Dua Alam

Dua Alam
Eps 8


__ADS_3

Setiap malam, sejak pulang dari rumah sakit Zahra selalu memimpikan hal yang aneh dan saling berhubungan antar mimpi yang satu dengan yang lainnya, Dan tidak jarang sosok cantik berselendang itu menampakan diri didalam mimpi Zahra.


Dan hampir setiap hari juga Mama Soraya memarahinya karena berteriak setiap pagi. "Maaf Ma, Ara mimpi buruk lagi" jawab Zahra ketika pagi ini mamanya masuk kekamar dan menyiramnya dengan air segayung sehingga membuat Zahra dan tempat tidurnya basah.


"gak bisakah kamu berfikir bagaumana cara supaya kamu gak berteriak terus terusan ?" Bentak Mama Soraya membuat air mata Zahra menetes ke pipinya.


"Gak usah cengeng, gininih kebanyakan dimanja" Setelah puas, mamanya kembali keluar kamar dan meninggalkan putri sulungnya yang kuyup karenanya.


...


...


...


"Kenapa Mama selalu kasar sih ?" tanya Papa Reyhan setelah melihat istrinya baru keluar dari kamar anak sulungnya dengan raut wajah kesal tanpa tau apa lagi yang diperbuat istrinya.


Selama ini Papa Reyhan selalu membiarkan istrinya berbuat apapun karena dia pikir itu adalah caranya mendidik anak anaknya tanpa berfikir bahwa istrinya bersikap berbeda kepada kedua anaknya. Padahal, dulu sebelum Marwah lahir dia sangat menyayangi putri sulungnya itu.

__ADS_1


"Gak usah ikut campur, siapa suruh ribut tiap pagi" gerutu Mama Soraya.


Meski begitu, Papa Reyhan tidak lantas memberikan perhatian lebih kepada anak sulungnya, karena selama ini dia hanya sekedar memberikan materi kepada keluarganya dan hanya sesekali meluangkan waktu dan sedikit memperhatikan. Dia lebih memilik sibuk bekerja meski sudah memiliki perusahaan sendiri yang seharusnya bisa di handle oleh para orang kepercayaannya, namun dia lebih suka bekerja membuatnya jarang menghabiskan waktu bersama keluarga.


...


...


Zahra terlihat ceria dan aktif dengan banyak kegiatan sekolah maupun doluar sekolah tanpa ada beban terlihat di hidupnya. Remaja yang baru saja menginjak kelas 2 SMA itu dikagumi banyak orang meskipun terlihat cuek dan dingin, jarang sekali dia tersenyum, malah wajahnya terlihat sedikit angkuh. Namun disekitar orang orang tertentu dia bisa terlihat sangat konyol, bahkan wajahnya dipenuhi tawa membuatnya semakin cantik. Ditambah dia adalah ketua tim basket cewe dan anggota OSIS dan PMR di SMA nya.


Tanpa diketahui semua orang kecuali Aditya, Zahra adalah gadis yang kesepian dan merindukan kasih sayang orang tuanya, karena sejak Marwah lahir dia merasa kasih sayang kedua orang tuanya berubah menjadi sekedar materi untuknya. Beruntung dia bertetangga dengan Aditya semenjak umurnya 7 tahun sehingga dia masih bisa merasakan hangatnya keluarga dirumahnya Aditya yang berada tepat di depan rumahnya sendiri.


...


...


"Baru juga sembuh sakit Ra" jawab Aditya.

__ADS_1


"Makanya aku ajak kamu, akukan pengen ikut" kata Zahra dengan pandangan memohon dan Aditya tentu tidak bisa menolak permintaan sahabatnya itu.


Tiba tiba Tubuh Zahra seperti tertarik ke langit langit kantin dan terhempas ke lantai, bahkan membuat kursi kantin yang ditimpanya patah.


"Hantuu ....."


"Kesurupan"


"Ada setan"


"Ditarik hantu kali dia"


sebagian murid hanya menatapi tapi lebih banyak murid murid berlarian dan berteriak kalau Zahra sedang kesurupan.


Sebagian komentar orang orang sekitar terdengar di telinga Aditya yang langsung dengan cepat membantu Zahra bangkit. Badannya terasa remuk, mungkin saja memang ada tulang yang patah saat itu membuat Zahra meringis kesakitan.


"Jangan digerakin dulu, biar tunggu tandu" kata seseorang dibelakang Aditya, dia adalah teman satu ekskul PMR Zahra, tentunya tidak sembarang mengangkat korban yang kemungkinan tulangnya patah.

__ADS_1


"Adittt ..." satu kata itu terucap dari bibir mungil Zahra namun kemudian gadis itu kembali tidak sadarkan diri.


Seluruh penonton ditempat itu bingung dan saling melempar pertanyaan kenapa bisa Zahra terangkat kelangit langit kantin dan terhempas begitu kuatnya, tak terkecuali Aditya yang juga ikut bingung dan penasaran.


__ADS_2