Dua Alam

Dua Alam
Eps 21


__ADS_3

Papa Reyhan sudah membaik dan diperbolehkan pulang. Namun bukan kerumah mereka, karena Papa Reyhan sakit cukup lama membuat asset mereka berkurang banyak dan tentunya perusahaan keluarga mereka ikut bangkrut karena tidak ada yang bisa mengurusnya.


Mama Soraya membeli rumah sederhana dikota lain yang lebih jauh dan memindahkan Marwah kesekolah yang lebih murah. Sejak saat itu Marwah yang tadinya manja, gadis 10ntahun itu kini belajar untuk lebih mandiri karena tuntutan kehidupannya.


Dengan sisa uang tabungan mereka membuka minimarket di kota yang baru mereka tempati, sebelumnya Mama Soraua memiliki beberapa kolega sehingga bisa membantunya berjuang dari awal lagi.


Sesekali Mama Soraya masih dihantui oleh isak tangis dan teriakan minta tolong dari Zahra. Dan sesekali juga sosok cantik berselendang yang merupakan kembarannya itu datang didalam mimpinya untuk meminta pertanggung jawaban Mama Soraya yang sudah menumbalkan Zahra.


...


...


"Aku sungguh bosan, apa aku harus minta izin untuk berenang disini ?" gumam Zahra memandangi Danau yang baru dilihatnya karena danau itu terhalang pepohonan dibelakang istana.

__ADS_1


Zahra berjalan mendekati danau sambil menaggalkan pakaiannya satu persatu, hingga dia berenang hanya memakai dalaman saja didanau itu.


"Nikmatnyaaa ..." Zahra membentangkan tangannya terapung dia tengah danau. Dia menutup kedua matanya namun tiba tiba terdengar suara seseorang memanggil namanya berulang kali. Ketika ia membuka mata suara itu menghilang, dan kembali terdengar ketika ia menutup mata.


Jadi, Zahra putuskan untuknya kembali menutup matanya agar bisa menuntun suara itu kepadanya. Dia percaya bahwa dengan suara itu dia bisa keluar dari istana yang sebenarnya mewah dan lengkap ini. Andai makhluk besar menyeramkan itu adalah pangeran atau manusia mungkin dengan senang hati Zahra menerimanya.


...


...


"Sampai kapan Aditya harus begini nek ? Aditya khawatir Zahra kenapa napa" kata Aditya sembari duduk di atas batu sungai yang sangat besar.


"Apa kamu begitu mencintainya ?" tanya Neneknya yang menurut Aditya melenceng jauh dengan apa yang dibahasnya sekarang.

__ADS_1


"Nenek jangan tanya itu terus" jawabnya setelah menghela nafas panjang.


"Nenek bertanya itu terus karena kamu belum menjawabnya. Nenek hanya perlu meyakinkan karena hanya dengan cinta itu kamu bisa membawa sahabatmu itu kembali" jelas Neneknya yang langsung membuat Aditya terdiam memikirkan kalimat yang baru saja diucapkan Neneknya.


...


...


"berapa lama lagi kita bisa menemukan putriku ?" tanya sosok cantik itu kepada pengawalnya yang berjubah serba hitam.


"tergantung suara itu menuntun kita nyaii" jawab sosok berjubah.


Dan kereta kuda yang ditumpanginya terus berjalan tanpa henti dan tiba tiba kereta itu terbang dengan tinggi dan semakin tinggi.

__ADS_1


Suara Zahra sudah tidak terdengar. mereka kehilangan asal suara itu sehingga tidak tau kemana akan melanjutkan perjalanan. Namun sosok cantik itu tidak menyerah, dia kembali ke istananya dan memiliki ide lain untuk mendapatkan putrinya kembali.


"Aku harap kamu akan mendapatkan sakit yang sama denganku, tadinya aku hanya berniat membantumu namun ternyata hatimu sangat kejam, bahkan kamu rela memberikan putriku yang sudah kau rawat selama ini" gumam sosok cantik itu mengeluhkan isi hatinya untuk Mama Soraya.


__ADS_2