Dua Alam

Dua Alam
Eps 24


__ADS_3

Dari dalam goa itu Aditya yang mulai lelah akhirnya melihat cahaya lebih terang dari sebelumnya, membuatnya bangkit dari duduk dan kembali melangkah. Aditya berlari hingga akhirnya dia keluar dari goa melihat disekelilingnya hanyalah hutan belantara. Sunyi dan sepi, hanya ada suara dedaunan yang tertiup angin disana, serta gemericik air yang sepertinya bersumber dari air terjun yang deras.


"Ikuti kata hatimu Dit, pejamkan natamu dan tanyakan" itulah kalimat yang terus diucapkan Nenek kepada cucunya. Karena niat baiknya akan dibantu oleh hati nuraninya sendiri, kekuatan pun akan datang dari sana.


Aditya membentangkan tangannya, menghirup dalam dalam udara disana dengan mata terpejam. "Ra ... aku mencintaimu" kata remaja laki laki berumur belum genap 17 tahun itu.


Kemudian dia membuka matanya dan melanjutkan langkahnya setelah menghela nafas yang begitu dalam. "Aku yakin akan menemukanmu, aku akan membawamu kembali Ra" gumamnya sembari berjalan dengan gigih.

__ADS_1


Selang beberapa menit dia berjalan, terdengar suara langkah disekitarnya. Aditya terdiam dan bersembunyi di balik pohon besar. Namun seperti salah tempat, seseorang menepuk pundak Aditya dari belakang. Membuat laki laki itu terkejut dan hampir terjatuh ke tanah. Syukur sosok berjubah serba hitam itu membantu menahan dengan kekuatannya.


"Aditya, jangan takut ... aku berada dipihakmu, Nenekmu mengizinkanku masuk dan ikut bersamamu" kata sosok cantik berselendang yang tak lain adalah ibu kandung Zahra dari alam ghoib.


"Bagaimana aku bisa percaya denganmu" Aditya menatap tajam wanita itu. Namun wanita itu malah tersenyum dan terus tertawa kecil mendengar pertanyaan Aditya hingga remaja laki laki itu terlihat kesal dan pergi meninggalkannya.


Sosok cantik yang berdiri memandang langkah kaki Aditya kemudian berpaling, Dia melangkah kembali ke kereta kuda miliknya dengan anggun. Mengikuti perjalanan Aditya dan menghentikan keretanya didepan Aditya.

__ADS_1


Butuh beberapa saat hingga akhirnya Aditya menuruti untuk menumpang dikeretanya. Dia pikir ada benarnya juga jika harus berjalan kaki entah kapan akan sampai. Namun dia naik kereta kuda tanpa menyambut tangan sosok cantik itu.


"Katakan siapa sebenarnya kalian" Aditya kembali menanyakan dua sosok yang menurutnya misterius itu, pastinya Aditya sadar mereka bukanlah manusia seperti dirinya.


Akhirnya, Sosok cantik itu bercerita sepanjang perjalanan mereka. Seakan terhipnotis dan terbawa cerita, Aditya mempercayainya dan memikirkan kelanjutan hubungannya dengan Zahra yang bahkan sampai sekarang hanya sebatas persahabatan. Bagaimana kalau Zahra tau siapa dia sebenarnya, apakah Zahra akan tetap mau berstatus lebih dari sahabatan dengan Aditya. Terlebih kedua orang tua Aditya yang pastinya Mamanya akan sangat melarang hubungannya jika mengetahui kebenarannya.


"Aku tau kau mencintai anakku, aku percaya padamu, tapi sadarlah jika kalian berbeda alam. Bersahabat adalah status yang paling baik untuk kalian" kata sosok cantik yang langsung dapat pelototan dari Aditya. Sosok cantik itu seakan tau benar apa yang dipikirkan Aditya sehingga langsung berucap seperti itu seakan memberikan jawaban atas pertanyaan Aditya.

__ADS_1


"Meskipun kami berbeda alam, aku tidak peduli. Lagipula aku belum percaya benar dan bagaimana bisa kau ibu dari Zahra. Ini tidak masuk akal" kata Aditya yang mencoba membantah Nyaii.


"Tidak masuk akal ? sama seperti tidak masuk akalnya keberadaan alam yang kau pijak sekarang ?" Nyai cantik itu memutar balikan pertanyaan keoada Aditya seketika membuatnya tak bisa berkata dan memalingkan wajahnya.


__ADS_2