perlahan Nyai cantik itu mengayunkan tangan dan pinggulnya, dia menari dengan selendangnya serta dengan tatapan tajam ke arah makhluk besar itu.
Seketika Makhluk besar itu juga mengayunkan tangannya seperti akan mengeluarkan sebuah kekuatannya untuk menyerang Nyai cantik dan sosok berjubah. Dia menyatukan tangannya dan saling menggenggam tangan dengan tangannya sendiri kemudian menembakkan tangannya ke arah dua sosok yang menjadi lawannya itu.
__ADS_1
Namun, dialah yang terhempas kedinding hingga dinding itu mengalami kerusakan yang lumayan parah.