
Liburan semester telah tiba setelah semingguan dilakukan ujian di SMA. Aditya meminta izin kepada kedua orang tuanya agar bisa berlibur ke rumah Neneknya diluar kota dan mengajak Zahra.
"Kamu yakin Zahra mau kesana ? akhir akhir ini dia sering mengalami hal aneh loh Dit" kata Mamanya Aditya ketika dia sedang meminta izin liburan.
"Bukan cuma akhir akhir ini, toh selama ini dia memang sering ..." sahut Papanya Aditya.
"Papa gak tau ya kalo Zahra ..." Baru saja Mamanya Aditya mau cerita ke suaminya itu namun Aditya yang saat itu nonton tv bersama mereka langsung beranjak dari duduknya dan langsung kekamarnya tidak lupa membanting pintu dengan sangat keras, Bahkan terdengar hingga kamar Zahra hingga mengejutkannya.
"Liat tuh Ma kenapasih dilarang toh ada Ibumu juga kan disana" kata Papanya Aditya.
Akhirnya Istrinya itu menceritakan semua yang dia tau tentang sahabat anaknya itu dan ingin menjauhkan mereka karena takut Aditya akan terkena imbasnya karena kejadian kejadian yang menimpa Zahra.
"Sepertinya benar Ma, lagipula selama ini bukannya Aditya gak pernah kasar begitu ya meskipun permintaannya ditolak" kata Papanya Aditya yang langsung mendapat anggukan dari istrinya.
"Biarkan saja dulu dia nanti juga reda sendiri marahnya" Mama dan Papanya Aditya kemudian masuk ke kamar mereka dan tertidur pulas.
...
...
__ADS_1
...
"Tokk ... tok ... tok"
Lagi lagi Aditya memanjat balkon dan mengetuk jendela kamar Zahra. Tidak cukup lama Zahra membukanya karena dia juga belum tidur dan dia tau hanya Aditya lah yang suka mengetuk jendela kamarnya itu.
Dia bergegas dengan Ransel besarnya karena Aditya sudah mengirimkan pesan sebelum dia menghampirinya bahwa mereka akan kabur untuk berlibur dirumah Neneknya Aditya. Sekaligus membantu Zahra menyelesaikan masalahnya dengan para makhluk halus yang terus mengganggunya.
"Dit, kita naik apa ini sudah malam banget" kata Zahra yang memang saat itu sudah lewat jam 11 malam.
"Aku sudah sewa mobil tapi ada didepan sana supaya gak ketahuan" bisik Aditya yang terus berjalan dan tidak melepaskan genggamannya ditangan Zahra.
Zahra begitu percaya dengan sahabatnya sampai sampai menurut saja dengan semua yang dikatakan Aditya.
...
...
"Pa ... bangun dong, perasaan mama ko gak enak ya" Wanita berumur 40 tahun itu mengguncang pelan badan suaminya yang tertidur pulas disebelahnya.
__ADS_1
"Perasaan mama aja kali, sudah yok tidur lagi" Suaminya merentangkan tangannya dipinggang istrinya dengan harapan istrinya dapat tertidur kembali, Namun hanya kegelisahan yang menyelimutinya.
"Mau kemana Ma ?" tanya Papanya Aditya ketika istrinya lebih memilih beranjak dan keluar kamar.
"Mama mau lihat Aditya" Wanita itu melanjutkan langkahnya dan dengan terpaksa suaminya pun mengekor dibelakang istrinya.
Kamar mereka dilantai bawah sedangkan kamar Aditya dilantai atas membuat mereka harus menaiki tangga untuk melihat anaknya.
"Paaa ..." Suaminya yang kini jalan mendahuluinya tiba tiba terjatuh karena kaget dengan segerombolan kalong yang berterbangan dari arah lantai atas rumahnya.
Mendengar suara teriakan Mamanya, Aditya berlari keluar dari kamar dan menghampiri Papanya yang dilihat sudah terjatuh dilantai bawah. Beruntung tangga yang dinaiki baru beberapa langkah dan hanya meninggalkan sedikit luka ringan dikakinya.
"Kamu gapapa kan Dit ?" tanya Mamanya.
"Loh ko Adit yang ditanya, kan Papa yang jatuh" Aditya terlihat bingung dengan pertanyaan Mamanya.
"Semua kalong itu datangnya dari lantai atas, dari arah lorong kamarmu Dit" Papanya menimpali sambil sesekali meringis kesakitan dan mengelus epus pergelangan kakinya yang terkilir.
"Adit gak lihat apa apa Pa, Ma, cuma dengar teriakan Mama terus Adit keluar" Jawab Aditya.
__ADS_1
"Dit, kira kira ini berhubungan sama Zahra gak ya ?" tiba tiba Mamanya membahas itu.
"Zahra ..." Aditya berlari kekamarnya ketika Mamanya menyebut namanya. Dia baru ingat kalo dia sama sekali belum menghubungi sahabatnya itu.