
"Kemana mereka pindah" gumam Papanya Zahra yang ketika bertanya ke tetangga sebelahnya juga tidak mengetahui kemana mereka pindah.
Papa Reyhan sangat khawatir kepada putri sulungnya, bukankah selama dia begitu mengabaikan keluarganya. Maka kehilangan adalah cara untuk menyadarkannya bahwa keluarganya adalah hal penting dibanding pekerjaannya selama ini.
Didepan suaminya, Mama Soraya bersikap seakan ikut khawatir meski sesekali mengomel seakan Zahra adalah anak nakal yang suka membangkang dan menyadarkan suaminya bahwa putri sulungnya itu kabur karena tidak ingin diatur.
Satu sisi Papa Reyhan menyetujui pemikiran istrinya, tapi disisi lain dia percaya bahwa Zahra adalah gadis baik. Terlebih selama ini dia selalu melihat Zahra selalu mengalah dengan adiknya jika sedang berdebat.
"Kemana kamu nak" kalimat itu terus terulang seirama dengan langkah kakinya dari rumah Aditya ke rumahnya sendiri yang berseberangan.
"Tttiiiinnnnn .... Bruukkkk ..." sebuah mobil melaju kencang seakan remnya blong menabrak Papa Reyhan hingga tidak sadarkan diri.
Mobil itu dengan cepat melaju tanpa berhenti sebentarpun, sedangkan jalanan yang saat itu sepi tidak bisa memastikan siapa pemilik mobil tersebut.
Dari dalam rumah Marwah mendengar suara klakson dan benturan langsung berlari keluar rumah. "Papaaaa ..." teriaknya ketika melihat Papanya sudah tergeletak dipinggir jalan. ditabrak mobil membuat Papa Reyhan terpental ke trotoar depan rumahnya.
"Maaa ... Papa Maaa ..." Didepan tubuh Papanya Marwah berteriak bahkan membuat para tetangga keluar rumah untuk melihat keributan yang terjadi.
Mama Soraya yang melihat suaminya langsung pingsan di halaman rumahnya. Sedangkan tetangga mereka membantu memanggil ambulance untuk mendapatkan petolongan.
__ADS_1
"Ada apa ini"
"Tabrak lari kayaknya"
"Kasian banget"
"Musibah apalagi ini"
"Baru aja kehilangan anaknya"
Beruntun semua kalimat kalimat itu keluar dari mulut para tetangganya dan pasti sudah mendarat ditelinga Marwah. Seketika dia mengingat kakaknya yang sudah hilang terlebih dahulu, dan sekarang Papanya tertabrak hingga mendapat luka yang cukup parah.
...
...
Seketika membuat Makhluk itu menghentikan aktifitasnya dan menatap tajam ke arah Zahra.
"Kenapa sekarang kau menunduk ? tidak bisakah kau terus menatapku seperti tadi?" kata Sosok itu.
__ADS_1
Perlahan Zahra mencoba menatapnya masih dengan rasa takutnya.
"Aku tidak pernah mengerti tentang perjanjian itu dan aku tidak mau melakukannya" Sekarang Zahra mulai meneteskan air matanya mengingat Makhluk besar itu bercerita tentang perjanjiannya dengan Mama Soraya.
"Dia bukanlah Mamamu, itu sebabnya dia setega itu denganmu. Lantas kenapa kamu masih mau kembali ?" Makhluk itu berdiri dari kursinya dan menghampiri Zahra yang masih belum duduk dikursinya.
"Duduklah, tinggal disini dan menurut, aku tidak akan menyakitimu selama kamu tidak macam macam. Tapi jika tidak ..."
"Apa ? Apa yang ingin kau lakukan ? bunuh saja aku" teriak Zahra yang sengaja membuat Makhluk itu marah.
Tapi kali ini dia tidak menyakiti Zahra dan malah tersenyum lalu kembali melanjutkan makannya dengan santai. Zahra yang kesal akan hal itu malah kembali ke kamarnya dan menutup pintu dengan sangat keras menciptakan suara menggelegar didalam istana.
"Ma ... Kenapa mama setega ini, apa benar Zahra bukan sepenuhnya manusia ?" gumam Zahra dalam tangisnya.
Makhluk besar itu menceritakan bahwa dulu Mama Zahra memiliki kembaran dari alam ghoib dan ketika bersetubuh dengan suaminya, Kembaran itu juga ikut melakukannya. Zahra yang lahir setelah bertahun tahun dinantikan ternyata bukanlah anak Mamanya melainkan anak dari kembaran Mama Soraya yang hidup di alam ghoib.
Hal itu diketahui Mama Soraya sejak Zahra berumur 5 tahun, sebelum itu dia sangat menyayangi Zahra dan selalu memanjakannya. Zahra menangis tersedu sedu mengingat masa kecilnya yang hanya beberapa moment saja karena dia terlalu kecil saat itu.
Setelah diketahui kebenarannya, Mama Soraya pergi ke dukun dan terjadilah perjanjian itu. Mama Soraya akan mendapatkan anak kandungnya dengan syarat Zahra akan diserahkan kepada makhluk besar itu.
__ADS_1
Selama ini dia menutupi semua dari Papa Reyhan karena dia tau benar suaminya itu sangat tidak percaya hal mistis. Terlebih ketika dulu Mamanya melakukan test dna sudah dibuktikan Zahra adalah anak mereka.