
Mama Soraya terlihat tidak tenang saat tidur, sehingga mengganggu kenyamanan Papa Reyhan yang tidur disampingnya. "Ma ... Bangun Ma ..." Papa Reyhan mencoba membangunkan istrinya hingga akhirnya wanita berumur 40an tahun itu terbangun dengan sekujur tubuh yang dibasahi keringat dingin.
"Mama sakit ?" tanya Papa Reyhan. Tanpan menjawab suaminya, dia mengatur napas yang masih ngos ngosan karena sepertinya dia habis mimpi buruk.
"kamu gapapa ma ?" Papa Reyhan masih bingung dengan apa yang terjadi dengan istrinya. Pasalnya, ini bukanlah yang pertama baginya melihat istrinya yang akhir akhir ini sering gelisah saat tidur dan terbangun dengan badan yang dibasahi keringat dingin namun istrinya tidak pernah menceritakan mimpi apa yang mengganggu tidurnya.
"gapapa Pa, aku mau ganti baju dulu" kata Mama Soraya seraya beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya ke arah lemari. Namun betapa terkejutnya dia melihat bayangannya dicermin, dengan wajah dan postur badan yang sangat mirip dengannya namun dengan pakaian yang berbeda. pantulannya dicermin berpakaian kebaya dan berselendang dengan rambut disanggul, dia adalah sosok cantik kembaran Mama Soraya dari alam ghaib, yang tidak lain adalah wanita yang diketahuianya sebagai ibu kandung Zahra, putri sulungnya.
Mama Soraya langsung berlari menaiki tempat tidurnya dan bersembunyi didalam dekapan suaminya. "Mama kenapa ?" tanya Papa Reyhan. Namun wanita itu hanya menangis dan menjerit.
Sosok cantik kembarannya dari alam ghoib itu terus menghantuinya. Hingga Mama Soraya tidak berani keluar kamar bahkan selalu berada ditempat tidur, disamping Papa Reyhan yang masih belum sembuh benar. Dia tidak ingin sendirian bahkan disaat mandipun ditemani oleh Marwah. Gadis 10 tahun itu kini menjadi anak yang begitu malang karena mendadak harus mandiri dan mengurus kedua orang tuanya.
Tetangga mereka menyarankan untuk membawa Mama Soraya ke rumah sakit jiwa namun Marwah menolaknya. Hingga akhirnya dia menyerah karena Mamanya itu hampir menyelakai dirinya dan juga Papa Reyhan karena terus dihantui oleh kembaran ghoib nya.
__ADS_1
"A a aku tidak tau ... aku tidak tau ..." Mama Soraya selalu dan hanya mengucapkan kalimat itu disetiap saat.
...
...
Setelah enam bulan berguru dengan neneknya sendiri maka tiba saatnya Aditya masuk ke alam ghoib untuk mencari dan menjemput Zahra, sahabatnya.
Aditya membuka dompetnya, ada foto dua anak kecil sedang berangkulan dan tersenyum ke arah kamera. Anak kecil itu adalah fotonya bersama Zahra saat pertama kali berlibur ke taman hiburan dulu bersama keluarganya.
"Ra ... aku bakal jemput kamu" kata Aditya dalam hati.
"Ayo Dit ..." ajak Neneknya seketika membuyarkan lamunannya.
__ADS_1
Jantungnya makin berdebar seiring langkah kakinya mengikuti langkah sang Nenek. berjalan ke arah air terjun dimana Aditya sering bertapa selama ini.
...
...
"Pa ... Mama gak tenang nih, takut Aditya kenapa napa" Mamanya Aditya mondar mandir dikamar mengkhawatirkan anak laki laki satu satunya mereka.
"Sudahlah Ma ... berdoa saja supaya anak kita selamat" Papanya Aditya terlihat lebih santai dibanding istrinya.
"Ko Papa santai banget sih, gak khawatir apa sama anaknya, kita cuma punya anak satu loh Pa" Seketika Papanya Aditya mendapat pukulan dibahu belakang hingga mengejutkannya.
"Apaan sih Ma ... makanya dulu kalo dibilang nambah itu nurut" goda suaminya yang sebenarnya juga khawatir namun berusaha tenang.
__ADS_1